Aneka Jenis Format File Dalam Digitalisasi

Oleh: Maryono

Dalam digitalisasi, format file dibagi menjadi beberapa kategori utama: gambar (image) dan video. Setiap format memiliki kelebihan, kekurangan, serta standar penggunaannya. Pemilihan format sangat bergantung pada tujuan: apakah untuk web, arsip, editing profesional, atau distribusi massal.

Format File Gambar (Image)

Format JPG/JPEGKompresi lossy, ukuran kecil, cocok untuk foto.Kelebihan: hemat ruang, dukungan luas. Kekurangan: detail tajam bisa hilang.Standar web & fotografi umum.
Format PNGLossless, mendukung transparansi.Kelebihan: kualitas tinggi, transparansi alpha. Kekurangan: ukuran lebih besar.Standar web grafis, ikon, desain UI.
Format GIFAnimasi sederhana, 256 warna.Kelebihan: animasi ringan, lossless. Kekurangan: terbatas warna, tidak cocok foto.Standar animasi web, meme.
Format BMPTidak terkompresi, raw bitmap.Kelebihan: kualitas tinggi. Kekurangan: ukuran sangat besar.Editing grafis mentah.
Format TIFFLossless, multi-layer.Kelebihan: kualitas cetak profesional. Kekurangan: file besar.Standar industri percetakan & fotografi.

Format File Video

| Format MP4 | Kompresi efisien, kualitas baik. | Kelebihan: ukuran kecil, kompatibilitas luas. Kekurangan: kompresi bisa turunkan kualitas. | Standar YouTube, media sosial. |

| Format AVI | File besar, kualitas tinggi. | Kelebihan: fleksibel, banyak codec. Kekurangan: boros ruang. | Kamera digital, handycam. |

| Format MKV | Container fleksibel. | Kelebihan: bisa simpan video, audio, subtitle. Kekurangan: tidak semua perangkat mendukung. | Distribusi film online. |

| Format WMV | Format Windows. | Kelebihan: kompatibel di Windows. Kekurangan: kurang universal. | Standar Windows lama. |

| Format FLV | Flash Video. | Kelebihan: populer di awal YouTube. Kekurangan: sudah usang. | Streaming lama. |

| Format WEBM | Codec VP8/VP9, audio Opus. | Kelebihan: open-source, efisien. Kekurangan: belum semua situs mendukung. | Standar HTML5 video. |

| Format GIFV | Alternatif GIF. | Kelebihan: hemat ukuran, looping. Kekurangan: tanpa suara. | Meme & konten ringan.

Kesimpulan

  • Untuk gambar: gunakan JPG untuk foto umum, PNG untuk grafis dengan transparansi, TIFF untuk cetak profesional.
  • Untuk video: gunakan MP4 sebagai standar distribusi, MKV untuk film dengan subtitle, WEBM untuk web modern.
  • Standar industri: TIFF di percetakan, MP4 di distribusi digital, PNG di desain web.

Standar digitalisasi naskah kuno dan buku langka di Indonesia maupun dunia umumnya menekankan pada resolusi tinggi, format file lossless (TIFF/RAW), serta kerapatan piksel minimal 300–600 dpi untuk teks, dan hingga 1200 dpi untuk detail halus. Internasional menggunakan pedoman dari UNESCO, IFLA, dan FADGI, sementara di Indonesia Perpusnas melalui portal Khastara mendorong penggunaan TIFF dengan resolusi tinggi untuk arsip permanen.

Standar Internasional Digitalisasi Naskah Kuno

  • UNESCO Guidelines
    • Resolusi minimum: 300 dpi untuk teks umum, 600–1200 dpi untuk manuskrip detail.
    • Format: TIFF (lossless) sebagai master file, JPEG/PNG untuk akses publik.
    • Warna: gunakan 24-bit true color untuk menjaga keaslian tinta dan kertas.
  • FADGI (Federal Agencies Digital Guidelines Initiative, AS)
    • Standar kualitas berbintang (1–4 stars).
    • 600 dpi untuk teks, 400 ppi untuk foto, 8-bit grayscale atau 24-bit RGB.
    • File master: TIFF uncompressed, file distribusi: JPEG/PNG/PDF.
  • IFLA (International Federation of Library Associations)
    • Menekankan interoperabilitas metadata (MARC, Dublin Core).
    • Format master: TIFF, akses: JPEG/PNG/PDF.
    • Penting: dokumentasi teknis dan metadata harus lengkap.

Standar di Indonesia

  • Perpusnas RI – Khastara
    • Format master: TIFF atau RAW dengan resolusi tinggi.
    • Resolusi: minimum 300 dpi, dianjurkan 600 dpi untuk teks rapuh.
    • Metadata: mengikuti standar Dublin Core dan interoperabilitas internasional.
    • Distribusi publik: JPEG/PNG/PDF untuk akses daring.

Perbandingan Format & Standar

| Format TIFF | Lossless, multi-layer. | Cocok untuk arsip permanen. | File besar, butuh storage besar. |

| Format RAW | Data asli kamera/scanner. | Preservasi maksimal. | Butuh software khusus. |

| Format JPEG | Lossy, ukuran kecil. | Distribusi online. | Detail bisa hilang. |

| Format PNG | Lossless, transparansi. | Akses publik, web. | Ukuran lebih besar dari JPEG. |

| Format PDF/A | Standar arsip dokumen. | Cocok untuk teks + gambar. | Tidak fleksibel untuk editing. |

Kesimpulan Praktis

  • Gunakan TIFF/RAW 600–1200 dpi untuk master file naskah kuno.
  • Sediakan JPEG/PNG/PDF untuk akses publik.
  • Standar UNESCO/FADGI/IFLA agar koleksi bisa diintegrasikan global.
  • Perpusnas Khastara menjadi rujukan utama untuk digitalisasi manuskrip.

Standar Internasional

  • UNESCO Guidelines for the Preservation of Digital Heritage Dokumen UNESCO yang menekankan pentingnya resolusi tinggi, format lossless (TIFF), serta interoperabilitas metadata untuk koleksi warisan budaya.
  • FADGI (Federal Agencies Digital Guidelines Initiative, AS) Standar teknis yang digunakan oleh lembaga arsip dan perpustakaan federal AS. Menetapkan resolusi minimum (300–600 dpi), kedalaman warna (8-bit grayscale, 24-bit RGB), dan format master (TIFF).
  • IFLA Principles for Digitization of Rare Materials Pedoman dari International Federation of Library Associations yang menekankan interoperabilitas metadata (MARC, Dublin Core) dan penggunaan format standar untuk preservasi jangka panjang.
  • Europeana Technical Guidelines Digunakan oleh jaringan perpustakaan dan museum Eropa. Menetapkan standar resolusi, format file, serta metadata agar koleksi dapat diintegrasikan lintas negara.

Standar di Indonesia

  • Perpusnas RI – Khastara Portal koleksi digital naskah kuno Indonesia. Perpusnas menganjurkan penggunaan TIFF/RAW sebagai master file dengan resolusi minimum 300 dpi, idealnya 600 dpi untuk teks rapuh.
  • Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) ANRI memiliki pedoman digitalisasi arsip yang menekankan resolusi tinggi, format lossless, serta metadata berbasis ISAD(G) dan Dublin Core.
  • Kebijakan GLAM di Universitas Padjadjaran (Unpad) Unpad menjadi salah satu institusi yang menerapkan integrasi GLAM dengan standar metadata internasional, termasuk interoperabilitas API untuk koleksi digital.

Ringkasan Praktis

  • Resolusi: 300–600 dpi (teks), hingga 1200 dpi (detail halus).
