ORCID Open Researcher and Contributor ID

ORCID adalah sistem identitas global untuk peneliti yang menyediakan unique, persistent identifier (ORCID iD) agar karya ilmiah dan kontribusi akademik dapat dihubungkan secara jelas dengan individu yang membuatnya. Dengan ORCID, peneliti tidak akan tertukar dengan orang lain yang memiliki nama serupa, dan profil mereka dapat terhubung otomatis ke publikasi, pendanaan, afiliasi, maupun data penelitian.

Apa itu ORCID?

  • Open Researcher and Contributor ID → singkatan dari ORCID, organisasi nirlaba global yang menyediakan identitas digital unik bagi peneliti.
  • ORCID iD → nomor identitas unik (misalnya: 0000-0002-1825-0097) yang gratis untuk didaftarkan oleh peneliti.
  • Tujuan utama → memastikan atribusi karya ilmiah yang jelas, mengurangi kesalahan administrasi, dan meningkatkan visibilitas penelitian lintas disiplin dan negara.

Fungsi Utama ORCID

  • Identitas peneliti → membedakan peneliti dengan nama serupa.
  • Integrasi publikasi → jurnal, penerbit, dan repositori dapat otomatis menghubungkan karya ke ORCID iD.
  • Manajemen karier → melacak afiliasi, pendanaan, dan kolaborasi sepanjang karier akademik.
  • Interoperabilitas sistem → terhubung dengan lebih dari 5.000 sistem riset global.

Perbandingan ORCID dengan Identitas Lain

Sistem Fokus Utama Kelebihan
ORCID Identitas peneliti global Gratis, unik, interoperabel, kontrol privasi oleh peneliti
Scopus Author ID Publikasi di Scopus Otomatis dibuat, tapi terbatas pada database Scopus
ResearcherID (Web of Science) Publikasi WoS Terintegrasi dengan WoS, tapi tidak universal
Google Scholar Profil sitasi Mudah dibuat, tapi tidak standar global

Catatan Penting

  • Privasi & kontrol → peneliti sendiri yang menentukan informasi apa yang ditampilkan publik.
  • Kewajiban → banyak penerbit internasional kini mewajibkan ORCID iD saat submit artikel.
  • Strategis → ORCID menjadi bagian penting dari infrastruktur riset global untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas akademik.

Untuk memperoleh ORCID iD, prosedurnya cukup sederhana dan gratis. Berikut langkah-langkah resmi yang bisa Anda ikuti:

Prosedur Mendaftar ORCID

  1. Akses situs ORCID
    • Buka laman resmi: https://orcid.org.
    • Klik tombol “Register” di pojok kanan atas.
  2. Isi formulir pendaftaran
    • Masukkan nama lengkap sesuai publikasi akademik.
    • Tambahkan email aktif (disarankan lebih dari satu untuk keamanan).
    • Buat password yang kuat.
  3. Pilih pengaturan privasi
    • ORCID memberi opsi: Public, Limited, atau Private.
    • Anda bisa mengatur visibilitas setiap data (misalnya afiliasi, publikasi).
  4. Verifikasi email
    • ORCID akan mengirim tautan konfirmasi ke email Anda.
    • Klik tautan tersebut untuk mengaktifkan akun.
  5. Dapatkan ORCID iD
    • Setelah verifikasi, Anda akan memperoleh nomor unik 16 digit (contoh: 0000-0002-1825-0097).
    • Nomor ini menjadi identitas permanen Anda sebagai peneliti.
  6. Lengkapi profil
    • Tambahkan afiliasi (misalnya Universitas Gadjah Mada).
    • Unggah publikasi, grant, atau aktivitas riset.
    • Hubungkan dengan sistem lain (Scopus, Web of Science, CrossRef, dll.).

Tips Penting

  • Gunakan email institusi agar lebih kredibel.
  • Pastikan nama konsisten dengan publikasi agar integrasi otomatis berjalan lancar.
  • Atur privasi sesuai kebutuhan: misalnya publikasi Public, data pribadi Limited.
  • Banyak jurnal internasional kini mewajibkan ORCID iD saat submit artikel.

 

APC Article Processing Charge

APC adalah singkatan dari Article Processing Charge, yaitu biaya yang dibebankan oleh penerbit jurnal kepada penulis untuk mempublikasikan artikel dalam model Open Access.

Fungsi APC

  • Menutup biaya publikasi: mencakup peer review, editing, typesetting, hosting online, dan pemeliharaan sistem.
  • Mendukung akses terbuka: artikel dapat diakses gratis oleh pembaca di seluruh dunia tanpa paywall.
  • Membiayai layanan tambahan: seperti DOI, indexing di database (Scopus, Web of Science), dan preservasi digital.

Kisaran Biaya APC

  • Jurnal internasional biasanya mengenakan APC antara $500 – $5,000 USD, tergantung penerbit dan reputasi jurnal.
  • Penerbit besar seperti Springer, Elsevier, atau Nature sering menetapkan APC lebih tinggi dibanding penerbit independen atau universitas.
  • Beberapa jurnal menawarkan waiver atau diskon bagi penulis dari negara berkembang atau dengan keterbatasan dana.

Perbedaan dengan Subscription Model

  • Pada model Subscription, pembaca atau institusi membayar untuk mengakses artikel.
  • Pada model Open Access dengan APC, penulis membayar agar artikelnya bebas diakses oleh semua orang.

Tabel Perbandingan Model Subscription vs Open Access

Aspek Subscription Open Access
Siapa membayar Institusi pembaca (melalui langganan) Penulis atau institusi penulis (APC)
Biaya penulis Umumnya gratis $30 – $12,000+ tergantung penerbit
Akses pembaca Terbatas pada pelanggan Gratis, global, segera tersedia
Hak cipta Biasanya dialihkan ke penerbit Penulis sering mempertahankan hak (CC BY)
Potensi sitasi Lebih rendah (akses terbatas) Lebih tinggi (akses terbuka)
Kepatuhan funder Sering tidak memenuhi mandat OA Memenuhi mandat OA (Plan S, NIH, dll.)
Embargo 6–24 bulan untuk self-archiving Tidak ada embargo

Analisis Singkat

  • Subscription model: lebih murah bagi penulis, tetapi akses terbatas bagi pembaca. Cocok jika institusi sudah berlangganan.
  • Open Access model: lebih mahal bagi penulis (APC tinggi), tetapi meningkatkan visibilitas, sitasi, dan kepatuhan terhadap mandat funder.
  • Penerbit besar (Nature, Elsevier, Springer): APC tinggi karena reputasi, indeksasi luas, dan brand prestige.
  • Penerbit lebih murah (MDPI, PLOS, Frontiers): APC lebih terjangkau, tetap memenuhi standar peer review, tetapi brand prestige lebih rendah dibanding penerbit besar.

Interpretasi Bagan Vosviewer untuk Analisis Kolaborasi

Oleh: Maryono

Interpretasi Elemen Visual

  • Ukuran noktah Noktah besar seperti goetzel, ron z. dan ozminskowski, ronald j. menunjukkan penulis dengan tingkat kolaborasi tinggi atau jumlah publikasi besar. Noktah kecil menandakan penulis dengan kontribusi atau keterhubungan lebih terbatas.
  • Panjang lengan Lengan (garis penghubung) yang pendek menandakan hubungan kolaborasi yang erat dan sering terjadi, sedangkan lengan panjang menunjukkan kolaborasi yang jarang atau lemah antar penulis.
  • Ketebalan lengan Lengan tebal berarti intensitas kolaborasi tinggi (banyak publikasi bersama), sementara lengan tipis menunjukkan hubungan yang lebih lemah atau hanya sesekali bekerja sama.
  • Warna klaster Warna membedakan kelompok kolaborasi.
    • Klaster biru: kelompok penulis yang berkolaborasi di sekitar goetzel, ron z. dengan fokus tertentu.
    • Klaster merah: kelompok lain yang memiliki hubungan internal kuat namun lebih sedikit koneksi ke pusat.
    • Klaster hijau: jaringan kolaborasi yang terhubung dengan ozminskowski, ronald j.
    • Klaster kuning: jembatan penghubung antara dua pusat kolaborasi besar, berperan sebagai intermediary authors.

Tiga Jenis Visualisasi VOSviewer

Jenis VisualisasiMakna UtamaInterpretasi dalam konteks kolaborasi
Network VisualizationMenunjukkan struktur hubungan antar penulisNode besar = penulis utama; garis = kekuatan kolaborasi; warna = kelompok kolaborasi
Overlay VisualizationMenampilkan dimensi waktu atau trenWarna gradasi (biru → kuning) menunjukkan evolusi kolaborasi dari lama ke baru
Density VisualizationMenunjukkan kepadatan kolaborasiArea terang = pusat kolaborasi aktif; area gelap = kolaborasi jarang terjadi

Kesimpulan Analitis

  • Goetzel, Ron Z. dan Ozminskowski, Ronald J. adalah hub utama dalam jaringan kolaborasi.
  • Klaster warna menunjukkan komunitas penelitian yang berbeda namun saling terhubung melalui penulis penghubung.
  • Kombinasi ukuran node dan ketebalan edge memperlihatkan hierarki kolaborasi, dari inti (core authors) hingga periferi (supporting authors).
  • Visualisasi ini membantu mengidentifikasi struktur sosial ilmiah, potensi kolaborasi baru, dan arah perkembangan riset.

Aneka Jenis Format File Dalam Digitalisasi

Oleh: Maryono

Dalam digitalisasi, format file dibagi menjadi beberapa kategori utama: gambar (image) dan video. Setiap format memiliki kelebihan, kekurangan, serta standar penggunaannya. Pemilihan format sangat bergantung pada tujuan: apakah untuk web, arsip, editing profesional, atau distribusi massal.

Format File Gambar (Image)

Format JPG/JPEGKompresi lossy, ukuran kecil, cocok untuk foto.Kelebihan: hemat ruang, dukungan luas. Kekurangan: detail tajam bisa hilang.Standar web & fotografi umum.
Format PNGLossless, mendukung transparansi.Kelebihan: kualitas tinggi, transparansi alpha. Kekurangan: ukuran lebih besar.Standar web grafis, ikon, desain UI.
Format GIFAnimasi sederhana, 256 warna.Kelebihan: animasi ringan, lossless. Kekurangan: terbatas warna, tidak cocok foto.Standar animasi web, meme.
Format BMPTidak terkompresi, raw bitmap.Kelebihan: kualitas tinggi. Kekurangan: ukuran sangat besar.Editing grafis mentah.
Format TIFFLossless, multi-layer.Kelebihan: kualitas cetak profesional. Kekurangan: file besar.Standar industri percetakan & fotografi.

Format File Video

| Format MP4 | Kompresi efisien, kualitas baik. | Kelebihan: ukuran kecil, kompatibilitas luas. Kekurangan: kompresi bisa turunkan kualitas. | Standar YouTube, media sosial. |

| Format AVI | File besar, kualitas tinggi. | Kelebihan: fleksibel, banyak codec. Kekurangan: boros ruang. | Kamera digital, handycam. |

| Format MKV | Container fleksibel. | Kelebihan: bisa simpan video, audio, subtitle. Kekurangan: tidak semua perangkat mendukung. | Distribusi film online. |

| Format WMV | Format Windows. | Kelebihan: kompatibel di Windows. Kekurangan: kurang universal. | Standar Windows lama. |

| Format FLV | Flash Video. | Kelebihan: populer di awal YouTube. Kekurangan: sudah usang. | Streaming lama. |

| Format WEBM | Codec VP8/VP9, audio Opus. | Kelebihan: open-source, efisien. Kekurangan: belum semua situs mendukung. | Standar HTML5 video. |

| Format GIFV | Alternatif GIF. | Kelebihan: hemat ukuran, looping. Kekurangan: tanpa suara. | Meme & konten ringan.

Kesimpulan

  • Untuk gambar: gunakan JPG untuk foto umum, PNG untuk grafis dengan transparansi, TIFF untuk cetak profesional.
  • Untuk video: gunakan MP4 sebagai standar distribusi, MKV untuk film dengan subtitle, WEBM untuk web modern.
  • Standar industri: TIFF di percetakan, MP4 di distribusi digital, PNG di desain web.

Standar digitalisasi naskah kuno dan buku langka di Indonesia maupun dunia umumnya menekankan pada resolusi tinggi, format file lossless (TIFF/RAW), serta kerapatan piksel minimal 300–600 dpi untuk teks, dan hingga 1200 dpi untuk detail halus. Internasional menggunakan pedoman dari UNESCO, IFLA, dan FADGI, sementara di Indonesia Perpusnas melalui portal Khastara mendorong penggunaan TIFF dengan resolusi tinggi untuk arsip permanen.

Standar Internasional Digitalisasi Naskah Kuno

  • UNESCO Guidelines
    • Resolusi minimum: 300 dpi untuk teks umum, 600–1200 dpi untuk manuskrip detail.
    • Format: TIFF (lossless) sebagai master file, JPEG/PNG untuk akses publik.
    • Warna: gunakan 24-bit true color untuk menjaga keaslian tinta dan kertas.
  • FADGI (Federal Agencies Digital Guidelines Initiative, AS)
    • Standar kualitas berbintang (1–4 stars).
    • 600 dpi untuk teks, 400 ppi untuk foto, 8-bit grayscale atau 24-bit RGB.
    • File master: TIFF uncompressed, file distribusi: JPEG/PNG/PDF.
  • IFLA (International Federation of Library Associations)
    • Menekankan interoperabilitas metadata (MARC, Dublin Core).
    • Format master: TIFF, akses: JPEG/PNG/PDF.
    • Penting: dokumentasi teknis dan metadata harus lengkap.

Standar di Indonesia

  • Perpusnas RI – Khastara
    • Format master: TIFF atau RAW dengan resolusi tinggi.
    • Resolusi: minimum 300 dpi, dianjurkan 600 dpi untuk teks rapuh.
    • Metadata: mengikuti standar Dublin Core dan interoperabilitas internasional.
    • Distribusi publik: JPEG/PNG/PDF untuk akses daring.

Perbandingan Format & Standar

| Format TIFF | Lossless, multi-layer. | Cocok untuk arsip permanen. | File besar, butuh storage besar. |

| Format RAW | Data asli kamera/scanner. | Preservasi maksimal. | Butuh software khusus. |

| Format JPEG | Lossy, ukuran kecil. | Distribusi online. | Detail bisa hilang. |

| Format PNG | Lossless, transparansi. | Akses publik, web. | Ukuran lebih besar dari JPEG. |

| Format PDF/A | Standar arsip dokumen. | Cocok untuk teks + gambar. | Tidak fleksibel untuk editing. |

Kesimpulan Praktis

  • Gunakan TIFF/RAW 600–1200 dpi untuk master file naskah kuno.
  • Sediakan JPEG/PNG/PDF untuk akses publik.
  • Standar UNESCO/FADGI/IFLA agar koleksi bisa diintegrasikan global.
  • Perpusnas Khastara menjadi rujukan utama untuk digitalisasi manuskrip.

Standar Internasional

  • UNESCO Guidelines for the Preservation of Digital Heritage Dokumen UNESCO yang menekankan pentingnya resolusi tinggi, format lossless (TIFF), serta interoperabilitas metadata untuk koleksi warisan budaya.
  • FADGI (Federal Agencies Digital Guidelines Initiative, AS) Standar teknis yang digunakan oleh lembaga arsip dan perpustakaan federal AS. Menetapkan resolusi minimum (300–600 dpi), kedalaman warna (8-bit grayscale, 24-bit RGB), dan format master (TIFF).
  • IFLA Principles for Digitization of Rare Materials Pedoman dari International Federation of Library Associations yang menekankan interoperabilitas metadata (MARC, Dublin Core) dan penggunaan format standar untuk preservasi jangka panjang.
  • Europeana Technical Guidelines Digunakan oleh jaringan perpustakaan dan museum Eropa. Menetapkan standar resolusi, format file, serta metadata agar koleksi dapat diintegrasikan lintas negara.

Standar di Indonesia

  • Perpusnas RI – Khastara Portal koleksi digital naskah kuno Indonesia. Perpusnas menganjurkan penggunaan TIFF/RAW sebagai master file dengan resolusi minimum 300 dpi, idealnya 600 dpi untuk teks rapuh.
  • Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) ANRI memiliki pedoman digitalisasi arsip yang menekankan resolusi tinggi, format lossless, serta metadata berbasis ISAD(G) dan Dublin Core.
  • Kebijakan GLAM di Universitas Padjadjaran (Unpad) Unpad menjadi salah satu institusi yang menerapkan integrasi GLAM dengan standar metadata internasional, termasuk interoperabilitas API untuk koleksi digital.

Ringkasan Praktis

  • Resolusi: 300–600 dpi (teks), hingga 1200 dpi (detail halus).
  • Format master: TIFF/RAW (lossless).
  • Format akses: JPEG/PNG/PDF.
  • Metadata: Dublin Core, MARC, ISAD(G).
  • Rujukan utama: UNESCO, FADGI, IFLA, Europeana, Perpusnas RI, ANRI.

Perbandingan Standar Digitalisasi Naskah Kuno

Standar UNESCOResolusi min. 300 dpi (teks), 600–1200 dpi (detail)Format master: TIFF lossless, akses: JPEG/PNGMetadata: Dublin Core, interoperabilitas global
Standar FADGI (AS)300–600 dpi teks, 400 ppi fotoMaster: TIFF uncompressed, distribusi: JPEG/PNG/PDFMetadata teknis + standar federal
Standar IFLA300–600 dpi sesuai jenis koleksiMaster: TIFF, akses: JPEG/PNG/PDFMetadata: MARC, Dublin Core
Standar Europeana400–600 dpiMaster: TIFF, akses: JPEG/PNGMetadata: Europeana Data Model (EDM)
Perpusnas RI – KhastaraMin. 300 dpi, dianjurkan 600 dpiMaster: TIFF/RAW, akses: JPEG/PNG/PDFMetadata: Dublin Core, integrasi internasional
ANRI (Arsip Nasional RI)300–600 dpiMaster: TIFF, akses: PDF/A untuk dokumenMetadata: ISAD(G), Dublin Core

Ringkasan

  • Internasional (UNESCO, FADGI, IFLA, Europeana): menekankan TIFF lossless sebagai master file, resolusi ≥300 dpi (umumnya 600 dpi untuk manuskrip), serta metadata interoperabel (Dublin Core, MARC, EDM).
  • Indonesia (Perpusnas, ANRI): mengikuti pola internasional dengan TIFF/RAW sebagai master, resolusi 300–600 dpi, metadata Dublin Core/ISAD(G).
  • Distribusi publik: JPEG/PNG/PDF untuk akses daring, sedangkan master file tetap disimpan dalam format lossless untuk preservasi jangka panjang.

Alur Digitalisasi

Penjelasan Tahapan

  • Pindai/Fotografi → menggunakan scanner resolusi tinggi (300–1200 dpi).
  • File Master → disimpan dalam TIFF/RAW lossless, resolusi tinggi, 24-bit warna.
  • File Akses → dibuat untuk publikasi online (JPEG, PNG, PDF).
  • Metadata → deskripsi lengkap menggunakan standar Dublin Core, ISAD(G), MARC.
  • Repositori Digital → penyimpanan jangka panjang dengan backup dan keamanan.

Repositori Internasional

Europeana Manuscripts Platform koleksi digital Eropa yang mengintegrasikan ribuan manuskrip dari berbagai negara.

  • Format master: TIFF 600 dpi, metadata: Europeana Data Model (EDM).
  • Fokus: interoperabilitas lintas lembaga dan akses publik terbuka.

Digital Public Library of America (DPLA) Menghubungkan koleksi dari perpustakaan, museum, dan arsip di seluruh AS.

  • Format: TIFF/PNG, metadata: Dublin Core.
  • Standar: mengikuti FADGI untuk kualitas digitalisasi.

British Library Digitised Manuscripts Menyediakan akses ke manuskrip abad pertengahan dan naskah langka.

  • Format: TIFF 600–1200 dpi, metadata: MARC + Dublin Core.
  • Fokus: preservasi jangka panjang dan akses akademik.

Repositori Nasional

Khastara – Perpusnas RI Portal resmi koleksi digital naskah kuno Indonesia.

  • Format master: TIFF/RAW, resolusi ≥300 dpi, metadata: Dublin Core.
  • Fokus: preservasi naskah Nusantara dan akses publik.

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Menyediakan arsip digital sejarah dan dokumen pemerintahan.

  • Format: TIFF/PDF/A, metadata: ISAD(G).
  • Standar: mengikuti pedoman digitalisasi arsip nasional.

GLAM Unpad Digital Repository Inisiatif universitas untuk mengintegrasikan galeri, perpustakaan, arsip, dan museum.

  • Format: TIFF/PNG, metadata: Dublin Core + API interoperabilitas.
  • Fokus: akses terbuka dan kolaborasi riset.

Kesimpulan

  • Internasional: menekankan interoperabilitas metadata dan format lossless (TIFF).
  • Indonesia: mengikuti pola global dengan adaptasi lokal (Khastara, ANRI, GLAM Unpad).
  • Semua repositori menggunakan resolusi tinggi (≥300 dpi) dan metadata standar untuk memastikan keberlanjutan dan akses global.

Tabel Perbandingan Repositori Digital Naskah Kuno

Repositori / NegaraFormat File UtamaStandar MetadataTujuan Preservasi & Akses
Europeana Manuscripts (Eropa)TIFF (master), JPEG/PNG (akses)Europeana Data Model (EDM)Interoperabilitas lintas lembaga dan negara; akses publik terbuka.
British Library Digitised Manuscripts (Inggris)TIFF 600–1200 dpiMARC + Dublin CorePreservasi jangka panjang dan akses akademik global.
Digital Public Library of America (DPLA) (AS)TIFF/PNGDublin CoreIntegrasi koleksi museum, arsip, dan perpustakaan; akses terbuka.
Khastara – Perpusnas RI (Indonesia)TIFF/RAW (master), JPEG/PNG/PDF (akses)Dublin CorePreservasi naskah Nusantara dan akses daring publik.
ANRI Digital Archives (Indonesia)TIFF (master), PDF/A (dokumen)ISAD(G) + Dublin CorePreservasi arsip sejarah dan dokumen pemerintahan.
GLAM Unpad Repository (Indonesia)TIFF/PNGDublin Core + API interoperabilitasIntegrasi galeri, perpustakaan, arsip, dan museum; kolaborasi riset terbuka.

Analisis Singkat

  • Internasional: menekankan interoperabilitas metadata dan format lossless (TIFF) untuk preservasi jangka panjang.
  • Indonesia: mengikuti pola global dengan adaptasi lokal (Khastara, ANRI, GLAM Unpad) dan fokus pada pelestarian warisan budaya Nusantara.
  • Metadata: Dublin Core menjadi standar universal, sementara ISAD(G) dan EDM digunakan untuk arsip dan integrasi lintas sistem.

Penjelasan Hubungan Metadata

  • Dublin Core → standar deskripsi sederhana, dipakai luas di repositori internasional dan nasional (Perpusnas, ANRI, DPLA).
  • MARC → format katalog perpustakaan tradisional, digunakan British Library dan banyak perpustakaan besar.
  • ISAD(G) → standar arsip internasional, dipakai ANRI untuk arsip pemerintahan.
  • EDM (Europeana Data Model) → standar integrasi lintas negara di Eropa, menghubungkan koleksi manuskrip dari berbagai lembaga.

Interoperabilitas

  • Dublin Core ↔ MARC → memungkinkan integrasi katalog perpustakaan tradisional dengan repositori digital.
  • Dublin Core ↔ ISAD(G) → menyatukan deskripsi arsip dengan koleksi digital.
  • Dublin Core ↔ EDM → menjembatani koleksi lokal dengan platform internasional seperti Europeana.
  • MARC ↔ EDM → memungkinkan perpustakaan besar (misalnya British Library) berkontribusi ke Europeana.

Penjelasan Alur Integrasi

  • Dublin Core → berfungsi sebagai standar universal, sederhana, dan fleksibel.
  • MARC ↔ Dublin Core → konversi data katalog perpustakaan ke format digital.
  • ISAD(G) ↔ Dublin Core → mapping metadata arsip ke repositori digital.
  • EDM ↔ Dublin Core → interoperabilitas lintas negara melalui Europeana.
  • Repositori Digital Indonesia (Khastara, ANRI, GLAM Unpad) ↔ Dublin Core → integrasi dan akses publik daring.

Kesimpulan

  • Dublin Core menjadi jembatan utama antarstandar metadata.
  • MARC menjaga kesinambungan katalog perpustakaan tradisional.
  • ISAD(G) memastikan arsip sejarah terdokumentasi dengan baik.
  • EDM memungkinkan integrasi koleksi ke platform internasional seperti Europeana.
  • Repositori Indonesia dapat terhubung ke jaringan global melalui Dublin Core → EDM.

Aneka Jenis Format File Dalam Analisis Vosviewer

Oleh: Maryono

Terdapat aneka jenis format file yang digunakan dalam analisis bibliometrika dengan VOSviewer, masing-masing memiliki penggunaan yang berbeda, berikut penjelasannya yang mungkin bermanfaat:

Format File VOSviewer

Format
Kepanjangan & Asal-usul
Penggunaan UtamaKelebihanKekurangan
CSVComma-Separated Values → format tabular sederhana, berasal dari sistem database & spreadsheetDigunakan untuk menyimpan data bibliometrik (judul, penulis, kata kunci, sitasi) dari Scopus/WoS; fleksibel untuk analisis co-authorship, co-citation, keyword co-occurrenceFleksibel, mudah diolah dengan Excel/R/Python, mendukung semua jenis analisisRawan error jika struktur kolom tidak konsisten; perlu penataan manual
RISResearch Information Systems format → dikembangkan oleh RIS Inc. sebagai standar pertukaran bibliografiDigunakan oleh reference manager (EndNote, Zotero, Mendeley) untuk metadata publikasi (judul, penulis, jurnal, DOI, dll); cocok untuk bibliographic coupling & co-citationFormat standar bibliografi, kompatibel lintas aplikasi, mudah dipertukarkanMetadata kadang tidak lengkap; kurang fleksibel untuk custom data
XLS/XLSXExcel Spreadsheet → format milik Microsoft untuk data tabularDigunakan untuk data hasil olahan manual peneliti; cocok untuk custom networks (misalnya daftar kata kunci atau hubungan antar entitas)Mudah diedit, familiar bagi banyak pengguna, mendukung customisasiLebih berat dibanding CSV; perlu konsistensi format tabel
TXTPlain Text File → format dasar komputer sejak awal sistem operasiDigunakan untuk input sederhana seperti daftar kata kunci atau publikasi; biasanya dari database yang hanya menyediakan teksRingkas, ringan, mudah dibuatTidak mendukung struktur tabular kompleks; terbatas untuk analisis sederhana
Scopus/WoS/PubMed ExportFormat khusus tiap database: .csv (Scopus), .txt (WoS), .nbib (PubMed)Digunakan untuk analisis lengkap: citation, co-authorship, keyword co-occurrence; langsung dikenali VOSviewerData kaya, terstruktur, langsung kompatibelFormat berbeda tiap database; keterbatasan akses (WoS berbayar, PubMed terbatas sitasi)
JSON VOSviewerJavaScript Object Notation → format ringan untuk data terstruktur, populer di webDigunakan untuk menyimpan peta & jaringan hasil analisis; bisa dibagikan online atau diintegrasikan dengan aplikasi webMendukung visualisasi interaktif, mudah dibagikanLebih teknis; tidak semua pengguna terbiasa mengolah JSON

Penjelasan Penggunaan Lebih Rinci

  • CSV → paling umum digunakan karena fleksibel; misalnya ekspor data sitasi dari Scopus lalu dianalisis untuk melihat jaringan co-authorship.
  • RIS → biasanya digunakan jika data berasal dari reference manager; misalnya daftar artikel dari Zotero untuk analisis co-citation.
  • XLS/XLSX → dipakai jika peneliti ingin membuat data custom; misalnya jaringan kata kunci yang disusun manual.
  • TXT → dipakai untuk input sederhana; misalnya daftar kata kunci dari database kecil.
  • Ekspor Scopus/WoS/PubMed → pilihan terbaik untuk analisis standar karena langsung dikenali VOSviewer tanpa perlu konversi.
  • JSON → lebih ke penyimpanan hasil analisis, bukan input; berguna untuk berbagi peta bibliometrik secara interaktif.

Langkah-Langkah Alur Kerja

  1. Ekspor Data dari Scopus
    • Masuk ke Scopus → lakukan pencarian artikel sesuai topik.
    • Pilih Export → format CSV → sertakan metadata (judul, penulis, afiliasi, kata kunci, sitasi).
    • Hasil: file scopus_export.csv.
  2. Preprocessing di Excel
    • Buka file CSV di Excel.
    • Bersihkan data: hapus duplikasi, periksa konsistensi nama penulis, normalisasi kata kunci.
    • Simpan kembali sebagai cleaned_data.csv.
  3. Import ke VOSviewer
    • Buka VOSviewer → pilih Create Map Based on Bibliographic Data.
    • Pilih file cleaned_data.csv.
    • Tentukan jenis analisis: misalnya Co-authorship (penulis), Co-occurrence (kata kunci), atau Citation Analysis.
    • VOSviewer akan menghasilkan peta jaringan interaktif.
  4. Analisis Jaringan
    • Gunakan fitur clustering untuk melihat kelompok penulis atau topik.
    • Atur visualisasi (warna, ukuran node, label).
    • Interpretasi: misalnya, terlihat kelompok riset dominan dalam bidang tertentu.
  5. Ekspor Hasil ke JSON
    • Simpan hasil peta dalam format JSON.
    • File ini bisa dibagikan atau diunggah ke web untuk visualisasi interaktif.
    • Contoh: network_map.json.

Manfaat Alur Kerja

  • CSV dari Scopus → kaya metadata, fleksibel untuk analisis.
  • Excel preprocessing → memastikan data bersih & konsisten.
  • VOSviewer → menghasilkan peta visual interaktif.
  • JSON output → mudah dibagikan & dipublikasikan online.

Interpretasi Bagan Vosviewer Analisis Co-Occurrence

Oleh: Maryono

Interpretasi bagan VOSviewer untuk analisis Co-occurrence berfokus pada pemahaman visualisasi node (noktah), edge (lengan), warna, serta tiga mode visualisasi utama: network visualization, overlay visualization, dan density visualization. Node mewakili kata kunci / subyek, edge mewakili hubungan keterkaitan antar kata kunci / subyek, warna menunjukkan kelompok subyek / klaster atau tren, dan setiap mode visualisasi memberi perspektif berbeda terhadap data.

Elemen Visualisasi Utama

  • Warna klaster: Setiap warna merepresentasikan cluster topik penelitian. Misalnya, kata kunci dengan warna biru bisa mewakili tema kesehatan, sementara hijau bisa mewakili teknologi. Warna membantu membedakan kelompok topik yang saling berhubungan.
  • Ukuran noktah Node besar berarti kata kunci sering muncul (frekuensi tinggi). Node kecil berarti kata kunci jarang muncul. Ini menunjukkan dominasi topik dalam literatur.
  • Panjang lengan Panjang garis antar node menunjukkan kedekatan hubungan. Semakin pendek garis, semakin erat keterkaitan antar kata kunci.
  • Ketebalan lengan Garis tebal berarti hubungan antar kata kunci sangat kuat (sering muncul bersama). Garis tipis berarti hubungan lemah.

Tiga Mode Visualisasi

Jenis VisualisasiFungsi UtamaInterpretasi
Network VisualizationMenampilkan hubungan antar kata kunciNode besar = kata kunci dominan / sering muncul; Warna = cluster / kelompok subyek / kata kunci / topik; Garis / lengan = kedekatan hubungan, semakin pendek garis, semakin erat keterkaitan. Semakin tebal garis / lengan, keterkaitan antar kata kunci sangat kuat / sering muncul bersama
Overlay VisualizationMenunjukkan tren waktuWarna gradasi (biru → kuning) menunjukkan perkembangan topik dari lama ke baru
Density VisualizationMenunjukkan kepadatan topikArea kuning terang = topik padat/sering diteliti; area gelap = topik masih jarang diteliti

Bagan Vosviewer

Interpretasi Co-Occurrence

Bagan Vosviewer tersebut, dihasilkan dari data yang diekspor dalam format csv dari Scopus pada 23 Januari 2026, subyek “Digital Preservation”. Data dianalisis dan dibuatkan visualisasinya dengan Vosviewer, Create a map based on bibliographic data, Read data from bibliographic database files, sumber Scopus, Type op analysis – Co-occurrence, Unit of analysis – All keywords, Counting method – Full counting. Minimum number of Occurrence of a keyword 2, Number of keyword 53.

Warna pada peta menunjukkan kelompok atau klaster tematik yang terbentuk dari keterkaitan kata kunci.

  • Kuning menandai inti tema “digital preservation” sebagai pusat gravitasi konseptual.
  • Merah menggambarkan klaster institusional dan teknis seperti digitization, libraries, dan curation.
  • Hijau merepresentasikan dimensi pelestarian budaya dan lingkungan seperti heritage conservation dan climate change.
  • Biru menyoroti konteks geografis dan kesadaran publik (South Africa, awareness).
  • Ungu muda menunjukkan pendekatan metodologis seperti systematic review dan strategic planning.
  • Biru muda di kanan atas menandai entitas organisasi seperti digital preservation alliance. Setiap warna menandakan subtema yang saling berhubungan namun memiliki fokus riset berbeda.

Besar Kecilnya Noktah

Ukuran noktah (node) menunjukkan frekuensi kemunculan atau bobot keterhubungan suatu kata kunci dalam dataset. Noktah besar seperti digital preservation menandakan topik paling dominan dan sering muncul bersama kata lain. Noktah menengah seperti digital storage atau digitization menunjukkan subtema penting namun tidak seintens pusatnya. Noktah kecil seperti textures atau metaverse menandakan topik baru atau spesifik yang masih jarang dibahas, sering kali menjadi indikasi novelty atau peluang riset baru.

Panjang Pendek dan Tebal Tipisnya Lengan

Lengan (edge) menggambarkan kekuatan dan jarak hubungan antar kata kunci.

  • Lengan pendek dan tebal menandakan hubungan kuat dan sering muncul bersama, misalnya antara digital preservation dan digital repository.
  • Lengan panjang dan tipis menunjukkan hubungan lemah atau jarang terjadi, seperti antara digital preservation dan systematic review. Kepadatan dan arah lengan membantu memahami struktur jaringan pengetahuan, di mana klaster yang saling terhubung rapat menunjukkan bidang riset yang sudah mapan, sedangkan yang renggang menandakan area eksploratif.

Visualisasi Network

Visualisasi network menampilkan peta keterhubungan konseptual antar kata kunci. Node besar di tengah berfungsi sebagai pusat integrasi, sementara node di tepi menunjukkan subtema yang lebih spesifik. Keterhubungan antar klaster memperlihatkan bagaimana riset digital preservation menjembatani isu teknis (digitization), budaya (heritage), dan kebijakan (strategic planning). Struktur ini menunjukkan bahwa bidang digital preservation bersifat interdisipliner, menggabungkan teknologi informasi, manajemen arsip, dan pelestarian budaya.

Visualisasi Overlay

Overlay visualization menampilkan dimensi temporal atau evolusi riset, biasanya dengan gradasi warna dari biru (lama) ke kuning (baru). Jika diterapkan, area kuning menandakan topik yang sedang naik daun seperti metaverse atau digital curation. Warna kuning menunjukkan “emerging topics”.

Visualisasi Density

Density visualization menunjukkan kepadatan penelitian: area dengan warna lebih terang menandakan konsentrasi tinggi publikasi dan keterhubungan antar topik. Dalam konteks ini, pusat digital preservation akan tampak paling padat dan terang, menandakan dominasi literatur dan intensitas kolaborasi akademik di topik-topik tersebut.

Scopus AI

Oleh: Maryono

Scopus AI adalah fitur layanan berbasis AI dari Scopus yang mulai disediakan pada tahun 2024. Fungsi utamanya untuk membantu peneliti melakukan pencarian literatur secara lebih cerdas, lebih cepat, dan terstruktur. Manfaat terbesarnya adalah mempercepat proses eksplorasi dalam suatu topik riset tertentu, dan kemudian menyajikan ringkasan hasil pencarian dalam bentuk poin-poin, serta menampilkan studi landmark yang relevan. Untuk mahasiswa doktoral, Scopus AI sangat berguna dalam tahap awal systematic literature review(SLR) karena membantu menemukan tren, gap / novelty penelitian, dan arah topik riset dengan lebih efisien.

Bisa dikatakan bahwa Scopus AI adalah asisten penelitian berbasis AI yang terintegrasi dengan basis data Scopus – yang merupakan kumpulan jutaan artikel ilmiah terindeks dan tervalidasi (peer-reviewed). Berbeda dengan ChatGPT umum, Scopus AI hanya merujuk pada sumber-sumber terpercaya dari Scopus sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan, dapat ditelusuri dan sedikit risiko halusinasi.

Fitur utama Scopus AI:

Memahami pertanyaan dalam bahasa alami (bisa menggunakan bahasa Indonesia atau Inggris). Meringkas topik menjadi tinjauan terstruktur disertai konsep kunci. Menampilkan peta literatur (gambaran hubungan antarkonsep). Menyediakan daftar pustaka inti dengan tautan langsung ke artikel asli. Skor kepercayaan (confidence score) untuk setiap pernyataan. Fitur “Emerging Topics” untuk mendeteksi tren penelitian baru

Manfaat Utama Scopus AI

Efisiensi pencarian: Mengurangi waktu eksplorasi literatur dengan query sederhana. Ringkasan otomatis: Memberikan gambaran cepat tentang tren penelitian. Identifikasi gap: Membantu menemukan area yang belum banyak diteliti. Akses studi landmark: Menyediakan referensi kunci untuk memperkuat kerangka teori. Integrasi dengan SLR: Mempercepat tahap awal systematic review.

Kecepatan – Mengurangi waktu survei awal dari beberapa minggu menjadi hitungan menit. Kualitas sumber – Hanya menggunakan literatur tervalidasi (jurnal, prosiding, buku terindeks Scopus). Transparansi – Setiap klaim disertai referensi yang dapat diverifikasi. Deteksi celah penelitian – Menyoroti area yang belum banyak diteliti. Tidak perlu kata kunci rumit – Cukup tanyakan dalam kalimat biasa seperti “What are the recent advances in…”

Manfaat untuk Systematic Literature Review (SLR)

Bagi mahasiswa doktoral, SLR adalah fondasi untuk menentukan topik riset. Scopus AI membantu di beberapa tahap penting:

Formulasi pertanyaan riset: Dengan pencarian berbasis bahasa alami, mahasiswa dapat menguji berbagai formulasi pertanyaan. Pencarian literatur komprehensif: AI memperluas cakupan pencarian tanpa melewatkan artikel relevan. Seleksi awal studi: Ringkasan hasil memudahkan identifikasi artikel yang layak ditinjau lebih lanjut. Pemetaan tren penelitian: Membantu melihat arah perkembangan bidang tertentu. Identifikasi novelty: Gap yang ditemukan bisa menjadi dasar novelty untuk disertasi.

Mahasiswa doktoral (S3) menghadapi tantangan: harus menemukan topik orisinal, signifikan, dan layak diteliti dalam 3–5 tahun. SLR adalah metode standar untuk memetakan bukti yang ada, namun SLR tradisional memakan waktu sangat lama (bisa 6–12 bulan hanya untuk tahap awal). Scopus AI tidak menggantikan SLR, tetapi mempercepat fase-fase awal secara drastis.

Berikut manfaat spesifik untuk mahasiswa doktoral:

1. Eksplorasi Awal Domain Penelitian (Scoping Review)

  • Dengan satu pertanyaan, Scopus AI menghasilkan ringkasan bidang, tren, dan tokoh penting.
  • Contoh: “Systematic literature review on digital transformation in public sector governance in Southeast Asia 2020–2025”
  • Manfaat: Mahasiswa langsung mendapat peta wilayah penelitian tanpa harus membaca 200 abstrak dulu.

2. Identifikasi Celah Penelitian (Research Gap) secara Cepat

  • Fitur Emerging Topics menyaring artikel 2 tahun terakhir dan mengelompokkan topik yang sedang naik daun.
  • AI juga menyebutkan “what is not yet known” dalam ringkasannya.
  • Manfaat: Calon topik disertasi bisa ditemukan dari area yang masih minim eksplorasi, bukan hanya mengulang penelitian lama.

3. Menyusun Kerangka Pustaka Awal untuk SLR

  • Dalam SLR yang benar, kita tetap perlu protokol PRISMA, screening ganda, ekstraksi data manual, dll. Tapi Scopus AI bisa digunakan untuk membangun draft awal:
    • Daftar kata kunci dan sinonim
    • Klasifikasi konsep utama
    • Peta hubungan antartema
  • Manfaat: Menghemat waktu 60–70% pada fase formulasi pertanyaan dan identifikasi sumber.

4. Menentukan Kelayakan Topik (Feasibility Check)

  • Sebelum memutuskan topik, mahasiswa bisa bertanya ke Scopus AI: “What are the main methodological approaches used in studying X?” atau “Is there enough empirical evidence from developing countries on Y?”
  • AI akan menunjukkan apakah topik tersebut terlalu luas, terlalu sempit, atau sudah jenuh.
  • Manfaat: Mencegah pemilihan topik yang tidak feasible di tengah jalan studi doktoral.

5. Mendukung Bagian “Background” dan “Related Work” dalam Proposal Disertasi

  • Hasil dari Scopus AI dapat menjadi kerangka awal untuk penulisan bab tinjauan pustaka.
  • Karena setiap klaim punya referensi, mahasiswa bisa langsung mengunduh artikel-artikel kunci untuk dibaca lebih dalam.
  • Manfaat: Proposal menjadi lebih berbasis bukti dan argumentatif.

Peringatan Penting (Batas Penggunaan)

Scopus AI TIDAK bisa menggantikan systematic literature review formal.
SLR sejati harus memenuhi kriteria:

  • Protokol yang dapat direproduksi (bisa diulang oleh peneliti lain)
  • Proses screening ganda dengan kriteria inklusi/eksplisit
  • Penilaian kualitas dan bias studi secara manual
  • Ekstraksi data dan sintesis naratif atau meta-analisis

Scopus AI hanya untuk tahap eksplorasi dan pemetaan awal. Setelah topik ditentukan, mahasiswa doktoral tetap harus melakukan SLR penuh dengan metode standar (misalnya PRISMA). Namun dengan bantuan Scopus AI, proses SLR bisa lebih terarah dan efisien.

Catatan Penting

  • Scopus AI bukan pengganti penuh proses SLR; tetap diperlukan seleksi manual, analisis kritis, dan sintesis.
  • Mahasiswa doktoral harus menggunakan Scopus AI sebagai alat bantu eksplorasi awal, lalu melanjutkan dengan metode SLR standar (misalnya PRISMA).
  • Karena berbasis langganan, akses Scopus AI bergantung pada institusi atau individu.

Perbandingan Scopus AI vs Pencarian Manual

AspekScopus AIManual
Input queryBahasa alamiKata kunci spesifik
OutputRingkasan + highlightDaftar artikel mentah
EfisiensiCepat, terstrukturLambat, repetitif
Identifikasi gapDidukung AIBergantung analisis manual
Akses landmarkDisediakan otomatisHarus dicari sendiri

Kesimpulan untuk Mahasiswa Doktoral

TahapTanpa Scopus AIDengan Scopus AI
Memetakan bidang penelitian2–4 minggu1–2 jam
Menemukan research gap1–2 bulan1–2 hari
Menyusun daftar pustaka awal100–200 abstrak dibaca manualAI beri 15–30 artikel inti
Cek kelayakan topikTebakan atau konsultasi berulangBisa diuji dengan cepat sendiri

Rekomendasi: Gunakan Scopus AI sebagai pilot atau pemandu awal, lalu lanjutkan dengan SLR (Systematic Literature Review) tradisional untuk validasi dan kedalaman analisis.

Penyebab Jurnal Diskontinu dari Scopus

Oleh: Maryono

Jurnal yang telah terindeks Scopus, dalam perkembangannya dapat kehilangan status indeksnya atau di-“discontinue” karena tidak lagi memenuhi standar kualitas dan integritas yang terus-menerus dievaluasi oleh tim Content Selection and Advisory Board (CSAB). Pada dasarnya, proses ini adalah bentuk “quality control” berkelanjutan untuk menjaga reputasi database Scopus

Berikut adalah rincian penyebab utamanya:

1. Publication Concern (Kekhawatiran terhadap Proses Publikasi)

Ini merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan jurnal di-discontinue. Data menunjukkan sekitar 59.7% jurnal yang dicabut indeksnya bermasalah di area ini . Indikatornya meliputi:

  • Rekrutmen Editor Tidak Profesional: Mengikutsertakan editor tanpa keahlian yang sesuai atau melibatkan “editor bayaran”.
  • Peer Review Tidak Transparan atau Bermasalah: Proses review yang tidak jelas, asal-asalan, atau bahkan tidak dilakukan.
  • Pelanggaran Etika Publikasi: Tidak menangani masalah seperti plagiarisme, konflik kepentingan, atau pemalsuan data dengan serius.

2. Outlier Behaviour (Perilaku Publikasi yang Tidak Wajar)

Scopus menggunakan ilmu data untuk mendeteksi anomali atau keanehan dalam perilaku publikasi jurnal. Faktor ini berkontribusi pada sekitar 14.5% kasus penghapusan indeks. Contoh perilaku yang mencurigakan adalah:

Ledakan Publikasi (Publication Burst): Tiba-tiba menerbitkan artikel dalam jumlah sangat besar (ratusan atau ribuan) dalam satu edisi, sementara sebelumnya hanya menerbitkan puluhan artikel. Ini seringkali merupakan indikasi praktik “paper mill” atau penerbitan masal demi keuntungan finansial.

Praktik Sitasi Tidak Wajar (Citation Stacking/Cartels): Terdapat pola sitasi yang berlebihan dan tidak wajar antar jurnal atau dalam satu kelompok penulis tertentu untuk menaikkan metrik secara artifisial

3. Penurunan Kualitas Konten dan Standar Ilmiah

Setelah terindeks, sebuah jurnal harus secara konsisten mempertahankan kualitas ilmiahnya. Jika tim kurasi Scopus menemukan penurunan standar yang signifikan, jurnal tersebut akan ditinjau ulang. Indikatornya antara lain:

Kualitas Bahasa Inggris Buruk: Tata bahasa yang tidak standar menunjukkan lemahnya proses editorial

Ketidaksesuaian dengan Fokus dan Ruang Lingkup (Aim & Scope): Banyak artikel yang diterbitkan tidak lagi relevan atau menyimpang dari fokus awal jurnal

Kontribusi Ilmiah Rendah: Artikel yang diterbitkan dinilai tidak memiliki kebaruan (novelty), kontribusi teoretis yang kecil, atau kualitas akademis secara umum rendah

4. Masalah Keragaman dan Representasi Internasional

Sebagai database internasional, Scopus mengharapkan jurnal memiliki cakupan global. Kekurangan dalam aspek ini dapat menyebabkan penolakan saat evaluasi ulang

Keragaman Penulis Terbatas: Penulis artikel mayoritas berasal dari satu negara, meskipun jurnal mengklaim diri sebagai “jurnal internasional”

Komposisi Dewan Editor Homogen: Dewan editor didominasi oleh peneliti dari satu afiliasi atau satu negara, dan kurang melibatkan pakar internasional dari berbagai benua

Kurangnya Representasi Internasional: Jurnal tidak berhasil menarik minat penulis, pembaca, atau kontribusi dari komunitas ilmiah global.

5. Metrik yang Menurun atau Rendah (Metrics)

Meskipun bukan satu-satunya penentu, kinerja metrik jurnal terus dipantau

Jumlah Sitasi Rendah: Secara keseluruhan, artikel dalam jurnal tersebut jarang disitasi oleh peneliti lain, menunjukkan rendahnya dampak atau relevansi ilmiah

Penurunan Metrik Drastis: Terjadi penurunan signifikan pada skor seperti SJR, CiteScore, atau SNIP dalam periode waktu tertentu

Peringatan Tambahan: “On Hold”

Sebelum benar-benar di-discontinue, jurnal yang terindikasi bermasalah biasanya akan ditempatkan dalam status “On Hold” (atau “Re-evaluation”) oleh Scopus.

Apa yang terjadi? Selama masa ini, Scopus berhenti mengindeks artikel baru dari jurnal tersebut sambil melakukan evaluasi ulang oleh CSAB

Hasilnya: Jika evaluasi gagal, statusnya akan resmi menjadi “Discontinued” dan tidak ada artikel baru yang akan diindeks. Jika lulus, indeksasi akan dilanjutkan. Ini adalah “lampu kuning” yang sangat penting untuk diwaspadai peneliti.

Daftar pustaka

Laksana, Eko Pramudya dkk. 2026. The Scopus Radar Readiness Model for Mitigating Algorithmic Discontinuation Risks. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan,6(3), 2026, 3. https://doi.org/10.17977/um065.v6.i3.2026.3.

Risdianto, Faizal. 2025. 10 Alasan Jurnal Ditolak Aplikasinya oleh Team CSAB SCOPUS. https://forum.relawanjurnal.id/viewtopic.php?f=13&t=1873

UU NO.28 Thn.2014 tentang HAK CIPTA

Oleh: Maryono

Perundangan utama yang mengatur hak cipta di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. UU ini menjadi dasar hukum perlindungan karya cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, menggantikan UU No. 19 Tahun 2002.

Pokok-Pokok UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta

Definisi Hak Cipta
Hak eksklusif bagi pencipta atau pemegang hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya.
Objek Perlindungan
Meliputi karya tulis, musik, seni rupa, fotografi, program komputer, karya arsitektur, sinematografi, dan lain-lai
Jangka Waktu Perlindungan
Karya cipta tertentu (misalnya buku, musik, seni rupa): berlaku selama hidup pencipta + 70 tahun setelah meninggal dunia. Program komputer, sinematografi, fotografi: 50 tahun sejak pertama kali diumumkan.
Hak Ekonomi
Pencipta berhak memperoleh manfaat ekonomi dari ciptaannya, termasuk royalti. UU ini membatasi pengalihan hak ekonomi dalam bentuk jual putus (sold flat).

Hak Moral
Hak yang melekat secara permanen pada pencipta, seperti hak untuk tetap dicantumkan nama dan menjaga integri-tas ciptaan.
Penyelesaian Sengketa
Bisa dilakukan melalui mediasi, arbitrase, atau pengadilan. UU ini juga menerapkan delik aduan untuk tuntutan pidana, artinya proses hukum dilakukan jika ada pengaduan dari pihak yang dirugikan.
Tanggung Jawab Pengelola Tempat Perdagangan
Pengelola pusat perbelanjaan bertanggung jawab atas penjualan barang yang melanggar hak cipta di tempatnya.
Hak Cipta sebagai Objek Jaminan
Hak cipta dapat dijadikan objek jaminan fidusia (jaminan utang).

Tujuan dan Latar Belakang
Mendukung pembangunan bangsa: Hak cipta dianggap sebagai kekayaan intelektual yang strategis untuk mendukung kesejahteraan umum.
Menyesuaikan perkembangan global: Indonesia menyesuaikan aturan dengan standar internasional, karena telah menjadi anggota berbagai perjanjian internasional di bidang hak cipta.
Memberikan kepastian hukum: UU ini hadir untuk melindungi pencipta dan pemegang hak cipta dari pelanggaran, sekaligus mendorong kreativitas dan inovasi.
Pelanggaran
Melarang penggandaan, pendistribusian, dan pemasaran ciptaan secara tidak sah untuk keuntungan, yang disebut pembajakan
Hak Terkait
Melindungi pelaku pertunjukan, produser fonogram (rekaman suara), dan lembaga penyiaran.
Pencatatan
Penciptaan tidak wajib dicatatkan, namun pencatatan memberikan bukti awal kepemilikan

Bagaimana Cara Mendapatkan Hak Cipta?
Hak cipta timbul secara otomatis saat ciptaan diwujudkan, jadi tidak perlu pendaftaran, tetapi pendaftaran (pencatatan) di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dianjurkan untuk perlindungan hukum yang lebih kuat

Pelanggaran Hukum Penggunaan AI

Oleh: Maryono

1. Deepfake
Membuat gambar atau video porno palsu dengan wajah orang lain (biasanya publik figur)tanpa izin, atau dikenal sebagai Non-Consensual Intimate Imagery (NCII).
Dijerat dengan pasal:
UU TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual) No. 12 Tahun 2022, Pasal 14: Mengatur tentang kekerasan seksual berbasis elektronik. Pelaku yang merekam, mengambil, atau
mentransmisikan konten seksual tanpa persetujuan diancam pidana penjara.
UU ITE (Revisi Kedua UU No. 1 Tahun 2024), Pasal 27 ayat (1): Melarang penyebaran dokumen elektronik yang memiliki muatan melanggar kesusilaan.
UU Pornografi No. 44 Tahun 2008: Memproduksi dan menyebarluaskan konten porno-grafi.

2. Hoaks dan Disinformasi
Penggunaan AI untuk membuat voice cloning (meniru suara publik figur) atau video palsu yang bertujuan menyebarkan berita bohong ( fake news ), membuat kerusuhan,atau menipu orang demi keuntungan finansial.
Dijerat dengan pasal:
UU ITE (Revisi), Pasal 28 ayat (3): Setiap orang dengan sengaja menyebarkan informasi elektronik yang diketahuinya memuat pemberitahuan bohong yang menimbulkan kerusu-han di masyarakat.
KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), pasal 378: Pasal tentang penipuan

3. Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Output AI yang menghasilkan karya yang sangat mirip dengan karya tertentu yang dil-indungi hak cipta.
Dijerat dengan pasal:
Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Pelanggaran terhadap hak eko-nomi (reproduksi, adaptasi, distribusi) dan hak moral pencipta.

4. Halusinasi Referensi
Sumber yang tidak ada (fiktif), Kombinasi penulis dan judul yang salah., Tautan (link)yang salah atau tidak berfungsi. Hal ini berbahaya dalam penulisan akademis, hukum,atau teknis karena merusak integritas ilmiah dan dapat menyesatkan pembaca. Penggu-naan referensi dari AI sebaiknya diverifikasi ulang.

Di Indonesia, pelanggaran hukum penggunaan AI biasanya terkait dengan perlindungan data pribadi, hak cipta, penyebaran hoaks, diskriminasi, dan tindak pidana siber. Hukum yang dilanggar mencakup UU ITE, UU Perlindungan Data Pribadi, UU Hak Cipta, serta KUHP.

Jurnal Diskontinu Scopus

Oleh: Maryono

Jurnal diskontinu Scopus adalah jurnal yang sebelumnya terindeks di Scopus tetapi kemudian dihentikan (discontinued) karena tidak lagi memenuhi standar kualitas, etika, atau praktik publikasi. Artikel lama tetap ada di database, namun artikel baru setelah tanggal penghentian tidak lagi tercatat.

Alasan penghentian: Biasanya karena publication concerns (masalah kualitas publikasi), outlier behavior (pola publikasi tidak wajar), atau pelanggaran etika editorial. Proses evaluasi / review dilakukan oleh Content Selection & Advisory Board (CSAB) Scopus secara berkala. Artikel lama tetap valid: Publikasi sebelum status discontinue masih bisa ditemukan dan disitasi di Scopus. Artikel baru tidak terindeks: Setelah tanggal discontinue, artikel tidak lagi masuk ke database Scopus. Risiko reputasi: Mengirim artikel ke jurnal discontinue bisa menurunkan nilai akademik, terutama untuk syarat kenaikan jabatan fungsional atau akreditasi. Rekomendasi: Selalu cek status jurnal sebelum submit agar tidak terjebak di jurnal discontinue.

Cara Mengecek Status Jurnal.

  1. Melalui laman Scopus Sources

Scopus sources. Klik pada kata Sources di kanan atas

Klik Download / Unduh File Scopus Sources List

Klik lagi Download The Scopus Source Title List

Klik lagi Download Source Title list (Include discontinued sources list)

Buka file Excell hasil download tersebut, dan Tab di bagian bawah terdapat Daftar Jurnal Diskontinu

2. Melalui Content Coverage

Klik Content Coverage

Jurnal Predator

Oleh: Maryono

Penerbitan yang mengeksploitasi model open access untuk mencari keuntungan finansial tanpa melalui proses peer review yang sah dan berkualitas, menipu peneliti dengan menjanjikan publikasi cepat, memungut biaya tinggi, dan merusak integritas ilmiah serta reputasi akademik.


PerbedaanJurnal predatorJurnal kredibel
BiayaBiaya publikasi tinggi tidak transparanBiaya ( jika ada ) dijelaskan di website jurnal
Tinjauan sejawat /
Peer review
peer review minim / palsu Naskah langsung disetujuiReview kritis, 3-12 bulan, revisi editorial, final acceptance
Dewan EditorSusunan editor tdk jelas
Kdg mencatut nama akademisi
Dewan editor lengkap jelas Lengkap dg afiliasinya
Tampilan webBanyak kesalahan tipografi Kesalahan tata bahasa Naskah tdk sesuai scopeWebsite profesional rapi Frekuensi terbit jelas Indeksasi jelas
MetrikSering dipalsukanID ISSN dan DOI jelas
Tercantum di DOAJ, Scopus, WOS
Kualitas naskahBanyak plagiarisme krn tanpa cek TurnitinBerstandar internasional Gaya referensi baku APA,IEEE dll.

Memeriksa Jurnal Predator
1. Beall’s List https://beallslist.net/
2. The Predator y Journals List. https://www.predatoryjournals.org /the-list/journals
3. Jurnal tanpa akreditasi SINTA ( S1 – S6 ). https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/

Kitab Recept Daonan, Ilmoe Obat-obatan Djawa

Oleh: Maryono

Buku dokumentasi pengobatan tradisional Jawa, khususnya secara herbal menggunakan aneka ramuan daun-daunan ini sangat menarik. Bahan-bahan yang digunakan dalam ramuan tersebut sangat sederhana, tanaman yang tersedia di halaman atau di jalan dan  kebun atau persawahan. Ramuan obat-obatan tersebut mungkin sebagian telah punah atau tidak dipraktikan lagi di masyarakat, karena sudah tersedia obat-obatan paten yang lebih mujarab. Selain itu, bahan-bahan herbal berupa akar, daun, getah, kayu dari tanaman herbal tersebut mungkin juga sudah jarang ditemukan di masyarakat. Buku berjudul “ Kitab recept daonan “ diterbitkan oleh penerbit “Probitas” Batavia, tahun 1927, dengan jumlah halaman 330, telah dialihmediakan dan dapat diakses melalui web langka http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2527.

Beberapa jenis penyakit dan obatnya dapat dilihat sebagai berikut:

Beberapa buku pengobatan tradisional yang juga telah dialihmediakan:

Ratjikan djampi anget : brekah dalem sampejan dalem ingkang sinoehoen Kangdjeng Soeltan Agoeng Praboe Anjakrakoesoema ing Mataram. Tanojo, R [Solo]:Boekhandel Sadoe Boedi.,1940. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1290

Boekoe Obat-Obat Djawa : Moeat Bermatjam-matjam obat Djawa asal dari penoetoeran orang-orang toea dan soedah banjak dipractikkan dengan ternjata mandjoer sekali boeat menjemboehkan beberapa penjakit. Hardjokoesoemo, R.M. [Solo]:Boekhandel Sadoe Boedi.,1941. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1820

Obat-obat dari bahan-bahan negeri sendiri. [Djakarta]:Balai Poestaka,1945. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1547
Ilmoe pengatahoean boet pengidoepan kita orang di roema tangga dan laen laen : Pharmacie ( ilmoe bikin obat-obatan dan nasehat-nasehat jang bergoena ). Hemeling [ Batavia]:Tjiong Koen Bie and Co,1913. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2134

Semoga bermanfaat

Menguji Kinerja Scanner Free: Aplikasi Scanner Android

Oleh: Maryono

Teknologi digitalisasi terus bergerak maju dan kini telah merambah ke smartphone, dan berjalan pada sistem android. Kreativitas para vendor memang mencengangkan, karena aplikasi tersebut mampu mengerjakan pekerjaan yang semula cukup berat dilaksanakan dengan mesin Scanner dan sebuah komputer. Lebih ajaib lagi karena aplikasi tersebut sekaligus mampu melakukan scanning, editing, dan konversi ke beragam jenis file dokumen, semuanya bisa dikerjakan dalam genggaman tangan smartphone.  Terdapat cukup banyak aplikasi scanner dokumen yang tersedia di playstore, diantaranya: vFlat Scan, CamScanner, Simple Scan, pemindai Kamera ke pdf scanner, PDF scanner, Tiny Scanner, FAST Scanner pindai PDF, Genius scan, Clear Scan, Mobile Scanner, Pemindai dokumen, PDF Scanner for android, Scan Hero, Notebloc Scanner, Easy Scanner, Smart Doc Scanner, Top Scanner, pemindai PDF, Photoscan, PDF extra, Document scanne, Image Scanner, SwiftScan, Turbo Scan dll.

Untuk lebih memahami kinerja aplikasi tersebut, kami memilih satu aplikasi yaitu Scanner Free, dengan pertimbangan aplikasi tersebut memperoleh skor ulasan (review) cukup bagus sebesar 4.8, dan tidak berbayar alias gratis. Smartphone yang kami gunakan, yaitu dengan spesifikasi standar menengah ke bawah, Oppo A31 RAM 6 gb/ ROM 128 gb yang direlease awal tahun 2020. Berikut hasil uji coba scanning dokumen tersebut:

Proses scanning buku, sebagai sampel 9 halaman

  1. Logo Scanner Free
  2. Siapkan buku yang akan didigitalkan, pilih docs
  3. Merapikan image dengan cropping, secara manual
  4. Mengedit image
  5. Hasil scan cover hlmn 1
  6. Tambah halaman
  7. Mengedit imge seperlunya
  8. Bisa ditambahkan signature, teks, symbol, image, watermark dll
  9. Mengurutkan image – reorder page
  10. Konversi ke pdf, share ke google drive, facebook, whatsapp, email dll. Format  pdf image zip
  11. Dikirim ke Whatsapp
  12. Ukuran file 9 hlmn
  13. Digitalisasi id card depan
  14. Digitalisasi id card belakang
  15. Bisa ditambahkan signature, teks, symbol, image, watermark dll
  16. Digital signature
  17. Hasil digital signature

Keunggulan aplikasi Scanner Free

Sangat praktis, simpel, dan mudah digunakan

Menghasilkan pdf, image, maupun zip

Mendukung digital signature

Mendukung watermark

Mendukung penyimpanan cloud

Mendukung transfer data ke berbagai platform

Mendukung digitalisasi dokumen buku, id card, serta paspor

Kekurangan Aplikasi Scanner Free

Belum mampu meratakan image yang melengkung / bergelombang, misal halaman buku yang melengkung

Belum mampu membersihkan tampilan benda yang ikut tertangkap kamera, misal jari tangan saat memegang dokumen

Perataan image (justify) tepi kiri kanan belum ada

Pemutaran image sebatas kelipatan 900

Editing image terbatas brightness, contrast, dan filter

Meskipun gratis (free), aplikasi tersebut sudah sangat membantu pekerjaan. Bisa diperkirakan, jika kita menggunakan aplikasi yang berbayar, tentu akan lebih hebat lagi fitur-fiturnya. Tetapi dengan banyaknya fitur-fitur tersebut, tingkat kemudahan penggunaan (easibility dan usability) juga akan semakin rendah.  Bagi pengguna awam, tentu akan membingungkan.

Selamat mencoba

Mengenal G. Kolff, Boekhandel Tan Khoen Swie dan Balai Pustaka: Penerbit Buku Langka Masa Politik Etis Awal Abad 20

Oleh: Maryono

Intisari

Artikel ini berfokus pada penerbit buku langka Indonesiana, khususnya yang diterbitkan pada masa  politik etis awal abad 20.  Penerbitan pada masa tersebut, cukup menarik untuk dikaji karena pada masa tersebut muncul kebijakan baru “politik etis” oleh pemerintah kolonial Belanda untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat di Indonesia, terutama di bidang pendidikan. Pada masa tersebut terdapat beberapa Penerbit yang cukup menonjol diantaranya Bale Poestaka, Boekhandel Tan Khoen Swie, dan G. Kolff. Ketiganya memiliki karakteristik dan idealisme masing-masing. Kajian ini akan membatasi studi pustaka pada ketiga penerbit besar tersebut, bukan saja karena penerbit-penerbit tersebut berperan penting dalam memcerahkan kehidupan bangsa, tetapi juga karena banyaknya koleksi langka Indonesiana perpustakaan UGM yang  berasal dari  ketiga penerbit besar tersebut.

Kata kunci: G. Kolff, Boekhandel Tan Khoen Swie, Balai Pustaka, Buku langka

Semoga bermanfaat

Perkembangan database, coverage dan bibliometric mapping analysis.

Oleh: Maryono

Sejalan dengan pesatnya riset di berbagai bidang, terdapat perkembangan menarik di bidang database pengindeks sitasi dan abstrak. Beberapa database muncul dengan coverage yang melampaui database utama yang telah ada, dan dengan konsep baru open data dan open citation. Dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, database tersebut jelas menjadi alternatif yang menarik sebagai sumber data untuk melakukan riset bibliometrik dan pemetaan sains. Menurut Waltman (2019) Microsoft academic kini telah mengelola dokumen jauh lebih banyak dari Scopus, seperti terlihat dari bagan berikut:

Van Eck (2020) menambahkan bahwa Dimensions kini juga telah melampaui Web of Science maupun Scopus dari segi jumlah dokumen yang dikelolanya seperti terlihat dalam tabel berikut:

Dari segi jumlah dokumen yang dikelola, Microsoft academic dan Dimensions memang memiliki keunggulan. Sedangkan dari segi analisis network atau pemetaan bibliometrik (bibliometric mapping) yang dapat dilakukan, Scopus dan web of Science lebih unggul. Seperti diketahui bahwa dalam studi bibliometrik dikenal terdapat 5 jenis analisis yang dapat dilakukan melalui analisis network sebagaimana disebutkan oleh Van Eck (2020) berikut:

Masing-masing database memiliki kelebihan dan kekurangan, dan untuk saat sekarang analisis network yang dapat dilakukan terhadap masing-masing database tersebut telah dirangkum oleh van Eck (2020) sebagai berikut:

Dari database tersebut, untuk melakukan analisis network bisa dilakukan dengan mengunduh / mengekstrak data terlebih dahulu, kemudian baru diimport ke Vosviewer (Van Eck, 2020).  Tetapi ada juga yang telah dilengkapi dengan API (application programming interface) sehingga Vosviewer bisa langsung tersambung ke database dan dilakukan proses pencarian (querying).

Selamat mencoba

Daftar pustaka

Waltman, Ludo. (2019). Workshop “Open citation: opportunities and ongoing developments”. ISSI 2019 Conference, Sapienza University, Rome, September 2, 2019.

Van Eck, Nees jan. (2020). Visual exploration of scientific literature using Vosviewer and CitNetExplorer. ICTeSSH 2020 Conference, July 1, 2020

Merancang Infografik Dengan Infographic Maker.

Oleh: Maryono

Infografik sangat dibutuhkan saat ini, untuk menyampaikan informasi ringkas, padat, jelas dan menarik secara visual. Rancangan infografik pada umumnya dilengkapi dengan data yang akurat dan jelas. Penelitian yang telah dilakukan oleh Resnatika dkk (2018) menunjukkan bahwa infografik memiliki keunggulan dari segi daya tarik, kejelasan informasi, dan kemudahan dipahami. Melalui infografik, masyarakat awam dapat memahami suatu fenomena atau suatu pesan dengan mudah, tanpa harus membaca uraian yang panjang lebar. Infografik menyederhanakan penyampaian informasi yang kompleks dan rumit menjadi mudah, ringkas, jelas dan menarik.  Format infografik juga sangat mudah disebarluaskan, sesuai dengan perkembangan teknologi dan sosial media saat ini. Untuk merancang infografik, selain menggunakan software grafis semacam adobe illustrator ataupun coreldraw, dapat juga menggunakanan berbagai aplikasi infographic maker yang telah banyak dikembangkan. Infographic maker tersebut memang khusus dibuat untuk merancang infografik, sehingga dilengkapi dengan aneka fasilitas yang lengkap agar mampu menghasilkan infografik yang menarik. Failitas yang lazim disediakan diantaranya: template, image, font, icon, kurva, frame, border, bagan, background, audio, video, serta element. Aplikasi infographic maker yang berbasis website diantaranya: Canva infographic maker, Visualize, Venngage, Piktochart, Easel.ly, Visme, Infogram, Snappa, Biteable, Google chart, Google developers, Adioma, dan Dipity. Penggunaan infographic maker tersebut sangat mudah, user friendly dengan aneka fasilitas siap pakai.

Merancang infografik dengan Canva https://www.canva.com

Canva adalah aplikasi berbasis web untuk merancang infografik, dan pengerjaannya bisa dilakukan secara kolaborasi dengan beberapa pengguna, mirip dengan google docs yang bisa diakses dan diedit bersama dengan orang lain.

Memilih format produk

Untuk menggunakan Canva, bisa dimulai dengan memilih format produk yang akan dibuat, karena Canva memang dapat digunakan juga untuk membuat poster, presentasi, logo, instagram post, resume, flyer, card, brosur, bagan, sertifikat, newsletter, book cover, postcard, story board, serta calendar.

Memilih template

Versi gratis telah menyediakan banyak template yang disediakan, tetapi tersedia juga versi berbayar dengan fasilitas tambahan yang lebih lengkap. Template dan aneka menu berada di bagian kiri bidang kerja. Sedangkan fasilitas pembesar (magnifier) ada di kanan bawah.

Modifikasi teks dan data

Untuk melakukan modifikasi teks cukup klik 2x pada teks yang akan dirubah

Untuk menyimpan hasil rancangan disediakan folder penyimpanan

Hasil rancangan

Hasil rancangan bisa diunduh dan disimpan ke folder komputer, jg tersedia opsi untuk menganimasikan infografik tersebut yang berguna ketika dishare ke sosial media.

Daftar pustaka

Resnatika, Ajeng dkk. (2018). Peran Infografis Sebagai Media Promosi Dalam Pemanfaatan Perpustakaan. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Vol. 6, No. 2 (Desember 2018) 183-196 ISSN 2303-2677 (Print) ISSN 2540-9239 (Online).

Selamat mencoba

Menggabungkan gambar image foto dengan Paint.

Oleh: Maryono

Penggabungan beberapa foto atau gambar image menjadi satu foto dapat dilakukan dengan mudah menggunakan Microsof Paint. Upaya penggabungan tersebut sering diperlukan pada saat mengumpulkan berkas recuitment, pada saat menyajikan gambar foto pada publikasi hasil penelitian, pada saat mendisain suatu infografik, dan aneka keperluan lain-lain. Pada publikasi hasil penelitian berupa artikel jurnal sering ditemui pedoman publikasi yang membatasi jumlah maksimal foto yang disertakan, sehingga upaya penggabungan tersebut sangat penting untuk meringkas dan mengurangi jumlah foto yang disertakan. Fasilitas sederhana tersebut sering kurang disadari, padahal penggabungan dengan Paint sangat mudah. Selain mampu menggabungkan beberapa image foto, Paint juga sangat mudah digunakan untuk merubah resolusi gambar image foto. Terkadang kita membutuhkan image foto berukuran lebih kecil atau yang lebih besar, menyesuaikan kebutuhan. Berikut langkah-langkahnya:

Mengumpulkan image

Kumpulkan terlebih dahulu file-file image foto yang akan digabungkan ke dalam satu folder

Membuka image dengan Paint

Lakukan stretching

Image foto dilebarkan dan disesuaikan ukurannya dengan menggeser garis tepi foto

Tambahkan image foto melalui menu puldown “Paste from”

Menata gambar image

Save as file

Hasil penggabungan

Silakan mencoba

Kitab Primbon dan Aneka Panduan di Dalamnya.

Oleh: Maryono

Kitab primbon biasanya berisi petunjuk dan panduan dalam melakukan sesuatu pekerjaan atau keterangan ringkas tentang suatu masalah. Kata “primbon” dalam kamus KBBI daring diartikan “kitab yang berisikan ramalan (perhitungan hari baik, hari nahas, dan sebagainya); buku yang menghimpun berbagai pengetahuan kejawaan, berisi rumus ilmu gaib (rajah, mantra, doa, tafsir mimpi), sistem bilangan yang pelik untuk menghitung hari mujur untuk mengadakan selamatan, mendirikan rumah, memulai perjalanan dan mengurus segala macam kegiatan yang penting, baik bagi perorangan maupun masyarakat”.  Pada masa sekarang, keterangan dalam primbon kadang terkesan lucu, karena masyarakat umumnya tidak lagi mempercayai, menganggap sebagai gugon tuhon yang tidak logis, takhyul dan syirik. Primbon merupakan salah satu warisan budaya, yang mungkin di dalamnya terdapat pengetahuan dan kearifan lokal (local wisdom) dari warisan nenek moyang kita.

Petangan

Menurut Tjahyadi, S dan Musthafa A.L. (1996), petangan diartikan sebagai perhitungan hari baik, untuk melaksanakan suatu pekerjaan penting, yang diyakini menjamin keselamatan dan keberhasilan. Petangan merupakan tradisi Jawa untuk menentukan keberhasilan berdasarkan perhitungan hari tanggal bulan dan posisi matahari dengan harapan memperoleh kelancaran dan keselamatan.  Beberapa buku langka tentang petangan telah dialihmediakan ke digital dan bisa diakses dari internet.

II De Tengerans’s Soerat Petangannja Orang Djawa Menjataken Segala Roepa itoengan Boewat Mentjari Keslametan.
IV. De Ngelmoe’s. Soerat petangannja orang Djawa menjataken segala roepa itoengan boewat mentjari keslametan.

H A Van Hien. 1896. De Javaansche Geestenwereld En De Betrekking, Die Tusschen De Geesten En De Zinnelijke Wereld Bestaat Verduidelijkt Door Petangan’s of Tellingen Bij De Javanen in Gebruik : I De Primbon’s Soerat Petangannja Orang Djawa Menjataken Segala Roepa itoengan Boewat Mentjari Keslametan. [Semarang]:G. C. T. Van Dorp. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/129

H.A. Van Hien. 1896. De Javaansche Geestenwereld En De Betrekking, Die Tusschen De Geesten En De Zinnelijke Wereld Bestaat Verduidelijkt Door Petangan’s of Tellingen Bij De Javanen in Gebruik : II De Tengerans’s Soerat Petangannja Orang Djawa Menjataken Segala Roepa itoengan Boewat Mentjari Keslametan. [Semarang]:G.C.T. Van Dorp & co. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/130

H.A. Van Hien. 1896. De Javaansche Geestenwereld En De Betrekking, Die Tusschen De Geesten En De Zinnelijke Wereld Bestaat Verduidelijkt Door Petangan’s of Tellingen Bij De Javanen in Gebruik : II De Tengerans’s Soerat Petangannja Orang Djawa Menjataken Segala Roepa itoengan Boewat Mentjari Keslametan. [Semarang]:G.C.T. Van Dorp & co.

H. A. van der Hien. 1896. De Javaansche Geestenwereld en de Betrekking : die Tusschen de Geesten en de Zinnelijke wereld Bestaat, Verduidelijkt door Petangan’s of Tellingen bij de Javanen in Gebruik.IV. De Ngelmoe’s. Soerat petangannja orang Djawa menjataken segala roepa itoengan boewat mentjari keslametan.  [ Semarang]:G.C.T. Van Dorp & co. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/593

Boekoe Pasatohan : Menjataken Hitoenganja Anak Bakal Ditemoeken Laki dengan Perampoewan, Memilih Boelan Jang Baik Bakal Nikahnja. [ Semarang]:G.C.T. Van Dorp and Co, 1888. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1683

Primbon

Koko Widayatmoko. 1994. Serat Primbon. [ Jakarta]:s.n. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1232

Soemodidjojo, R. 1991. Kitab primbon Betaljemur adammakna : ngewrat ilmu-ilmu Jawi 337 bab, titilaranipun luluhur kita Jawi ing jaman kina…sadinten-dinten. [Ngayogyakarta]:Soemodidjojo Mahadewa. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1681

Hendrik Kraemer. 1921. Een Javaansche Primbon Uit De Zestiende Eeuw Inleiding, Vertaling En Aanteekeningen. [ Leiden]:P.W.M. Trap. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2070

Koko Widayatmoko. 1996. Primbon Keris. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1221

Primbon Pusaka-Wasiat-Djimat Kraton Kraton Tanah Djawa atau Primbon Keris. s.l.: s.n., s.a. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1608

Wongsorejo. 1980. Primbon Maha Pujangga. [ Jakarta]:TB. Naga. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1623

Serat primbon Jawi. [Solo]:Sadoe Boedi,1941. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1958

Jaya Suparman. 1932. Serat primbon ngimpi. [Kediri]:Tan Khoen Swie. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1994

Daftar pustaka

https://kbbi.web.id/primbon

Tjahyadi, S. dan Musthafa Anshori L. 1996. Petangan dalam Kosmologi Jawa di tengah Pluralitas Pandangan Dunia. Jurnal Filsafat, Mei 1996.

Sejarah Kesehatan dan wabah penyakit di masa lalu.

Oleh: Maryono

Wabah penyakit atau pandemi, menurut KBBI adalah peristiwa wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas. Dalam sejarah bangsa kita, pernah terjadi aneka wabah, terbukti dari adanya dokumentasi catatan dan kajian pada masa lalu. Wabah pes, wabah malaria serta wabah kolera  telah tercatat pada masa itu. Dengan kondisi keterbatasan sains, dilakukan berbagai upaya mengatasi penularan penyakit yang pada masa itu masih sering dianggap sebagai takhyul.  Upaya pengobatan tradisional maupun menggunakan obat modern, dapat dilacak di dalam berbagai literatur yang kini telah dialihmediakan ke digital.

Pengobatan tradisional

Terdapat literatur pengobatan tradisional, yang mungkin diantara pengobatan tersebut ada yang telah punah atau tidak digunakan lagi di masa sekarang.

Zwaan, Kleiweg J.P. de. 1910. De Geneeskunde der Menangkabau – Maleiers

Zwaan, Kleiweg J.P. de. 1910. De Geneeskunde der Menangkabau – Maleiers. Amsterdam: Meulenfoff & Co. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2069

Ridley, H.N. 1907. De inlandsche geneesmiddelen der Maleiers. Amsterdam: J.H. De Bussy. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1061

Hardjokoesoemo, R.M. 1941. Boekoe Obat-Obat Djawa : Moeat Bermatjam-matjam obat Djawa asal dari penoetoeran orang-orang toea dan soedah banjak dipractikkan dengan ternjata mandjoer sekali boeat menjemboehkan beberapa penjakit. [Solo]: Boekhandel Sadoe Boedi. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1820

Pengobatan modern

Maijer, L.Th. 1896. Dari penjakit kolera : katerangan pegimana mestinja mendjaga soepaia djangan dampe kena atau katoelaran penjakit itoe. [Batavia]:Albrecht and Co. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1374

Aeckerlin, J A. 1894. Dari hal penjakit kolera. [Betawi]: Kandjeng Goebernemen.  http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1410

Groneman, I. 1901. Kitab Pendjagaan Diri dan Obatnja Waktoe Ada Penjakit Cholera. [Jogjakarta]:H. Buning. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1411

Sanatogen. [s.a.]. Pada Hal Menjatakan Sakit Demam Malaria. [Amsterdam]: Sanatogen. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1251

Kitab Kesehatan Bahaja Maoet Jang Boleh Ditolak (Malaria). [ Weltevreden ]:Drukkerij Volkslectuur. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1513

Dari hal penjakit pest (sampar) dan pendjaganja = De pestziekte en de middelen ter voorkoming daarvan. [Batavia]: Landsdrukkerij,1919. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1370

Raadt, O.L.E. 1915. Penjakit Pest di Tanah Djawa dan Daja Oepaja Akan Menolak Dia

Raadt, O.L.E. De. 1915. Penjakit Pest Ditanah Djawa dan daja oepaja akan menolak dia. [Betawi]:pertjetakan Goebernemen. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1372

Bakker, C. 1916. Penjakit Mata. Batavia: Landsdrukkerij. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1383

Hantoe. 1926. Pengetahoean tentang berbagi-bagi penjakit prempoean berikut obat-obatnja. [Semarang]:Boekhandel P.A.T.K.W.A.H. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1316

Kesehatan

Vogel, W.T. de. 1917. De Taak Van Den Burgerlijken Geneeskundigen Dienst In Nederlandsch-Indie. Amsterdam: Boek-En Steendrukkerij, v/h. Ellerman, Harms& Co. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1117

Samar, Si. s.a. Wet Nasehat dan Rasia Menoesia Prihal Perhoeboengan antara Lelaki dan Prampoean Atawa Pengatahaoean Prihal Kamanoesiaan Tersalin dari Roepa-roepa Boekoe Dokter. Batavia:Electrische Drukkerij Loa Moek En& Co.  http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1689

Moehamad Saleh Mangkoeradja, Radhen. 1901. Kitab Pengadjaran Bagaimana Patoet Orang Menoeloeng Sa-Orang Prampoean Jang Beranak. [Batavia]:Kho Tjeng Bie and Co. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1491

Elcus. 1896. Dari Hal Merawatin Gigi Jaitoe Bebrapa Nasehat akan Piara Gigi Bagoes. [Batavia]:Albrecht and rusche. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1389

Mangkuatmaja, Mas. 1913. Petotor bab kesehatan badan. [ Batawi]: Papyrus. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1992

Tuyter, A;Tjik Nang. 1930. Peladjaran Kesehatan. [Weltevreden]: J.B. Wolters. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1597

Merawat Anak-Anak Baji (Ilmoe Kadoktoran). [Batavia]:Tan thian Soe,1925. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1537

Daftar pustaka

https://kbbi.web.id/pandemi

Memantau Bencana Gempa Bumi, Tsunami dan Gunung Api Secara Real-time.

Oleh: Maryono

Sumber Informasi

Pada saat terjadi bencana gempa bumi, suasana sangat panik, gaduh dan warga dilanda kebingungan, dalam bahasa jawa “salang tunjang”. Sebagai warga Yogyakarta, yang pernah mengalami bencana tersebut, dapat menyaksikan banyaknya warga yang berlarian kesana kemari, karena adanya isu yang muncul. Diantara mereka ada yang mengungsi ke utara, dalam keadaan tubuh luka-luka dan penuh debu  dari puing tembok,  berlari ke tempat yang lebih tinggi karena adanya isu terjadi tsunami. Tetangga kami berlari mengungsi, naik ke bukit di wilayah barat Godean, Sleman Barat.

Dalam keadaan bencana kadang kita melupakan, bahwa terdapat sumber-sumber informasi terpercaya yang dapat diakses untuk memastikan kebenaran informasi, tidak terombang-ambing oleh isu yang tidak jelas. Sumber-sumber informasi tersebut diantaranya:

Magma Indonesia https://magma.esdm.go.id/v1

Magma Indonesia dikelola oleh Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral RI. Website tersebut menyediakan informasi dan visualisasi dalam bentuk peta disertai dengan lokasi bencana yang sedang aktif, baik berupa gunung api, tanah longsor, maupun gempa bumi. Dengan melakukan klik pada simbol gunung, episenter gempa, maupun tanah longsor akan dimunculkan informasi rinci terjadinya bencana tersebut.

Magma Indonesia, informasi gempa bumi, tanah longsor dan gunung api. https://magma.esdm.go.id/v1
Informasi rinci gunung Merapi

BMKG https://www.bmkg.go.id/

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyediakan informasi cuaca, iklim, kualitas udara,  gempa bumi dan tsunami.

BMKG

United States Geological Survey (USGS) https://earthquake.usgs.gov/

USGS juga menyediakan informasi bencana gempa bumi secara real-time, dalam bentuk peta dunia disertai noktah lokasi bencana dan informasi ringkas serta daftar gempa yang terjadi di berbagai lokasi diseluruh dunia.

USGS https://earthquake.usgs.gov/earthquakes/map/?extent=-64.47279,-332.57813&extent=75.32003,35.15625

Earthquake3D http://www.earthquake3d.com/

Earthquake 3D menyediakan visualisasi informasi gempa yang menarik, dalam bentuk globe yang berputar disertai episenter, dan dapat dilengkapi magnitudo, age, angles, serta flags. Aplikasi visualisasi tersebut tersedia versi free yang bisa diunduh, dan juga versi berbayar yang dilengkapi berbagai fitur tambahan. Fitur tambahan diantaranya: data bukan hanya dari USGS tetapi dari berbagai sumber, data bentuk csv, berbagai gambar globe, serta alarm gempa (alert sounds).  Aplikasi dengan visualisasi ini tentu akan lebih menarik minat anak-anak untuk mengamati dan mempelajari gempa bumi dan sains.

Earthquake3d http://www.earthquake3d.com/

Silakan mencoba

Daftar pustaka

https://magma.esdm.go.id/v1

https://www.bmkg.go.id/

https://earthquake.usgs.gov/

http://www.earthquake3d.com/

Manuskrip Digital Kraton Yogyakarta dan manuskrip Nusantara di British Library

Oleh: Maryono

Manuskrip Kraton Yogyakarta

Pada masa kerajaan, bangsa Indonesia telah memiliki tradisi tulis yang cukup tinggi, terbukti banyaknya manuskrip karya nenek moyang yang dihasilkan dan terserak di berbagai museum dan perpustakaan. Menurut Irawan (2018) setelah mengalahkan Belanda yang diakhiri dengan kapitulasi Tuntang, Inggris menyerbu kraton Yogyakarta (geger sepehi) dan mengalahkan Sultan Hamengku Buwono II pada 20 Juni 1812. Penyerbuan tersebut diikuti dengan penjarahan besar-besaran, meliputi pusaka kraton, gamelan, wayang dan ribuan naskah pustaka kraton. Setelah melalui berbagai upaya negosiasi untuk pengembalian naskah-naskah tersebut, akhirnya pada 20 Maret 2018 diresmikan proyek digitalisasi manuskrip Jawa dari Kraton Yogyakarta di British Library.

Proyek tersebut telah menyelesaikan digitalisasi 75 manuskrip, dan telah disediakan akses sepenuhnya melalui website British library https://www.bl.uk/manuscripts/. Prof. Merle Ricklefs meyakini terdapat sekitar 83 judul manuskrip yang berasal dari kraton Yogyakarta di British Library. Keterangan tersebut disusun dalam naskah “Indonesia Manuscript in Great Britain” (Ricklefs, 1977). Manuskrip tersebut terutama mengkaji sejarah Jawa, sastra dan etika, cerita islami, dan cerita wayang serta catatan pengadilan. Naskah ditulis dengan huruf Jawa dan Arab pegon, dan menggunakan kertas dari Eropa dan kertas lokal (dluwang). Daftar judul manuskrip tersebut dicantumkan dalam blog British library berikut:  https://blogs.bl.uk/asian-and-african/javanese.html.

Manuskrip Nusantara yang terancam rusak

British library melaksanakan banyak digitalisasi manuskrip nusantara, selain naskah dari kraton Yogyakarta, terdapat naskah yang terancam bahaya kerusakan  (endangered archives programme). Website penyelamatan arsip yang terancam rusak yaitu https://eap.bl.uk/, sedangkan yang khusus berasal dari Nusantara https://eap.bl.uk/search/site?f%5B0%5D=ss_country%3AIndonesia. Terdapat 18 kegiatan digitalisasi manuskrip Nusantara oleh British Library di Indonesia, di antaranya: manuskrip Minangkabau, manuskrip Cirebon, manuskrip Sunda, manuskrip Aceh, manuskrip Sumatera Barat, manuskrip Pondok Pesantren, manuskrip Riau, manuskrip Buton, manuskrip Ambon, manuskrip Makassar, manuskrip Kerinci, manuskrip Jambi, manuskrip Bali dan Lombok, manuskrip Bima, manuskrip Kampar, serta manuskrip Jawa. Koleksi manuskrip digital tersebut juga telah dapat diakses secara lengkap.

Cara akses

Manuskrip versi digital yang telah diselesaikan dapat diakses sepenuhnya melalui website

https://www.bl.uk/manuscripts/.

Portal pencarian manuskrip digital British Library https://www.bl.uk/manuscripts/

Fasilitas pencarian yang bisa menggunakan Browse atau Search. Pilihan Browse tentu akan sangat sukar digunakan, karena terdapat banyak sekali manuskrip dari berbagai negara. Dengan pilihan tersebut, tentu harus membuka satu per satu halaman daftar judul dan mencermati semua judul manuskrip.

Browse manuscript

Sedangkan dengan menggunakan pilihan Search, kita cukup memasukkan kata kunci yang telah kita ketahui.

Search manuscript

Kata kunci yang mudah digunakan untuk menemukan manuskrip nusantara diantaranya: serat, wayang, primbon, javanese, yogyakarta, bugis, sunda, aceh, malay, sumatra, jawa, lontar, makasar, bima, ambon, jambi, kampar serta babad.

Silakan mencoba

Daftar pustaka

https://blogs.bl.uk/asian-and-african/javanese.html

https://www.bl.uk/manuscripts/

https://eap.bl.uk/search/site?f%5B0%5D=ss_country%3AIndonesia

Irawan, Y. (2018). Catatan Sejarah Dalam Babad Sepehi. Jumantara, 9(2): 95-112. 

Ricklefs, M.C. 1977. Indonesia Manuscript in Great Britain. https://blogs.bl.uk/files/yogya-mss-in-bl-from-rv.pdf

Menelusuri Wilayah Nusantara Melalui Atlas Masa Lalu.

Oleh: Maryono

Menelusuri atlas, melihat peta wilayah yang dibuat pada masa kolonial memunculkan imajinasi kerja keras luar biasa yang dilakukan pada saat itu untuk membuatnya, mengingat belum adanya teknologi penginderaan dan pencitraan satelit pada masa tersebut. Berbagai ekspedisi maritim yang dibukukan, biasanya disertai lampiran berupa lembaran peta berukuran besar di bagian akhir buku, yang tidak lazim di masa sekarang. Berbagai atlas memiliki keunikan masing-masing, seperti atlas berikut yang dikaitkan dengan traktat perjanjian pembagian wilayah antara Belanda, Inggris, Spanyol, dan Portugis.

Zaayer. 1881. Het Grondgebied Van Nederlandsch Oost Indie In Verband Met De Tractaten. [Leiden]:P.Somerwil. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/876

Sedangkan peta berikut menerangkan keadaan Batavia pada saat terjadi pengepungan oleh pasukan Mataram atas perintah Sultan Agung pada tahun 1628.

Beschrijving der kaart, voorstellende de belegering van de stad Batavia
http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2064

Peta berikut tentang perang di Sulawesi pada tahun 1859 hingga 1860

De Bonische expeditien : krijgsgebeurtenissen op Celebes in 1859 en 1860.

Salah satu atlas dengan judul “Atlas van Tropisch Nederland”, diterbitkan 1938 karena pada saat itu Indonesia masih merupakan negara jajahan. Dalam atlas tersebut terdapat peta wilayah berbagai kerajaan Nusantara.

Atlas van tropisch Nederland. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/94

Daftar pustaka

Atlas van Nederlandsch Oost-Indie. 084 Atl c.1. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2067

Dornseiffen, I. 1884. Atlas van Nederlandsch Oost- en West-Indie. [Amsterdam]: Seyffardt’s Boekhandel. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/116

Gelder, W. Van; Lekkerkerker, C.  1933. Schoolatlas Van Nederlandsch Indie. Batavia: J.B. Wolters.

Leupe, P.A. 1859. Beschrijving der kaart, voorstellende de belegering van de stad Batavia. [Amsterdam]:s.l. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2064

Nederlands Aardrijkskundig Genootschap; Topografische Dienst in Nederlandsch-Indie. 1938. Atlas van tropisch Nederland. [Batavia]:Martinus Nijhoff. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/94
Kaart . 1872 . Topographische Kaart Der Residentie Soerakarta Opgenomen in De Jaren 1861, 1862, 1863, 1864, 1865 en 1866 Zamengesteld en Gephotographeerd in 1872 Op Het Topographisch Bureau Te Batavia. [Weltevreden [Batavia]]:Topographisch Bureau
Perelaer, M. T. H. 1872. De Bonische expeditien : krijgsgebeurtenissen op Celebes in 1859 en 1860. [ Leiden]:Gualth. Kolff

Zaayer. 1881. Het Grondgebied Van Nederlandsch Oost Indie In Verband Met De Tractaten. [Leiden]:P. Somerwil. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/876

Memantau penerbangan pesawat melalui Flightradar24

Oleh: Maryono

Flightradar24 https://www.flightradar24.com/, adalah layanan pelacakan penerbangan global yang dirintis oleh dua orang ahli penerbangan dari Swedia pada 2006, menyediakan informasi penerbangan ribuan pesawat di seluruh dunia. Flightradar24 melacak 180.000+ penerbangan, dari 1.200+ maskapai penerbangan, terbang ke atau dari 4.000+ bandara di seluruh dunia secara real time. Informasi tersebut saat ini tersedia secara online dan juga melalui perangkat iOS atau Android. Melalui google playstore dapat diunduh aplikasinya Flightradar24 flight tracker, dan digunakan melacak penerbangan di Indonesia maupun seluruh dunia.

https://www.flightradar24.com/-5.7,110.33/6, 13 Oktober 2020 13:45 pm
https://www.flightradar24.com/28.13,73.66/2, 13 Oktober 2020 13:55 pm

Fitur-fitur yang disediakan sesuai dengan opsi dan fee yang diminati, tetapi dengan fitur Basic alias free saja sudah cukup menjadi suatu hiburan atau kepuasan tersendiri, karena bisa memantau pergerakan pesawat secara real-time. Berbeda dengan opsi Silver yang ditambah dengan fitur Ads removed, tanpa gangguan iklan; unlimited enhanced 3d, mampu memantau secara 3 dimensi; alerts; pemberitahuan; 90 days of past flight, mampu melacak penerbangan 90 hari ke belakang; text labels, keterangan teks; more aircraft details, terdapat keterangan rinci tentang setiap pesawat. Demikian juga dengan opsi Gold dan Business dengan fitur tambahan yang lebih lengkap, dilengkapi data  penerbangan rinci, informasi cuaca, serta informasi bandara.

https://www.flightradar24.com/premium?utm_source=website&utm_medium=nav&utm_campaign=menu_subs, 13 Oktober 2020 13:46 pm

Silakan mencoba

Daftar pustaka

https://www.flightradar24.com/

Statistik Dunia yang Lengkap dan Real-time.

Oleh: Maryono

Ketika ingin mengetahui progres penanganan wabah Covid19, apa yang akan kita lakukan ? Langkah pertama tentu melacak informasinya ke sumber resmi terpercaya, yaitu sumber resmi pemerintah https://covid19.go.id/. Data yang diperoleh mungkin dirasa masih kurang, atau ingin juga mengetahui progres di negara tetangga dan negara lainnya, maka kita akan melacak informasinya ke statistik dunia. Salah satunya yaitu https://www.worldometers.info/coronavirus/.  Data dari sumber tersebut dilengkapi jumlah pasien yang sedang dalam kondisi kritis, jumlah test Covid19 yang telah dilakukan, serta dibandingkan dengan jumlah populasi tiap negara.

https://www.worldometers.info/coronavirus/, 13 Oktober 2020 8:08 am

Worldometer juga melakukan berbagai pendataan, diantaranya world population, government & economics, society & media, environment, food, water, energy, serta health.

https://www.worldometers.info/world-population/, 13 Oktober 2020 8:29 am

Sumber statistik dunia lainnya yaitu https://www.statista.com, yang juga memberikan data statistik mencakup berbagai subyek yang cukup komprehensif dan bisa diunduh dalam bentuk file pdf, xls, ppt, ataupun png.  Fitur tersebut bisa diperoleh dengan semacam fee untuk data premium, sedangkan data basic bisa diperoleh free melalu registrasi.

Statista menyediakan data dengan cakupan aneka subyek diantaranya coronavirus, social media, e-commerce, smartphone, china, food industry, cosmetics, gaming, film industry,serta  united states, internet, media & advertising, technology, transportaion, serta tourism. Statista juga menyediakan aneka pengolahan data dan solusi data bisnis.

https://www.statista.com/statistics/1043366/novel-coronavirus-2019ncov-cases-worldwide-by-country/, 13 Oktober 2020 8:50 am

World statistics http://world-statistics.org/index.php juga menyediakan data statistik cukup beragam, diantaranya Agriculture, forestry and fisheries; Culture and Communication; Development; Economy and Finance; Education; Environment and Energy; External Trade; Gender; Health; Income-Wages; Labour; Population; Population of localities; Poverty; Public policy; Research and Development; Tourism; Transport; serta Violence-Crimes.

Internetworldstat https://www.internetworldstats.com/, menyediakan aneka data statistik dunia berkaitan dengan penggunaan internet, termasuk penggunaan sosial media, telekomunikasi, serta facebook.  

https://www.internetworldstats.com/stats3.htm, 13 Oktober 2020 10:55 am

Nationmaster https://www.nationmaster.com/, menyediakan data statistik yang mencakup 300 sektor dan subsektor, industri, pemasaran, tren, dari berbagai negara.

https://www.nationmaster.com/nmx/ranking/international-spending-for-tourism, 13 Oktober 2020 11:10 am

Worldbymap https://www.citypopulation.de/en/world/bymap/, menyediakan data statistik dunia baik dalam bentu peta maupun tabel. Subyek yang tersedia mencakup diantaranya land, environment, population, demography, oil and gas, electricity, economy, trade, labor, finance, transportation, telecommunication, education dan health.

https://www.citypopulation.de/en/world/bymap/NaturalGasProduction.html, 13 Oktober 2020 11:24 am

Silakan mencoba

Daftar pustaka

https://www.worldometers.info/

https://www.statista.com/

http://world-statistics.org/index.php

https://www.internetworldstats.com/

https://www.nationmaster.com/

https://www.citypopulation.de/en/world/bymap/

Melihat Peringkat Universitas di Indonesia dan ASEAN dalam QS World University Ranking 2021.

Oleh: Maryono

QS Quacquarelli Symonds World University Rankings yang berbasis di London, melakukan pemeringkatan perguruan tinggi dengan berdasarkan metodologi yang terdiri 6 unsur berikut:

Academic reputation (40%). Reputasi akademik memperoleh bobot tertinggi sebesar 40% didasarkan pada survei akademik terhadap 100.000 pakar di berbagai Perguruan Tinggi, berkaitan dengan pengajaran dan kualitas riset. Employer reputation (10%). Reputasi berdasarkan pendapat instansi pemberi kerja memperoleh bobot 10% didasarkan pada survei sejumlah 50.000 respon yang menilai perguruan tinggi yang lulusannya paling kompeten, inovatif dan efektif. Faculty/Student Ratio (20%). Kualitas pengajaran diukur dengan angka rasio dosen per mahasiswa memperoleh bobot 20%. Citations per faculty (20%). Kualitas riset institusi diukur dengan angka sitasi per dosen memperoleh bobot 20%, dihitung dengan menjumlah semua sitasi yang diperoleh dari semua publikasi oleh dosen selama lima tahun, dibagi jumlah dosen. Semua data sitasi menggunakan data Scopus, dan swa sitasi (self-citations) tidak disertakan. International faculty ratio/International student ratio (5% each).  Kualitas juga ditunjukkan dengan kemampuan menarik dosen dan mahasiwa internasional, sehingga memiliki merk (brand) yang kuat di tingkat global. Perguruan tinggi demikian, mampu menciptakan lingkungan multinasional, memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan keahlian. Ukuran kualitas dengan angka rasio dosen internasional, serta mahasiswa internasional ini masing-masing memperoleh bobot 5%.  

Dalam pemeringkatan terbaru yang dirilis untuk tahun 2021, UGM menempati peringkat teratas di Indonesia, disusul UI dan ITB. UGM menempati peringkat 70 di tingkat Asia dan 254 di tingkat dunia.

Peringkat Universitas di Indonesia, tingkat Asia dan Dunia. Data peringkat QS World University Rankings disediakan hingga sejumlah 1000 Universitas
Peringkat Universitas di negara ASEAN, di tingkat Asia dan Dunia

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa terdapat 7 Perguruan tinggi negeri jiran di ASEAN yang mampu menempati peringkat di atas 70 di tingkat Asia, berada di atas perguruan tinggi tanah air,  2 dari Singapura dan 5 dari Malaysia. PT dari  Singapura yaitu National University of Singapore (NUS) yang menempati posisi 1 di Asia dan 11 di tingkat dunia, serta Nanyang Technological University, Singapore (NTU) yang menempati posisi 2 di Asia dan 13 di tingkat dunia. Sedangkan dari Malaysia ada 5 PT yaitu Universiti Malaya (UM) peringkat 13 di tingkat Asia, Universiti Putra Malaysia (UPM) peringkat 33, Universiti Sains Malaysia (USM) peringkat 37, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) peringkat 39 dan Universiti Teknologi Malaysia di peringkat ke 46.

Daftar pustaka

https://www.topuniversities.com/qs-world-university-rankings/methodology, 12 Oktober 2020 14:25 pm

Membuat infografik dengan Illustrator CS.

Oleh: Maryono

Illustrator CS adalah piranti lunak desain grafis keluaran Adobe Inc. Piranti lunak tersebut telah luas digunakan dan berbagai fiturnya menjadi standar internasional. Berbagai keunggulannya bisa dimanfaatkan untuk membantu mengerjakan aneka tugas yang saat ini seringkali dibutuhkan, misalnya mendesain poster, pamflet, leaflet, cover cd, cover buku, sablon kaos, iklan promosi produk, gambar presentasi dan aneka desain lainnya. Berikut keunggulan Illustrator yang sering diutamakan: Mampu menghasilkan warna gambar yang tajam, halus, jelas, dan beresolusi tinggi. Cocok untuk illustrasi, logo, dan vector image lainnya. Mampu mengerjakan file ukuran besar. Bisa diintegrasikan dengan piranti lunak Adobe lainnya. Tersedia aneka menu dan efek yang lengkap. Mampu menghasilkan cetakan beresolusi tinggi. Digunakan secara luas di dunia internasional. Ada fitur layer untuk pekerjaan yang kompleks. Tampilan interface sangat menarik. Tersedia banyak vektor dan template gratis di internet.

Meskipun kini telah hadir versi terbaru Adobe Illustrator CC 2020, tetapi versi CS tetap nyaman digunakan, dan memadai untuk pekerjaan grafis sederhana. Berikut tahapan mudah membuat infografik dengan Adobe Illustrator CS.

Membuat infografik baru

Tampilan menu Adobe Illustrator CS

Pilih menu File, New, pilih CMYK untuk dicetak

Kotak dialog Nama File, dimensi, orientasi, mode warna

Area kerja

Pilih View, Show Rulers untuk memunculkan penggaris, Show Grid untuk memunculkan garis-garis area kerja, Snap to grid untuk mengatur pergerakan kursor tepat pada grid, Snap to point untuk mengatur pergerakan kursor bebas di seluruh area kerja.

Pada toolbar sebelah kiri, pilih rectangle untuk membuat persegi, setting warna garis tepi di bagian kiri bawah, dan pilih warna untuk isiannya.

Pilih gradien tool di sebelah kiri, dan gunakan untuk memodifikasi gradasi warna

Pilih File, Place, kemudian pilih foto yang digunakan

Pilih Line segment, kemudian Type on a path tool berupa garis untuk membuat teks.

Tambahkan berbagai info menarik

Simpan sebagai pdf, kemudian bisa dikonversi ke jpg

Contoh infografik sederhana

Contoh infografik dan poster yang telah dibuat oleh penulis dalam rangka penyusunan laporan penelitian pustakawan, dengan Adobe Illustrator CS.

Selamat mencoba

Daftar pustaka

https://garethdavidstudio.com/tutorials/series/beginners_guide_adobe_illustrator

/https://www.makeuseof.com/tag/getting-started-with-illustrator/

Merekam layar monitor dengan VLC Media Player.

Oleh: Maryono

Perkembangan sains dan teknologi sangat pesat, dengan aneka kreasi dan inovasi di segala aspek kehidupan. Dalam pembuatan tutorial, atau petunjuk untuk mengerjakan sesuatu tugas spesifik yang menggunakan komputer dan internet, terdapat piranti lunak yang cukup handal digunakan untuk merekam layar. Rekaman aktivitas di layar, berupa panduan tersebut bermanfaat memudahkan dalam pelatihan dan  memandu pengerjaan tugas – tugas teknis spesifik yang mungkin terlalu rumit jika hanya menggunakan panduan tekstual.  Piranti lunak tersebut yaitu VLC media player, yang saat ini tersedia  versi 3.0.11 secara gratis karena merupakan software opensource. VLC sebetulnya sebuah piranti lunak untuk memainkan dan streaming file multimedia, tetapi memiliki beragam fitur yang bisa digunakan untuk mengerjakan perekaman layar.

Keunggulan VLC Media Player

Fitur-fitur yang dijelaskan dalam websitenya yaitu: plays everything – files, discs, webcams, devices, streams. Plays most codecs with no codec packs needed – MPEG-2, MPEG-4, H.264, MKV, WebM, WMV, MP3… Runs on all platforms – Windows, Linux, Mac OS X, Unix, iOS, Android… Completely Free – no spyware, no ads and no user tracking. Dengan fitur – fitur tersebut bisa dipahami bahwa VLC sangat kuat dan handal. Keunggulan nyata VLC media player yaitu memiliki codec yang lengkap, sehingga mampu memutar, mengkonversi dan mengolah berbagai jenis file multimedia. Bisa dijalankan di berbagai sistem operasi, Windows, Linux, maupun Mac OS. Memutar file multimedia dari komputer, CD, DVD maupun streaming dari internet. Bisa beroperasi sebagai server saat streaming di jaringan lokal dan internet. Operasi penambahan subtitle, tag format, konversi, filter, skin, dapat dilakukan dengan berbagai interface. Piranti lunak yang ringan, cepat, dan gratis atau free karena merupakan opensource, jadi tidak ada iklan dan aneka prosedur login, sign up, trial, ataupun serial number. Memiliki setting audio effect yang mantap dan menghasilkan suara jernih, penting untuk layanan multimedia. Mampu melakukan sinkronisasi audio video, memungkinkan untuk penambahan watermark pada video, serta mengatur pemutaran video melalui web.

Berikut langkah mudah perekaman layar dengan VLC:

A. Menyiapkan kursor / pointer berupa icon

Unduh kursor dari internet, misal: finger icon dari https://www.freeicons.io/gestures-icons/icon-one-finger-icon-6801

Pindahkan icon ke drice C:\ yang mudah ditemukan

Melakukan setting icon yang digunakan

Tampilan VLC Media Player

Pilih menu Tools, kemudian Preferences

Pada kiri bawah, show settings, pilih .All
Pada sidebar kiri, pilih Access modules, kemudian Screen
Pada bagian kanan, Isikan pointer atau kursor mouse dengan memilih Browse dan di Save
Penyiapan kursor selesai

B.Menyiapkan aktivitas yang akan direkam

Misal: rencana dibuat rekaman aktivitas melukis dengan adobe illustrator CS, bisa disiapkan terlebih dahulu obyek yang akan dilukis, ukuran halaman, benda-benda yang akan dilukis, bentuk-bentuk, serta pewarnaan atau pun gradasi yang sesuai.

C. Melakukan setting perekaman

Pilih menu Media, kemudian Open Capture Device

Pada bagian kanan atas, pilih menu Desktop. Merekam layar desktop PC. Kemudian isikan frame rate, misal 15 f/s. Ukuran kecepatan gambar per detik tangkapan layar.

Kemudian pilih Play, untuk memulai perekaman layar (screen recording).

D. Mulai merekam

Selamat mencoba

Daftar pustaka

https://www.videolan.org/, 30 September 2020 13:40 pm

Melihat peringkat publikasi Indonesia di DOAJ dan Scimago.

Oleh: Maryono

Semenjak diberlakukannya berbagai regulasi di bidang publikasi riset, telah terjadi banyak perubahan peningkatan kinerja dan produktivitas publikasi dosen maupun peneliti Indonesia.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan republik Indonesia Nomor 92 Tahun 2014, yang mewajibkan akademisi yang telah menduduki jabatan lektor kepala untuk mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional, serta guru besar dan profesor di jurnal internasional bereputasi.  Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 9 Tahun 2015, yang mewajibkan peneliti yang mencapai jenjang profesor riset untuk mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi.  Surat Edaran Dirjen Dikti No. 152/E/T/2013 Tanggal 27 Januari 2012 yang mewajibkan mahasiswa doktoral mempublikasikan karya ilimiah di jurnal internasional.  Berbagai regulasi tersebut (Maryono dan Surajiman, 2017), berhasil mendorong kinerja publikasi yang dapat dilihat, baik di DOAJ untuk jurnal open akses maupun di Scimago. Untuk dapat melihat peringkat tersebut diperlukan beberapa langkah yang sangat mudah. Berikut tahap-tahapnya:

DOAJ

https://doaj.org/

Pilih Advanced Search

Advanced Search

Pilih journals

Menu Country of Publisher

Pilih Country of Publisher

Angka 10 diganti 200

Muncul data peringkat negara

Peringkat negara
Grafik peringkat negara asal penerbit jurnal open akses

Sedangkan peringkat publikasi jurnal dan negara di Scimago, yang berdasarkan data dari Scopus dapat dilihat sebagai berikut:

https://www.scimagojr.com/

Pilih Country Rankings

Pilih data tahun 2019

Data tersebut menunjukkan Indonesia berada pada peringkat 21, di atas Malaysia (23) dan Singapura (37), Thailand (40), Vietnam (49), serta Philippine (63).
Peringkat Negara berdasarkan jumlah publikasi (dokumen) tahun 2019

Daftar pustaka

https://www.scimagojr.com/, 28 September 2020 10.52 am

https://doaj.org/, 28 September 2020 9.40 am

Maryono Dan Surajiman. 2017. Kolaborasi Internal, Domestik dan Internasional serta Korelasinya dengan Sitasi yang Diperoleh: Analisis Publikasi UGM di Scopus. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Vol. 13 No. 2, Desember 2017. DOI: http:// 10.22146/bip.27492.

Rumphius, ilmuwan buta perintis botani tropis dan sejarah Ambon.

Oleh: Maryono

Rumphius adalah ilmuwan keturunan Jerman yang banyak meneliti flora fauna, botani, zoologi, tanaman obat dan sejarah Ambon.  Menurut Veldkamp (2011), Georgius Everhardus Rumphius lahir di Wolfersheim, Hessen, Jerman pada akhir tahun 1627. Dia bergabung dengan VOC sebagai tentara dan meninggalkan Belanda pada 1652.  Latief et.al. (2016) menyebutkan bahwa Rumphius berhasil mendarat di Batavia pada bulan Juni 1653, dan berangkat ke Ambon pada November 1653, dan kemudian tidak pernah pergi meninggalkan Ambon.  

Menjadi tentara ternyata tidak memuaskan Rumphius, sehingga pada tahun 1657 kemudian mengajukan alih tugas sipil sebagai staf perdagangan. Saat itulah Rumphius memulai melakukan studi flora dan fauna kawasan Ambon secara sistematis, mulai menulis dan terus menulis serta membuat ilustrasi. Rumphius berdiam di Hitu, bersama keluarganya.

Pada bulan April tahun 1670, pada usia 42, glaukoma menyerang matanya sehingga mengalami kebutaan, musibah sangat besar bagi seorang ilmuwan alam. Dengan bantuan anak laki-laki dan pembantunya, Rumphius tetap melanjutkan pekerjaannya.  Rumphius berhasil menyelesaikan tiga karya besar: Amboinsch Kruidboek, Amboinsch Rariteitkamer, dan Amboinsch Dierboek.  Bagi Rumphius, tragedi terbesar terjadi pada tahun 1674 yaitu gempa dan tsunami yang melanda Ambon dan sekitarnya, menewaskan isteri dan anak perempuannya. Pada tahun 1687 tragedi lain juga terjadi yaitu kebakaran besar di Ambon, buku koleksi, manuskrip dan gambar-gambar yang di buat Rumphius sebelum tahun 1670 turut terbakar. Untungnya sebagian buku utama bisa diselamatkan. Tragedi masih berlanjut, pada 1695 sebagian manuskrip dan ilustrasinya hilang dicuri dari kantornya. Rumphius wafat pada 1702. Karya-karya Rumphius yang hilang ataupun terbakar, pada akhirnya berhasil ditulis ulang dan diselamatkan. Pada tahun 1679 – 1680 Gubernur Ambon, Dirck de Haes menuliskan dalam laporannya, pekerjaan Rumphius telah selesai, menulis 1720 bab termasuk 12 buku.

Salah satu karya Rumphius, mendokumentasikan peristiwa gempa dan tsunami 1674, berjudul: Waerachtigh Verhaeel van de Schricklijke Aardbevinge, Nuonlanghs eenigen tyd herwerts, ende voor naemntlijck op den 17, February des Jaers 1674. Voorgevallen, en ontrent de Eylanden van Amboina (Kisah Nyata Tentang Gempa Bumi yang Dahsyat yang terjadi beberapa waktu yang lalu dan sebelum itu, tetapi terutama pada tanggal 17 Februari tahun 1674 di pulau pulau Amboina). Karya tersebut menjadi catatan gempa tsunami lengkap pertama di Nusantara.

Menurut Pangemanan (2012), terdapat 6 karya besar Rumphius, dan disimpan di Perpustakaan Rumphius Ambon. Keenam karya tersebut yaitu:  (1) Amboinsche Kruidboek (buku tentang rempah-rempah dan botani) yang dikenal juga sebagai Herbarium Amboinense terbitan tahun 1695, (2) D’Amboinsche Rariteitkamer (= barang-barang aneh dan langka dari Ambon) terbitan tahun 1705,  dan (3) Amboinsche Dierbook (buku tentang binatang-binatang Amboina) terbitan awal dasawarsa 1690-an, yang aslinya hilang dan tidak pernah ditemukan lagi selain dalam salinan kembali (diduga plagiat) oleh pengarang François Valentijn dalam Bab IV bukunya Beschryving van Ooost-Indie di bawah judul: Verhandelingen der Dieren, Vogelen en Vischen (perihal binatang-binatang, burung dan ikan), terbit sekitar tahun 1724 hingga 1741. Seluruh buku François Valentijn (8 jilid) yang sebenarnya tidak kalah masyhur tahun-tahun itu tersimpan lengkap di Perpustakaan Rumphius. Sementara tiga buku penting lainnya Rumphius yang lebih menyangkut kesejarahan nasional mencakup (4) D’Ambonsche Land-Beschrijving (perihal pulau-pulau di gubernemen Amboina), yang terbit tahun 1679, (5) De Ambonensche Historie (Sejarah Ambon) terbitan tahun 1679, dan (6) Waerachtigh Verhael van de Schrickelijcke Aerdtbevnge (Kisah nyata tentang gempa bumi dahsyat), terbitan Batavia, tahun 1675.

Sungguh mengharukan, dalam keadaan buta dan tragedi beruntun, Rumphius dengan gigih menghasilkan karya-karya besarnya di bidang flora fauna, botani tropis, juga pengobatan herbal. Baas dan Veldkamp (2013) menyebutkan bahwa Rumphius merupakan salah satu pionir botani Asia di abad 17. Ilmuwan yang lahir tanpa melalui pendidikan universitas, tetapi hanya karena terinspirasi oleh minat dan kecintaan terhadap pengetahuan alam tropis. Semua karya besar Rumphius diterbitkan setelah wafat, dalam bidang zoology, botany, geography dan history. Dari enam karya besar Rumphius, terdapat satu di koleksi langka digital perpustakaan UGM, yaitu De Ambonsche Historie http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2056. Sedangkan buku lainnya berisi laporan peringatan mengenang Rumphius dari museum kolonial Verslag der Rumphius Herdenking http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2057. 

Daftar pustaka

Baas, Pieter and Veldkamp, J.F. 2013. Dutch pre-colonial botany and Rumphius’s Ambonese Herbal. Allertonia 13, 2013, pp. 9–19

Latief, Hamzah et.al. (2016. Air Turun Naik di Tiga Negeri: Mengingat Tsunami Ambon 1950 di Hutumuri, Hative kecil dan Galala. Jakarta: UNESCO

Pangemanan, Fritz. 2012. Enam Mahakarya Rumphius Tersimpan di Perpustakaan Rumphius, Ambon. Harian Pagi Suara Maluku, Jumat, 24 Februari 2012. https://id-id.facebook.com/notes/berita-katolik/enam-mahakarya-rumphius-tersimpan-di-perpustakaan-rumphius-ambon/10151288492000538/

Veldkamp, J.F. 2011. Georgius Everhardus Rumphius (1627–1702), the blind seer of Ambon. Gardens’ Bulletin Singapore 63(1 & 2): 115. 2011 https://www.nparks.gov.sg/sbg/research/publications/gardens-bulletin-singapore/

Dokumentasi bencana gempa dan aktivitas vulkanik masa kolonial. Oleh: Maryono

Berbagai peristiwa bencana alam, baik gempa bumi, tsunami maupun letusan gunung berapi telah terjadi di Nusantara berabad-abad lampau. Terdapat berbagai catatan dan dokumentasi menarik yang disusun oleh para ilmuwan Belanda. Wilayah terdampak bencana yang sempat didokumentasikan tersebut meliputi Padang, Sumatra Barat tahun 1927; Wonosobo tahun1924; Maos 1923; dan Ambon tahun 1898. Disamping bencana tersebut terdapat juga catatan aktivitas vulkanik gunung Merapi, letusan gunung api di Jawa timur dan Flores. Adanya fakta di dalam buku dokumentasi tersebut menunjukkan bahwa wilayah Indonesia memang rawan bencana, khususnya gempa bumi, letusan gunung api, tsunami dan tanah longsor.

De aardbevingen van Wonosobo op 12 November en 2 December 1924 De Aardbeving van Maos op 15 Mei 1923. Ir N J M Taverne;Ch E Stehn [ Weltevreden ]:G. Kloff,1925.
De aardbevingen in de padangsche bovenlanden (with english summary). Visser, S. W.;Akkersdijk, M. E. [Batavia]:Ruygrok & Co,1927

Buku-buku koleksi langka digital yang mendokumentasikan bencana tersebut diantaranya:

De aardbevingen in de padangsche bovenlanden (with english summary). Visser, S. W.;Akkersdijk, M. E. [Batavia]:Ruygrok & Co,1927

De aardbevingen van Wonosobo op 12 November en 2 December 1924 De Aardbeving van Maos op 15 Mei 1923. Ir N J M Taverne;Ch E Stehn [ Weltevreden ]:G. Kloff,1925.

Kort verslag over de aardbeving te Ambon op 6 januari 1898. R D M Verbeek [Batavia]:Batavia : Landsdrukkerij,1898.

De Vulkanische Eruptie’s in Oost Java in het Laatst der 16 de Eeuw. R D M Verbeek [ ‘s-Gravenhage]:Mouton & Co.,1925.

De Merapi. Louis van Vuuren [Utrecht]:Oosthoek,1932.

Foto’s en platen behoorende bij vulkanen van Flores. Kemmerling, G.L.L [Bandoeng]:Druk N.V maks & V.D klits,1929.

Perbaikan Efek Visual dan Penambahan Hyperlink Sebagai Upaya Pengembangan Website Koleksi Langka. Oleh: Maryono

Intisari

            Penelitian tentang pengembangan website koleksi langka perpustakaan UGM yang telah dilakukan pada tahun 2019 menghasilkan pemahaman adanya masalah utama pada website tersebut.  Masalah utama yang ditemukan di antaranya yaitu: tampilan, daya tarik visual, ketepatan waktu, ketersediaan koleksi, kemudahan berinteraksi, waktu loading dan piranti akses. Masalah tampilan dan daya tarik visual diupayakan dapat diatasi dengan penggunaan aplikasi viewer interaktif yaitu flippingbook viewer. Upaya tersebut semula diperkirakan akan sangat tergantung pada tersedianya staf spesialis desainer grafis, tetapi ternyata dapat diperbaiki dengan aplikasi flipping book viewer. Peningkatan ketersediaan koleksi dilakukan dengan penambahan link koleksi langka digital manuskrip jawa di British Library dan Universitas Leiden. Artikel ini mengkaji kedua langkah prioritas pengembangan website tersebut. Pertama memaparkan aplikasi flipping, perbandingan berbagai aplikasi yang tersedia, serta kelayakan penggunaannya. Kedua memaparkan link koleksi digital manuskrip jawa dari kraton Yogyakarta di British Library serta Universitas Leiden, menjelaskan kelebihan konten yang tersedia.

Kata Kunci: Koleksi langka, Flipping book, Pengembangan website, Ketersediaan Koleksi

Media Informasi, Volume 29, No.1, Juni 2020, p79-94

Perbaikan efek visual

Pengembangan website koleksi langka Perpustakaan UGM sebagai preservasi digital heritage menuju era industri 4.0. Oleh: Maryono dan Mardi Pramono

Abstrak
Koleksi langka sangat penting dilestarikan mengingat nilai sejarah di dalamnya, melalui digitalisasi dan pengembangan website sebagai preservasi digital heritage. Berdasarkan data google analytics, terlihat bahwa kinerja website koleksi langka Perpustakaan UGM masih sangat rendah, baik dari jumlah pengguna, kunjungan, durasi kunjungan maupun kunjungan berulang masih jauh dari harapan. Tujuan penelitian ini hendak mengetahui kinerja dan keterpakaian website, mengetahui website yang dikehendaki pengguna, dan menyusun rumusan pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi, melalui pengumpulan data survei dengan kuesioner tertutup dan terbuka ditambah wawancara untuk memperdalam permasalahan. Analisis secara kuantitatif dan kualitatif, yang ditambah analisis dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja website belum menggembirakan, pengguna menghendaki perubahan pada 5 unsur, yaitu tampilan, daya tarik visual, konten informasi, informasi tepat waktu, dan kemudahan interaksi. Adapun pengembangan yang diharapkan meliputi desain baru bernuansa sejarah, pemasangan flippingbook viewer, dan infografik, penambahan link, indeks, anotasi, dan recommended search, penambahan kolom ulasan dan sosial media. Sesuai data google analytic menunjukkan bahwa perlunya mengurangi waktu loading, menggunakan kompresi file pdf, dan perbaikan rancangan sesuai piranti mobile. Analisis kualitatif berhasil menjaring keinginan untuk mengakses versi digital dari manuskrip Indonesia di Belanda dan Inggris, serta kebutuhan dalam penambahan staf desainer grafis yang diharapkan mampu memperbaiki tampilan dan daya tarik visual.
Kata Kunci: Koleksi langka; Preservasi digital; Pengembangan website; Perpustakaan UGM; Webqual 4.0

Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Vol. 8, No. 1 (Juni 2020) 1-20. doi: http://dx.doi.org/10.24198/jkip.v8i1.23348

23348-89398-1-PB

Mendajung Antara Dua Karang, Dasar Politik Luar Negeri Bebas Aktif RI. Oleh: Maryono

Bung Hatta, tokoh proklamator, wakil presiden, dan juga penulis banyak buku. Diantara karya-karya beliau, terdapat satu karya dengan judul yang penuh kiasan “Mendajung antara dua karang”. Buku tersebut merupakan pidato beliau dalam sidang Badan Pekerja Komite Nasional Pusat (BPKNP) di Yogyakarta, 2 September 1948. Melalui pidato tersebut, Bung Hatta menggariskan dasar kebijakan politik luar negeri “bebas aktif” yang tetap relevan sampai sekarang. Seperti diketahui, kondisi tatanan dunia terpolarisasi ke dalam dua blok yang saling berebut pengaruh yaitu blok barat dan blok timur. Argumen Bung Hatta dalam buku tersebut telah teruji menghadapi berbagai serangan pengaruh tokoh-tokoh yang cenderung memihak kedua kekuatan utama tersebut. Indonesia tidak boleh pasif dalam kancah politik di dunia internasional, tetapi harus selalu berperan aktif, berhak dan berdaulat penuh untuk memutuskan nasibnya sendiri.

Buku “Mendajung Antara Dua Karang” karya Bung Hatta
Kutipan pidato halaman 14
Kutipan halaman 40

Daftar pustaka

Hatta, Mohammad. (1951). Mendajung Antara Dua Karang: Keterangan Pemerintah Diutjapkan Oleh Drs. Mohammad Hatta di Muka Sidang BPKNP di Djokja Pada Tahun 1948. Djakarta: Kementerian Penerangan Republik Indonesia

Maryono. (2015). Bung Hatta, Proklamator, Ilmuwan, Penulis dan Karya-Karyanya: Sebuah Analisis Bio-Bibliometrik. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Vol. 11 (2), 24-35.

Penggunaan API untuk mengimpor data bibliografi database Crossref ke Vosviewer. Oleh: Maryono

API berasal dari singkatan “Application Programming Interface”, suatu alat (tool) yang digunakan untuk berbagi (share)  konten dan data antar aplikasi (software). Dengan API bisa dilakukan pencarian data dan ekstraksi data antar aplikasi, dalam uraian ini antara aplikasi Vosviewer dengan database tertentu. Database tersebut di antaranya seperti tertera dalam dialog box aplikasi Vosviewer, yaitu: Crossref, Europe PMC, Microsoft Academic, Semantic scholar. OCC, COCI dan Wikidata.

Mengimpor data melalui API

Penggunaan API sangat mudah, karena tidak diperlukan prosedur mengekspor / mengekstrak data terlebih dahulu. Prosedurnya cukup dengan memasukkan judul jurnal atau ISSN jurnal yang hendak dianalisis. Misalkan kita akan melakukan analisis Co-occurrence dari jurnal “Biological Conservation” yang ada di database Crossref.

Dari interface utama klik Create

Interface utama Vosviewer

Terdapat 3 pilihan, Create a map based on network data / bibliographic data / text data. Pilih yang ke tiga, based on text data

Create a map based on text data

Choose data source, pilih download through API

Mengimpor data melalui API

Pada search query, kombo API, pilih Crossref, dan masukkan judul jurnal (case sensitive) dan harus diperhatikan huruf besar kecil harus sama persis.

Menentukan database, jurnal atau ISSN

Proses mengunduh data …

proses

Memeriksa dokumen yang dihasilkan

Memeriksa dokumen

Menentukan field yang akan diekstrak, yang disediakan hanya field “judul”

Menentukan field yang diekstrak

Proses …

proses ekstrak

Tentukan metode menghitung, “binary” artinya beberapa kemunculan kata / istilah dalam satu dokumen / publikasi dihitung sebagai satu

Menentukan metode menghitung

Jumlah minimum kemunculan suatu kata / istilah

Menentukan jumlah minimum kemunculan term / istilah

Menentukan jumlah term / istilah

Menentukan jumlah istilah

Memeriksa daftar term / istilah

Menentukan dan membuang daftar term / istilah

Hasil visualisasi term / istilah dari field judul

Hasil visualisasi, warna menunjukkan Cluster, ukuran menunjukkan jumlah kemunculan (Occurrence)

Semoga bermanfaat

“Die Ostasiatische Inselwelt”, Buku Dokumentasi Perjalanan Ke Kepulauan Asia Timur. Oleh: Maryono

Buku berjudul “Die ostasiatische Inselwelt: Land und Leute von Niederländisch-Indien: den Sunda-Inseln, den Molukken sowie Neu-Guinea : Reise-Erinnerungen und Schilderungen. I: Das Tropen-Eiland Java. – II: Sumatra, Borneo, Celebes, die Molukken und Neu-Guinea, ” terbit pada tahun 1868. Buku tersebut ditulis oleh Dr. S. Friedmann, dan berisi dokumentasi perjalanan ke pulau jawa pada bagian I dan perjalanan ke Sumatra, Borneo, Celebes, Molukken dan Neu-Guinea. Berbahasa Jerman, terbit di kota Leipzig, oleh penerbit Verlag van Otto Spamer.

Dalam bahasa Indonesia, judul buku tersebut kurang lebih sebagai berikut: “Kepulauan Asia Timur: Negara dan orang-orang Hindia Belanda: Kepulauan Sunda, Maluku, dan Papua: dokumentasi  perjalanan dan deskripsinya“.  Hal menarik dari buku setebal 266 + 252 halaman tersebut, sangat banyak mendokumentasikan berbagai keadaan alam, flora dan fauna, adat istiadat, berbagai peristiwa yang unik, bangunan, kegiatan masyarakat dan pasti sangat jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Semua gambar dokumentasi dibuat dengan sketsa, disertai dengan deskripsi. Meskipun dengan sketsa tetapi gambar yang dihasilkan terlihat natural dan rinci.  

Rampogan macan di keraton kasunana Solo 1847
Tradisi membatik
Puing-puing reruntuhan candi Borobudur
Puing-puing reruntuhan candi Prambanan
Kanal air Batavia
Jembatan bambu di kampung
Pasar tradisional Surabaya
Ular pemangsa
Koloni kalong raksasa

Daftar pustaka

Friedmann, S. (1868). Die ostasiatische Inselwelt: Land und Leute von Niederländisch-Indien: den Sunda-Inseln, den Molukken sowie Neu-Guinea : Reise-Erinnerungen und Schilderungen. I: Das Tropen-Eiland Java. – II: Sumatra, Borneo, Celebes, die Molukken und Neu-Guinea. Leipzig : Verlag van Otto Spamer, 1868.

Semoga bermanfaat

Vosviewer: piranti lunak pemetaan bibliometrik. Oleh: Maryono

Analisis data bibliometrik secara visual melalui mapping tools sangat dibutuhkan di era sekarang. Dengan mapping tools bisa didapatkan gambaran dan berbagai informasi perkembangan bidang ilmu dan kinerja riset yang telah dilaksanakan. Menurut Van Eck (2020) tidak semua database mendukung setiap jenis analisis. Database utama yang mendukung hampir semua jenis analisis yaitu Web of Science dan Scopus. Perbedaan struktur data dan kebijakan diantara database tersebut, yang menyebabkan hanya jenis analisis tertentu yang tersedia untuk masing-masing database. Dalam tabel berikut terlihat bahwa database Pubmed tidak atau belum mendukung analisis sitasi, analisis pasangan bibliografi dan analisis ko-sitasi. Sedangkan Dimensions hampir sama dengan WOS dan Scopus, telah mendukung hampir semua jenis analisis.

Types of networks supported by each data source

Tabel database dan jenis pemetaan yang dapat dilakukan

Van Eck (2017) juga menyebutkan penggunaan beberapa software tools untuk mapping, diantaranya:

VOSviewer

Vosviewer sangat populer dan memiliki karakteristik sebagai berikut: memetakan berbagai jenis analisis bibliometrik; mendukung beberapa database bibloiografi utama; dimensi waktu diabaikan; terbatas untuk menganalisis sejumlah data kecil hingga menengah; ditujukan untuk fungsi mengolah teks; menggunakan teknik layout dan kluster; menggunakan fitur visualisasi canggih; menggunakan sistem pelabelan visual; menggunakan visualisasi overlay dan density. Jenis pemetaan bibliometrik yang mampu dilakukan dengan Vosviewer:

  • Pemetaan ko-pengarang (Co-authorship maps), terdiri dari: pengarang, organisasi, negara
  • Pemetaan sitasi (Citation maps), tgerdiri dari: publikasi, jurnal, organisasi, negara
  • Pemetaan ko-sitasi (Co-citation maps), terdiri dari: publikasi, jurnal, pengarang (hanya pengarang pertama)
  • Pemetaan pasangan bibliografi (Bibliographic coupling maps), terdiri dari: publikasi, jurnal, pengarang, organisasi dan negara
  • Pemetaan subyek / kata kunci (Co-occurrence maps), terdiri dari kata kunci dan istilah dari judul dan abstrak

Daftar pustaka

Van Eck, N.J. (2019). Open data sources in VOSviewer. Center of Scientometrics (CoS), National Science Library, Chinese Academy of Sciences, Beijing, China, April 12, 2019

Van Eck, N.J. (2017). Science Mapping and Research Positioning. BenchTechSeminar Technical University Munich, Munich, Germany, June 28, 2017

Semoga bermanfaat

Melihat Peringkat Ilmuwan Indonesia di Google Scholar, Scopus, dan Sinta. Oleh: Maryono

Bagaimanakah peringkat ilmuwan dapat diketahui? Peringkat ilmuwan sangat penting karena merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi kinerja riset dan publikasi yang telah dilakukan. Dengan mengetahui peringkat tersebut, dapat dilihat kinerja masing-masing ilmuwan, berapa jumlah publikasi, jumlah sitasi diperoleh, afiliasi ilmuwan, bidang keilmuan yang ditekuni, angka h-index, i10 index, distribusi publikasi menurut tahun berjalan, distribusi sitasi, serta co-authors yang merupakan rekan sejawat kolaborasi dalam meneliti dan publikasi. 

Terdapat berbagai cara untuk mengetahui peringkat ilmuwan, karena pemeringkatan tersebut diselenggarakan oleh berbagai institusi, diantaranya yaitu: google scholar, Sinta dari Dikti, dan Scopus.

1.Google Scholar

Login ke google scholar https://scholar.google.co.id/

Search kata “Indonesia” akan muncul peringkat ilmuwan Indonesia

Peringkat ilmuwan Indonesia di Google scholar

2. Scopus

Dengan advanced search, bisa kita dapatkan peringkat ilmuwan Indonesia, syntax berikut:

AFFILCOUNTRY(“INDONESIA”), akan menghasilkan 156.891 dokumen pada 21 Januari 2020, 08.00 am

Hasil advanced search AFFILCOUNTRY(“Indonesia”)

Pada bagian kiri, terdapat peringkat ilmuwan, author name beserta jumlah dokumen yang telah dipublikasikan

Peringkat ilmuwan Indonesia di Scopus

Check salah satu, akan dimunculkan kinerja ilmuwan tersebut

Kinerja satu ilmuwan Indonesia

Klik author’s detail, akan dimunculkan rincian kinerjanya

Rincian kinerja ilmuwan, jumlah publikasi disertai perolehan sitasi

3. Sinta

Akses ke Sinta Science and Technology Index  http://sinta2.ristekdikti.go.id/

Pilih tab Authors, akan muncul peringkat ilmuwan Indonesia

Semoga bermanfaat

Ekstrak Data Scopus, Pubmed, dan Dimensions Oleh: Maryono

Data bibliografi dan sitasi dalam database Scopus, Pubmed maupun Dimensions merupakan sumber informasi yang sangat berharga untuk dianalisis. Analisis mencakup analisis data bibliografi, serta analisis data subyek dan kata kunci. Analisis data yang dapat dilakukan di antaranya: analisis sitasi (citations) yaitu: dokumen, jurnal, pengarang, intitusi dan negara; analisis ko-sitasi (co-citatiosn) yaitu: dokumen, jurnal, pengarang, intitusi dan negara; analisis ko-pengarang (co-authorship) yaitu: pengarang, institusi dan negara; analisis pemetaan subyek bidang ilmu (co-occurrence) yaitu kata kunci dan istilah; serta analisis pasangan bibliografi (bibliographic coupling) yaitu: dokumen, jurnal dan pengarang.

Analisis sangat bermanfaat utamanya untuk mengetahui perkembangan bidang ilmu dalam suatu subyek, sekaligus menemukan bidang kajian yang telah banyak dikembangkan dan bidang yang masih sangat jarang dikaji dan diekmbangkan. Manfaat lainnya dapat mengetahui peta kolaborasi (co-authorship), dengan siapa saja dan pihak mana saja kolaborasi telah dilakukan, dan seberapa manfaat dari segi dampak sitasi yang didapatkan. Terdapat berbagai pihak yang berkepentingan terhadap hasil analisis tersebut, di antaranya: peneliti, institusi riset, universitas, penyandang dana, penerbit ilmiah, maupun dunia industri.

  1. Esktrak data Scopus:
  • https://www.scopus.com/.  Advanced Search: Syntax berikut menghasilkan 1865 dokumen pada 13 januari 2020. 13.10 pm
  • TITLE ( “bibliometric” )  AND  PUBYEAR  >  2015  AND  ( LIMIT-TO ( DOCTYPE ,  “ar” ) ) 
Hasil penelusuran advanced search
  • Check di kotak select All, untuk menentukan dokumen yang akan diekspor
  • Klik Export
Setting ekspor dokumen Scopus
  • Check semua kotak data bibliografi di atas
  • Check tombol CSV
  • Klik Export
Memilih format CSV
  • File CSV hasil ekspor yang dihasilkan, bisa dimpan
Menyimpan file hasil ekspor
  • File hasil ekspor format CSV bisa dibaca dengan aplikasi atau dengan konversi di excell
File CSV hasil ekspor
  • File CSV dibaca dengan Excell melalui konversi
File CSV yang dibaca dengan Excell

2. Ekstrak Data Pubmed

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/advanced. Penelusuran Advanced search dengan kriteria title “bibliometric” dan date of publication 2020/01/01 hingga sekarang, menghasilkan 973 dokumen, pada 13 Januari 2020, 14:07 pm

Hasil advanced search Pubmed
  • Pada bagian kanan atas terdapat menu kombo Send to, yang bisa diisi dengan berbagai opsi penyimpanan file hasil penelusuran. Dalam sesi ini dipilih File format CSV dan klik Create file
Menentukan format hasil ekspor Csv
  • Menyimpan hasil ekspor dari pubmed
Menyimpan Csv dari pubmed
File Csv pubmed
  • Membaca file CSV hasil ekspor dari Pubmed
File Csv Pubmed dibaca dengan CsvFileView

3. Ekstrak Data Dimensions

https://app.dimensions.ai/discover/publication. Penelusuran dengan Free text pada Title dan Abstract dengan kata “bibliometric” dan Filter “2015 sd 2020” serta publication type “article” menghasilkan 6.384 dokumen

Hasil search Dimensions
  • Penggunaan menu Save / Export dapat dilakukan setelah melakukan proses Registrasi dan Login. Terdapat opsi Export for Bibliometric mapping
Export for bibliometric mapping
  • Export for bibliometric mapping, terdapat keterangan bisa dilakukan dengan Vosviewer dan CiteSpace. Klik Go to export center
Go to export center
  • Menunggu Proses Ekspor
Export center, menunggu proses
  • File Csv hasil ekspor siap diunduh
Proses export telah selesai, file Csv siap diunduh

. Mengunduh file Csv

Mengunduh Csv dari dimensions
  • File CSV telah diunduh
File Csv dari Dimensions

. Membaca file Csv dari Dimensions dengan CsvFileView

File Csv dari Dimensions dibaca dengan CsvFileView

Semoga bermanfaat

CSV Viewer, Aplikasi Praktis dan Gratis Untuk mengkonversi File CSV. Oleh: Maryono

Dalam postingan terdahulu, telah dijelaskan prosedur mengkonversi file .csv ke excell. Selain menggunakan prosedur tersebut, kini telah banyak dikembangkan aplikasi csv viewer yang dengan sangat mudah mampu membaca, menampilkan dan mengkonversi file .csv ke berbagai format file, dan terutama ke format excell. Aplikasi tersebut biasanya dijalankan secara online, tetapi ada juga yang dijalankan offline, diunduh dan diinstal di komputer.

Aplikasi csv viewer yang dijalankan online:

Convertcsv : melakukan konversi csv ke Delimited, Flat File, Geojson, Html Table, Json, Kml, Markdown, PDF, Sql, Xml dan Yaml

Convertcsv

Becsv : melakukan konversi csv ke Tabel, Excell, Html, Sql, Lines, Kml, Xml, Yaml, Txt, Tsv dan Json

Online Excell viewer : dapat membaca dan menampilkan file csv di browser, dalam bentuk tabel excell yang bisa dikonversi ke excell, open office spreadsheet, pdf dan html.

Online Excell Viewer

Website lainnya yang juga menyelenggarakan konversi csv yaitu extendsclass

Aplikasi csv viewer yang dijalankan offline:

Csv viewer versi 1.0 dapat diunduh dari situs csvviewer atau tucows, dan dapat diinstal di komputer. Aplikasi tersebut gratis dan dapat membuka serta membaca file .csv dengan mudah. Selanjutnya tabel yang sudah terbuka dapat dilakukan proses pengurutan (sorting), dan dapat dicopy ke excell dalam kondisi struktur tabel yang sudah tertata rapi.

csvviewer versi 1.0

CsvFileView, terbaru versi 2.43, dapat diunduh di nirsoft dan dapat diinstal di komputer. Aplikasi gratis ini memiliki fitur yang lebih lengkap dari csv viewer, dan dapat mengkonversi ke file Tab-Delimited, XML, atau HTML.

CsvFileView versi 2.43

Semoga Bermanfaat

Kampung Akhirat Lebih Utama. Oleh: Maryono

Islam mengajarkan umatnya untuk beriman, meyakini kehidupan akhirat, dan tidak melalaikan bagiannya di dunia sebagai kesempatan untuk beramal salih. Kehidupan akhirat sebagai sesuatu yang pasti, dan Al-Quran menjelaskan penciptaannya yang selalu berpasangan. Penciptaan berpasangan dunia dan akhirat, yang sementara dan yang kekal. Terdapat banyak sekali ayat-ayat Al-Quran berulang kali menjelaskannya. Bahwa kampung akhirat lebih utama, dan banyak keutamaan dibanding kehidupan dunia. Kampung akhirat adalah sebaik-baik tempat bagi orang beriman dan bertakwa. Kampung akhirat disebutkan sebagai kehidupan yang sebenarnya dan kekal, sedangkan dunia hanya senda gurau dan kesenangan sementara yang menipu.

Penciptaan yang diterangkan dalam Al-Quran sebagai serba berpasangan:

• Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (keba- hagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) se- bagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu ber- buat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al Qasas: 77)

• Dan di antara mereka ada orang yang bendo’a: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” [127]. (QS Al-Baqarah: 201)

• Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong. (QS Ali ‘Imran: 22)

• Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia [236] dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS Ali ‘Imran: 148)

• Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS An-Nisa’: 134)

• Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS Yunus: 64)

• Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. (QS Yusuf: 101)

• Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. (QS An-Nur: 14)

• Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan 1136). (QS Al-Qasas: 70)

• Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS As-Sajdah: 21)

• Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. (QS Fussilat: 31)

• Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui [1496]. (Al-Qalam: 33)

• Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. (QS An-Nazi’at: 25)

• Dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. (QS A-Lail: 13)

Al Quran menjelaskan keimanan terhadap kehidupan akhirat:

• Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu [17], serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat [18]. (QS Al-Baqarah: 4)

• Dan ini (Al Quraan) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya [492] dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quraan) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. (QS Al-An’am: 92)

• (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat. (QS Hud: 19)

• Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. (QS An-Nahl: 22)

• Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS An-Nahl: 60)

• Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih. (QS A-Isra’: 10)

• Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal. (QS Taha: 127)

• Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat benar-benar menyimpang dari jalan (yang lurus). (QS Al Mu’minun: 74)

• (yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. (QS An-Naml: 3)

• Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan). (QS An-Naml: 4)

• Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Qur’an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka). (QS Ar-Rum: 16)

• (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. (QS Luqman: 4)

• Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ataukah ada padanya penyakit gila?” (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak ber- iman kepada negeri akhirat berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh. (QS Saba’: 8)

• Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidu- pan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu. (Qs Saba’: 21)

• Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan. (Qs An-Najm: 27)

• Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Hasyr: 18)

• Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa. (QS Al Mumtahanah: 13)

• Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat). (QS Al-Haqqah: 50)

• Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat). (QS Al-Insan: 27)

Bahwa kampung akhirat lebih utama, dijelaskan dalam Al-Quran:

• Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka [468]. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS Al-An’am: 32)

• Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa. (QS Yusuf: 57)

• Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya? (QS Yusuf: 109)

• Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (Qs Ar-Ra’d: 26)

• Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (QS An-Nahl: 30)

• Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya. (QS Al-Isra’: 21)

• Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (QS Al-Ankabut: 64)

• Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. (QS Al-Mu’min: 39)

• Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (QS Asy-Syura: 20)

• Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS Al-A’la: 17)

• Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal. (QS Taha: 127)

• Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (QS Muhammad: 36)

• Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS Al-Hadid: 20)

Daftar pustaka

Al-Quran Digital Online : Indonesia. http://www.indoquran.web.id/

Semoga bermanfaat

Kisah Kepahlawanan dari Masa Kolonial. Oleh: Maryono

Banyak peristiwa sejarah yang hanya sedikit diekspose, dan belum banyak diketahui awam. Buku yang ditulis oleh penulis berkebangsaan Belanda pada masa kolonial, masih menyimpan jawaban berbagai misteri yang belum diungkap. Misal peristiwa terbunuhnya kapten Tack, tidak banyak diketahui jalan ceritanya. Dalam buku-buku sejarah biasanya hanya disebutkan bahwa kapen Tack terbunuh oleh seorang tokoh pahlawan Untung Surapati. Buku berjudul “De Moord op Kapitein Francois Tack” karya Herman Johannes de Graaf aslinya merupakan disertasi untuk memperoleh gelah doktor bidang sastra dan Filsafat di Universitas Leiden pada tahun 1935. Buku tersebut menjelaskan peristiwa bersejarah tersebut secara rinci.

De Moord Op Kapitein Francois Tack by Herman Johannes de Graaf.
Amsterdam: HJ Paris, 1935

Demikian juga dengan sejarah kepahlawanan Pangeran Diponegoro dalam perang besar di pulau Jawa, “Java Oorlog” 1825 – 1830. Terdapat buku-buku sejarah yang ditulis oleh penulis berkebangsaan Belanda yang menjelaskan perang terbesar yang menghabiskan anggaran pemerintah Belanda tersebut.

Dipanegara Eene Geschiedkundige Hamlettype. By P H van der Kemp.
[‘s-Gravenhage]:Martinus Nijhoff, 1896
De Oorlog Op Java Van 1825 Tot 1830 …Merkus De Kock Deel 1. By August Wilhelm Philip Weitzel.
Breda: Broese & Comp, 1852

Daftar pustaka

De Moord Op Kapitein Francois Tack by Herman Johannes de Graaf. Amsterdam: HJ Paris, 1935

Dipanegara Eene Geschiedkundige Hamlettype. By P H van der Kemp. [‘s-Gravenhage]:Martinus Nijhoff, 1896

 

De Oorlog Op Java Van 1825 Tot 1830 …Merkus De Kock Deel 1. By August Wilhelm Philip Weitzel. Breda: Broese & Comp, 1852

 

De oorlog op Java van 1825 tot 1830 : hoofdzakelijk bewerkt naar de nagelatene papieren van Baron Merkus de Kock Deel 2. By August Wilhelm Philip Weitzel. Breda: Broese & Comp, 1853

Gedenkschrift van den Oorlog op Java, van 1825-1830. By Stuers, F.V.A. Ridder. Amsterdam: Johannes Muller,1847

Pahlawan Dipanegara Berjuang. By Sagimun MD. Jogjakarta: Kementerian PP dan K, 1957

Babad Dipanegara : Babon kagunganipun swargi Kangdjeng Raden Harja Hadipati Danuredjo, ingkang kaping V, Papatih Dalem ing Kraton Ngajogjakarta Hadiningrat. Ngajogjakarta: Toko Buku Soemodidjojo, 1953

Kenang-kenangan 100 tahun wafatnya Pahlawan Diponegoro 8 Januari 1855-8 Januari 1955. By Harjoto. Jakarta: Kementrian Penerangan RI, 1955

Pahlawan Diponegoro. Djakarta: Kementerian Penerangan RI, 1955

Semoga bermanfaat

Wayang, Warisan Budaya Dunia dan Pelestarian Literaturnya. Oleh: Maryono

Wayang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco pada tanggal 7 November 2003. Kesenian tersebut dimiliki oleh bangsa Indonesia dan ditetapkan dalam daftar Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanitiy pada 7 November 2003. Pemerintah Republik Indonesia kemudian menetapkan tanggal 7 November sebagai hari Wayang.

Dalam websitenya, Unesco menyebutkan bahwa kesenian wayang yang rumit dan gaya musik yang rumit tersebut berasal dari pulau Jawa Indonesia. Selama sepuluh abad berkembang di istana kerajaan Jawa dan Bali, dan pedesaan. Kemudian menyebar ke berbagai pulau lainnya Lombok, Madura, Sumatera, dan Kalimantan, dengan pertunjukan yang semakin berkembang.

Berbagai literatur tentang wayang, baik oleh pakar dari luar maupun dalam negeri, telah dirintis untuk dialihmediakan sehingga memudahkan dalam penyebaran pengetahuan dan kajiannya. Terdapat lebih dari 20 judul buku tentang wayang telah dialihmediakan dan bisa diakses online melalui laman website langka langka.lib.ugm.ac.id.   

The main characters of the wayang poerwa : thirty-seven colour plates, by JJ Ras.
Dordrecht: Foris Publications,1985
Het Javaansche Tooneel – Wajang Poerwa, by J. Kats.
Weltevreden: Commissie voor de volkslectuur, 1923
Het Javaansche Tooneel – Wajang Poerwa, by J. Kats.
Weltevreden: Commissie voor de volkslectuur, 1923

Beberapa buku yang sudah dialihmediakan di antaranya:

The Dalang behind the Wayang : the role of the Surakarta and the Yogyakarta Dalang in indonesian-javanese society / Victoria M. Clara van Groenendael. By Victoria M Clara van Groenendael. Dordrecht: Foris Publications,1985

The main characters of the wayang poerwa : thirty-seven colour plates, by JJ Ras. Dordrecht: Foris Publications,1985

Bima Swarga In Balinese Wayang. By Hinzler, H.I.R. The Hague: Martinus Nijhoff,1981

Serat pakem gancaripun lelampahan ringgit purwo katahipun 23 lampahan : Drie-en twintig schetsen van Wayang-stukken (lakon’s) gebruikelijk bij de vertooningen der Wayang-poerwa op Java. [Batavia]:W. Brening,1879

Wayang dan Karakter Wanita. By Sri Mulyono. Jakarta: Gunung Agung, 1978

Wayang dan Karakter Manusia. By Sri Mulyono. Jakarta: CV haji Masagung, 1988

Sejarah Wayang Asal Usul, Jenis dan Cirinya. By Amir Mertosedono. Semarang: Dahara Prize,1990

De Wajang Op Java En Op Bali. By B M Goslings. Amsterdam:J.M. Meulenhoff,1939

De Wajang Poerwa Een Vorm Van Javaans Toneel. By J. Kats. Dordrecht: Foris Publications,1984

De Wajang Orang Pregiwa in Den Kraton Te Jogjakarta. By J. Groneman, Hamengkoe Boewono VII, K. Cephas. Semarang:G.C.T. Van Dorp,1899

De wajang verhalen van Pala-sara, Pandoe en Raden Pandji : in het Javaansch. By T. Roorda. ‘s-Gravenhage: Martinus Nijhoff,1869

Het Javaansche Tooneel – Wajang Poerwa. By J.Kats. Weltevreden: Commissie voor de volkslectuur, 1923

Abiasa : een Javaansch tooneelstuk (wajang) met een Hollandsche vertaling en toelichtende nota. By HC Humme. ‘S Gravenhage: M. Nijhoff,1878

Kitab Perlambang : Jaitoe Adanja Symbol-symbol Wajang Poerwa Tentang Keadaan Ilmoe Sedjati Terhadap pada Sempoernanja Kasidhan. By Soediro. Kediri]:Tan Khoen Swie,1931

Pakem Wajang Purwa: isi 16 balungan lampahan, rinengga ing gambar 44 idji. By Probohardjono, R.S. Solo: Sadu Budi, 1961

Sedjarah Wajang Purwa. By Hardjowirogo. Djakarta: Balai pustaka, 1968

De Wajang of het Schaduwenspel. By Labberton, C.V.H. s.l.:s.n., s.a.

Kumpulan karangan tentang pewajangan. By Kuswadji Kawindrasusanta [Jogjakarta]:Panitia Pameran Wayang,1972

Sedjarah Wajang Purwa. By Hardjowirogo. Djakarta:Balai Pustaka,1965

In den Kedaton te Jogjakarta : opatjara, ampilan en tooneeldansen. By I Groneman; K. Cephas. Leiden: E,J, Brill, 1888

Daftar pustaka

Unesco. 2008. Wayang puppet theatre. https://ich.unesco.org/en/RL/wayang-puppet-theatre-00063

Semoga bermanfaat

Digitalisasi Buku Gamelan, Tingginya Budaya Bangsa. Oleh: Maryono

Studi tentang gamelan, masih jarang dilakukan secara ilmiah (scientific). Banyak studi berkisar petunjuk atau panduan memainkan gamelan. Untuk mendukung kajian dan pengembangan, serta pelestarian budaya bangsa tersebut, telah dilakukan alih media terhadap beberapa buku gamelan, baik berbahasa Indonesia maupun berbahasa Belanda dan Inggris.  Beberapa buku tersebut sangat ilmiah, dan terdapat juga yang merupakan disertasi doktor yang dipublikasikan sebagai buku yaitu The Nuclear Theme as determinant of Patet in Javanese Music, oleh Mantle Hood, diterbitkan tahun 1954.

Een En Ander Over Den Javaanschen Gamelan. Amsterdam: [s.n.], 1940
The Nuclear Theme as determinant of Patet in Javanese Music. Groningen: J.B. Wolters, 1954
Music in Java, Its History, Its Theory and Its Technique Vol.II. The Hague: Martinus Nijhoff, 1949
Die Verfertigung der Gong in Semarang / De gong-fabricatie te Semarang. [Leiden]: E.J. Brill,1907
Die Verfertigung der Gong in Semarang / De gong-fabricatie te Semarang. [Leiden]: E.J. Brill,1907
Die Verfertigung der Gong in Semarang / De gong-fabricatie te Semarang. [Leiden]: E.J. Brill,1907

Buku-buku gamelan lainnya yang juga telah dialihmediakan diantaranya:

Gamelan Jawa: awal mula, makna, masa depannya. Jakarta: Karya Unipress,1984

Penjelidikan Dalam Pengukuran Nada Gamelan – gamelan Djawa Terkemuka Di Jogjakarta Dan Surakarta. Jogjakarta: Laboratorium Akustik – Bagian Mesin – Fakultas Tehnik UGM, 1969

De gamelan te Jogjakarta. Amsterdam: Johannes Muller, 1890

Een en ander over den Javaanschen gamelan. Amsterdam: Koloniaal Instituut,1940

Over de gamelan. Batavia: Drukkerij Papyrus H.M. van Dorp & Co., 1913

The Nuclear theme as determinant of patet in Javanese music. Groningen: J.B. Wolters,1954

Music in java::Its history, its ttheory and its technique, vol I. The Hague: Martinus Nijhoff, 1949

Music in Java its history, its theory, and its technique II. The Hague: Martinus Nijhoff, 1949

Die Verfertigung der Gong in Semarang / De gong-fabricatie te Semarang. [Leiden]: E.J. Brill,1907

Semoga bermanfaat

Koleksi Digital Perkeretaapian Masa Kolonial. Oleh: Maryono

Mengeksplorasi koleksi digital buku langka perpustakaan UGM, terdapat sejumlah koleksi tentang perkeretaapian masa kolonial yang sangat menarik, khususnya bagi pemerhati dan penggemar sejarah perkeretaapian di Indonesia. Meskipun tidak banyak, tetapi mampu memberi gambaran pengembangan dan strategi yang dijalankan pemerintah kolonial. Salah satu buku yang cukup menarik berjudul De Tramwegen op Java: Gedenkboek Samengesteld ter Gelegenheid van het Vijf en twintig-jarig bestaan der Samarang – Joana Stoomtram Maatschappij, yang terbit tahun 1907 oleh penerbit Koninklijke Nederlandsch Boek en Kunsthandel. Dalam bahasa Indonesia, Buku Peringatan Disusun untuk Merayakan Dua Puluh Lima Tahun Perusahaan Tram Samarang – Joana Steam.

De Tramwegen op Java: Gedenkboek Samengesteld ter Gelegenheid van het Vijf en twintig-jarig bestaan der Samarang – Joana Stoomtram Maatschappij. ‘s-Gravenhage:
Koninklijke Nederlandsch Boek en Kunsthandel van M.M. Couvee, 1907

Keunikan buku tersebut, mendokumentasikan berbagai foto kondisi perkeretaapian masa kolonial, mencakup foto setasiun, jembatan, lokomotif, jalur rel, gerbong, dan juga desain konstruksi jembatan maupun beberapa bangunan setasiun. Foto-foto tersebut sudah pasti sangat langka, tetapi masih tetap dapat diakses di laman web koleksi langka digital perpustakaan UGM.

Gambar setasiun Purwodadi
Gambar kostruksi bangunan setasiun
Foto jembatan sungai Serayu
Gambar kosntruksi jembatan sungai Serayu

Buku perkeretaapian lainnya juga berbahasa Belanda, hanya sedikit yang berbahasa Indonesia, yaitu ketika maskapai sudah diambil alih pemerintah Indonesia. Beberapa buku perkeretaapian yang dimiliki dan sudah dialihmediakan diantaranya:

Nederlandsch Indische Spoorwegpolitiek, [ ‘s-Gravenhage]: L. Gerretsen,1929

Eenige bladzijden Indische spoorwegpolitiek II, [Tegal]:De Boer, 1915

Eenige bladzijden Indische spoorwegpolitiek III, [Tegal]:De Boer, 1915

Verslag der exploitatie van den Staatsspoorweg ter Sumatra’s Westkust en van de Ombilin-kolenvelden over 1898, [Batavia]:Landsdrukkerij,1899

Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen over het jaar 1890, Batavia: G Kolgg & Co, 1892

Het verkeerswezen in Zuid-Sumatra : de spoorwegpolitiek

[Palembang]: Uitgegeven door de Zuid-Sumatra Landbouw- en Nijverheidsvereeniging, 1917

Verslag der staatsspoorwegen in Nederlandsch-Indie over het jaar 1908, Batavia: Landsdrukkerij, 1908

Eenige bladzijden : indische spoorwegpolitiek, [Tegal]:De Boer,1915

Eenige bladzijden : indische spoorwegpolitiek V, [Tegal]:De Boer,1915

Statuten der Nederlandsch Indie Spoorweg Maatschappij, [Amsterdam]:Gedrukt Bij C.A Spin & Zoon,1863

Eenige bladzijden Indische spoorweg politiek (De lijn langs Java’s noordkust) 1b. Bijlagen, [Tegal]:De Boer,1915

Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen over het jaar 1890, Batavia: G Kolff & Co, 1892Djawatan Kereta Api di Indonesia : Indonesian State Railways : Ichtisar statistik tahunan, tahun 1953, [s.l.]: Djawatan Kereta Api, 1953
Djawatan Kereta Api di Indonesia : Indonesian State Railways : Ichtisar statistik tahunan mengenai tahun 1950-1951-1952, [s.l.]: Djawatan Kereta Api, 1952

Semoga bermanfaat

ANALISIS KESENJANGAN DAN ANALISIS KUADRAN. Oleh: Maryono

Dalam melakukan penelitian survei untuk mengetahui kepuasan pengguna, sering diperlukan analisis kesenjangan (gap analysis) dan analisis kuadran IPA (importance and performance analysis). Kedua analisis tersebut sangat sederhana dan bermanfaat. Analisis kesenjangan untuk mengetahui adanya kesenjangan antara kualitas aktual dan kualitas ideal yang diharapkan. Analisis kuadran bermanfaat untuk mengidentifikasi prioritas atribut-atribut atau indikator-indikator kualitas yang harus segera diperbaiki, dipertahankan, diabaikan atau berlebihan, serta menghasilkan formula perbaikan kualitas produk jasa.

Analisis kesenjangan

Menurut Rangkuti (2006:42), kesenjangan terjadi apabila pengguna mempersepsikan kualitas pelayanan (quality of service) yang diterimanya lebih tinggi daripada desired service atau lebih rendah daripada adequate service kepentingan pelanggan tersebut. Dengan demikian pelanggan dapat merasakan sangat puas atau sebaliknya sangat kecewa. Shia et.al. (2016:123),

menjelaskan analisis kesenjangan perlu diterapkan untuk mengetahui kesenjangan antara persepsi kualitas (actual) dan kualitas yang diharapkan (ideal). Kualitas aktual ditunjukkan dari persepsi kualitas dengan indikator-indikatornya, sedangkan kualitas ideal ditunjukkan dari harapan / kepentingan / kepuasan dengan masing-masing indikator. Teknis penentuan kesenjangan dengan menghitung dari perbedaan / selisih antara persepsi kualitas dan harapan / kepentingan / kepuasan.

Q(Gap) = Perf − Imp

Keterangan (description):

Gap = Tingkat kesenjangan (level of the quality gap)

Perf = Persepsi kualitas aktual (value of current perceived or actual quality/performance)

Imp = Kualitas ideal / harapan / kepentingan / kepuasan (value of ideal quality or expectation and need to be developed/importance)

Tingkat yang baik ditunjukkan dari nilai positif Q ≥ 0, diartikan bahwa kualitas aktual telah sesuai dengan kualitas ideal yang diharapkan pengguna. Sebaliknya jika Q < 0 atau negatif, berarti tingkat kualitas belum mampu memenuhi harapan pengguna.

Analisis kuadran IPA

Menurut Shia et.al (2016:120), Importance-Performance Analysis (IPA) adalah teknik untuk mengidentifikasi atribut-atribut jasa (service) yang perlu diperbaiki (improvement) dan juga mengidentifikasi atribut-atribut yang perlu dikurangi prioritasnya. Metode ini juga dikenal dengan analisis kuadran, lazim diterapkan di berbagai bidang studi karena kemudahan dan menunjukkan analisis yang menghasilkan proposal peningkatan kinerja atau kualitas. Rangkuti

(2006:111), menjelaskan penggabungan pengukuran persepsi dan tingkat kepuasan / kepentingan (importance) diagram dua dimensi nampak dalam gambar berikut:

Gambar Diagram Importance / Performance Analysis (Rangkuti, 2006:111)

Pada diagram tersebut, sumbu X menggambarkan performance atau persepsi kualitas, sedangkan sumbu Y menggambarkan harapan / kepentingan / kepuasan pengguna. Kuadran I high leverage, attributes to improve, menunjukkan variabel yang menjadi prioritas perbaikan, sangat diharapkan oleh pengguna, dan tingkat kepentingan / kepuasan tinggi, tetapi kualitas rendah. Kuadran II attributes to maintain, menunjukkan variabel yang sebaiknya dipertahankan, karena dari segi kualitas tinggi, dan tingkat kepentingan / kepuasan oleh pengguna juga dinilai tinggi. Keunggulan produk / jasa ditentukan oleh variabel di kuadran ini.

Kuadran III attributes to maintain, menunjukkan variabel yang kurang prioritas, dari segi kualitas rendah, demikian juga tingkat kepentingan atau kepuasan pengguna juga dinilai rendah, sehingga bisa diabaikan. Kuadran IV low leverage, attributes to de-emphasize, menunjukkan variabel yang bisa dikatakan berlebihan, karena kualitas dinilai tinggi, tetapi kurang diharapkan atau tingkat kepentingan / kepuasan rendah. Bisa dikurangi untuk efisiensi.

Teknis pembuatan diagram IPA dilakukan dengan menghitung rerata nilai persepsi kualitas dan harapan / kepentingan / kepuasan. Kemudian dibuat garis perpotongan kuadran pada sumbu kualitas X dan sumbu harapan / kepentingan / kepuasan Y.

Semoga bermanfaat

Daftar pustaka

Rangkuti, F. (2006). Measuring Customer Satisfaction: Gaining Customer Relationship Strategy. Teknik Mengukur dan Strategi Meningkatkan Kepuasan Pelanggan & Analisis Kasus

PLN – JP. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Shia, B.C., Chen, M., Ramdansyah, A.D., and Wang, S. (2016). Measuring Customer Satisfaction toward Localization Website by WebQual and Importance Performance Analysis (Case Study on AliexPress Site in Indonesia). American Journal of Industrial and Business Management, 6, p117-128. http://dx.doi.org/10.4236/ajibm.2016.62012

FLIPPING BOOK, TEKNOLOGI NAVIGASI DOKUMEN DIGITAL YANG INTERAKTIF. Oleh: Maryono

Flipping book adalah teknologi navigasi dokumen digital yang menarik secara visual dan interaktif dengan penambahan file multimedia. Dengan teknologi tersebut, membuka atau membalik halaman dokumen digital, bisa dilakukan secara alami seolah seperti membuka halaman buku cetak di atas meja. Fitur tersebut memiliki keunggulan dibandingkan sistem konvensional dengan menggulung layar (scroll), ataupun dengan tombol navigasi. Lebih nyaman dan digemari pengguna baik dewasa mapun anak-anak.  

Keunggulan Flipping book

Keunggulan flipping book dibandingkan sistem konvensional di antaranya: membuka halaman buku secara alami seolah seperti membuka halaman buku cetak; tampilan hampir sama dengan buku cetak aslinya; latar belakang dapat dimodifikasi dengan pewarnaan, pola (pattern), gambar (image), theme, template maupun animasi; terdapat fasilitas template yang siap digunakan; dapat ditambahkan file multimedia agar lebih menarik dan melengkapi informasi yang disajikan; dapat dipublikasikan dalam bentuk flash maupun html; dapat diintegrasikan dengan sosial media atau ke website; dapat diintegrasikan dengan google ads; dapat diintegrasikan dengan google analytics; dan dilengkapi dengan fasilitas navigasi next page, search text in document, go to page, first / last page, thumbnail, full screen, print, share, autoflip, serta select text. Penerapan flipping book dapat digunakan dalam beberapa bidang pekerjaan berikut: pembuatan materi belajar oleh pendidik; pembuatan materi presentasi, pembuatan katalog produk oleh produsen, promosi produk, menampilkan hasil digitalisasi, pembuatan buku / majalah digital interaktif, serta pembuatan tutorial. Aplikasi flipping book dapat melakukan konversi dari berbagai macam file yaitu dari file Pdf, file office (word, excel, PPT), flash movie (.flv, f4v, mp4, dan .swf), serta image (.jpg, .png, .bmp, .jpeg, dan gif), dan menghasilkan menghasilkan file publikasi flipping book yaitu flash (.swf), App., Exe, Zip, Screen saver (.scr), video, Batch publish (multiple files in one publication), serta  html5. Html5 adalah format untuk piranti mobile ipad, iphone, dan smartphone android.

Berikut ini adalah tabel hasil survei penulis, mendata berbagai pengembangan aplikasi flipping book yang semakin canggih dan telah diintegrasikan dengan google analytics dan google ads.

Selamat mencoba

PANDUAN MENGKONVERSI DATA SCOPUS (.csv) KE EXCELL. Oleh: Maryono

Scopus merupakan database pengindeks abstrak dan sitasi terbesar di dunia. Untuk dapat menganalisis data sitasi dari Scopus secara bibliometrik, dapat dilakukan penelusuran melalui dokumen, author, instutusi atau advanced. Misal dilakukan penelusuran advanced berikut: menelusur publikasi di Scopus, yang berafiliasi Universitas Gadjah Mada, untuk publikasi yang terbit sebelum tahun 2019, dan sesudah 2010, serta dibatasi untuk bidang Computer science.

AFFIL ( gadjah  AND  mada )  AND  PUBYEAR  <  2019  AND  PUBYEAR  >  2010  AND  ( LIMIT-TO ( SUBJAREA ,  “COMP” ) ) 

Proses dilanjutkan dengan ekspor data ke bentuk .csv

Diperoleh hasil 1.162 dokumen pada tanggal 12 Desember 2019. 12.01 pm.

Klik Simpan berkas. Berkas scopus.csv telah tersimpan di hard drive komputer

Langkah mengkonversi ke excell:

1. Buka Excell

2. Klik Data, from text

3. Pilih file csv, klik Open

4. Check Delimited, klik Next

5. Check Tab dan Comma, klik Next

6. Check General, klik Finish

7. Tempatkan sel kiri atas, klik OK

Hasil proses konversi ke excell, data sudah terpisah ke masing-masing kolom. Tetapi untuk karya kolaborasi dengan banyak pengarang, authors masih tercampur di satu kolom. Jika diperlukan pemisahan data author ke masing-masing 1 orang author per kolom, proses dilanjutkan dengan pemisahan author.

Selanjutnya data dapat dianalisis secara bibliometrik, bisa dengan cara dilakukan proses sorting bertingkat dan sebagainya.

Silakan mencoba

PANDUAN MEMISAH DATA KE BEBERAPA KOLOM. Oleh: Maryono

Dalam upaya menganalisis data dari suatu database, sering diperlukan konversi dari format csv ke excell. Setelah dalam format excell, data masih sering tercampur dalam satu kolom, misalnya data authors yang sering merupakan karya kolaborasi beberapa pengarang dari Scopus. Untuk memisah data author menjadi beberapa kolom, 1 author per kolom diperlukan langkah berikut:

1. Buka file excel yang datanya tercampur tetapi terpisah koma, titik koma dsb

2. Klik Kolom yg akan dipecah datanya (Authors), kolom sdh ter blok

3. Klik DATA, Text to Columns

4. Check Delimited, klik Next

5. Check Tab, Semicolon dan Comma. klik Next

6. Check general, klik Finish

7. Kolom Authors sudah terpisah

Silakan mencoba

Bahasa Internasional Serta Pergeseran Pusat Riset dan Bisnis Dunia. Oleh: Maryono

PBB telah menetapkan 6 bahasa sebagai bahasa pengantar internasional resmi yaitu bahasa Arab, China, Inggris, Perancis. Rusia dan Spanyol. Data dari Simons and Charles (2018) menyebutkan bahwa bahasa Mandarin digunakan oleh 38 negara, terdiri dari 1,299 miliar penduduk dunia; disusul bahasa Spanyol digunakan oleh 31 negara, 442 juta penduduk; kemudian bahasa Inggris  digunakan oleh 118 negara, 378 juta penduduk. Bahasa Internasional lainnya yaitu bahasa Arab, digunakan oleh 58 negara, terdiri 315 juta penduduk; bahasa Rusia digunakan oleh 18 negara, 154 juta penduduk; serta bahasa Perancis digunakan oleh 53 negara, terdiri 76,8 juta penduduk.  Sedangkan McCarthy (2018) menyajikan data yang hampir sama dalam grafik berikut, bahwa bahasa Mandarin telah menjadi bahasa utama di dunia.

https://www.statista.com/chart/12868/the-worlds-most-spoken-languages/

Sebagaimana telah diketahui bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini telah terjadi perubahan besar, dimana China telah berhasil melampaui USA sebagai produsen terbesar artikel ilmiah (Tollefson, 2018 & Enago Academy, 2018). Sebuah kemajuan yang didapat setelah melalui rangkaian regulasi yang progresif di bidang riset dan pengembangan. China kini juga telah menjadi kekuatan ekonomi dunia, sehingga sangat strategis posisinya dalam perdagangan dan bisnis. Perubahan tersebut tentu membawa implikasi tersendiri, baik bagi kepentingan bahasa pengantar komunikasi internasional, studi, bisnis, wisata dan berbagai aspek kehidupan lainnya. 

  1. China menjadi salah satu pusat riset dan bisnis utama dunia
  2. China menjadi salah satu tujuan utama studi para mahasiswa
  3. Bahasa mandarin menjadi salah satu bahasa internasional utama dunia, dan semakin penting sebagai bahasa pengantar komunikasi internasional

Kehadiran berbagai lembaga penyelenggara pendidikan bahasa mandarin menjadi suatu kebutuhan saat ini dan masa mendatang, seperti yang telah hadir di Jakarta yaitu kursus bahasa mandarin jago mandarin. Lembaga tersebut telah menyelenggarakan berbagai paket program diantaranya kelas online, serta kelas privat maupun corporate. Saat ini juga tersedia lowongan guru bagi para lulusan sastra China. Meskipun bahasa Inggris digunakan oleh lebih banyak negara, tetapi dengan semakin menguatnya peran China di berbagai aspek kehidupan terutama di dunia riset, pendidikan, perdagangan dan bisnis; maka bahasa Mandarin akan semakin meluas pemakaiannya.

Daftar pustaka

Enago academy. 2018. https://www.enago.com/academy/china-overtakes-us-with-highest-number-of-scientific-publications/, 18 Mei 2018, 13.11 pm

THE World University Rankings. https://www.timeshighereducation.com/news/china-becomes-worlds-biggest-producer-scientific-research, diakses 11 Februari 2019, 09.15 am

McCarthy,  Niall. 2018. The World’s Most Spoken Languages. https://www.statista.com/chart/12868/the-worlds-most-spoken-languages/

Simons, Gary F. and Charles D. Fennig (eds.). 2018. Ethnologue: Languages of the World, Twenty-first edition. Dallas, Texas: SIL International. Online version: http://www.ethnologue.com.

Tollefson, Jeff. 2018 . Nature magazine, January 23, 2018. https://www.scientificamerican.com/article/china-declared-world-rsquo-s-largest-producer-of-scientific-articles/, 18 Mei 2018 13:29 pm

DAMPAK LITERASI INFORMASI DIGITAL TERHADAP PRODUKTIVITAS PUBLIKASI DAN PEMERINGKATAN UNIVERSITAS. Oleh Maryono

Abstrak

Transformasi dari media cetak ke  digital online, perilaku dari individu ke kolaborasi, inovasi teknologi sosial media yang dramatis, serta perubahan sains teknologi  telah mendorong pustakawan untuk bersikap antisipatif dan adaptif.  Perlu pemahaman terhadap perubahan dan beradaptasi dengan meningkatkan keahlian dan kompetensi yang sesuai. Kajian ini menganalisis beberapa upaya pustakawan dalam mendukung produktivitas riset dan publikasi, yang menjadi indikator utama pemeringkatan universitas. Upaya pustakawan berupa kegiatan literasi informasi digital untuk memberikan kompetensi dan membentuk perilaku pencarian informasi yang efisien dan efektif. Kajian literatur ini disusun dengan mengkaji  kecenderungan yang terjadi, beberapa istilah terkait perilaku informasi, dan berbagai riset empiris yang telah membuktikan korelasi positif antara literasi informasi dan produktivitas publikasi riset.

Kata kunci: perilaku informasi, produktivitas publikasi, kinerja riset, literasi informasi digital, perilaku pencarian informasi

Daftar Pustaka

ACRL Research Planning and Review Committee. 2018.  2018 top trends in academic libraries A review of the trends and issues affecting academic libraries in higher education. C&RL News,  June 2018: pp.286-300. https://crln.acrl.org/index.php/crlnews/article/download/17001/18739

ALA. 2000. Information Literacy Competency Standards for Higher Education. Chicago: American Library Association. https://alair.ala.org/handle/11213/7668

Altbach, Philip G. and Ellen Hazelkorn. 2018. Measuring Education Quality in Global Rankings: What’s the Likelihood?. International Higher Education, Number 95: Fall 2018: pp.12-14. DOI: http://dx.doi.org/10.6017/ihe.2018.95.10684

Bhukuvhani, Crispen. et.al. 2012. Effects of electronic information resources skills training for lecturers on pedagogical practices and research productivity. International Journal of Education and Development using Information and Communication Technology (IJEDICT), 2012, Vol. 8, Issue 1, pp. 16-28.

Fathurrahman, Muslih. 2016. Model-Model Perilaku Pencarian Informasi. JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) I, no.1 :74-91. http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/jipi/article/view/101/66, diakses 24 Agustus 2018

Gwyer, Roisin. 2015. Identifying and exploring future trends impacting on academic libraries: a mixed methodology using journal content analysis, focus groups and trend reports. New Review of Academic Librarianship, Volume 21, 2015 – Issue 3. https://doi.org/10.1080/13614533.2015.1026452

Ishak, Yuyun W. 2015. Supporting Research through Information Literacy Programmes: SMU Libraries’ Learning Journeys. International Association of University Libraries (IATUL) Annual Conference, 5-9 July 2015. Research Collection Library. http://ink.library.smu.edu.sg/library_research/56

Jose, Kshema. 2016.  Digital Literacy Matters: Increasing Workforce Productivity Through Blended English Language Programs. High. Learn. Res. Commun. Vol. 6 Num. 4 | December 2016

Maryono. 2018. Pengaruh Persepsi Terhadap Perilaku Pencarian Informasi di Scopus. Jurnal IPTEK-KOM, vol.20 no.2 Desember 2018

Meho, Lokman I. and Helen R. Tibbo. 2003. Modeling the Information-Seeking Behavior of Social Scientists: Ellis’s Study Revisited. Journal Of The American Society For Information Science And Technology 54, no.6. pp.570-587. https://doi.org/10.1002/asi.10244

Miranda, Silvania V. dan Kira M.A. Tarapanoff. 2008. Information needs and information competencies: a case study of the off-site supervision of financial institutions in Brazil. Information Research, 13 (2) paper 344. http://www.informationr.net/ir/13-2/paper344.html

Naga, M. M. & Uzuegbu, C. P. (2015). Information literacy and digital competencies for knowledge management practices in organisations In K. N. Igwe, C. O. Nnadozie, A. O. Unagha, C. P. Uzuegbu & M. M. Naga (Eds.), Fundamentals of knowledge management for the knowledge economy (pp. 156-164). Umuahia: Zeh Communications

Okiki, Olatokunbo Christopher and Mawabonku Iyabo. 2013. Impact of Information Literacy Skills on Academic Staff Research Productivity in Nigerian Federal Universities. Information and Knowledge Management. Vol.3, No.2, 2013. www.iiste.org

Reza, Masoumirad. 2016. The Impact Of Information Seeking Behavior On Research Performance Of Guilan University Faculty Members. Journal Of Culture-Communication Studies,  Spring 2016 , Volume 17 , Number 33 (65); Page(S) 171 To 189.

Spires, Hiller A. and Melissa E. Bartlett. 2012. Digital Literacies and Learning: Designing a Path Forward. North Carolina: Friday Institute White Paper Series

Stevenson, Janet. Dictionary of information and library management. London : A & C Black, 2006

Tirado, Alejandro Uribe and Wilson Castaño Muñoz. 2012. Information Literacy Competency Standards for Higher Education and their Correlation with the Cycle of Knowledge Generation. Liber Quarterly, Vol. 22, no. 3 (2012) 213-239. DOI: 10.18352/lq.8167

Widiyastuti. Perbandingan Teori Perilaku Pencarian Informasi Menurut Ellis, Wilson dan Kuhlthau, Jurnal Pustaka Budaya 3, no. 2 (Juli 2016):51-64. https://ejurnal.unilak.ac.id/index.php/pb/article/view/281

Wilson, Thomas Daniel. Human Information Behavior,  Special Issue on Information Science Research 3, no. 2 (2000):49-55. inform.nu/Articles/Vol3/v3n2p49-56.pdf, 24 Agustus 2018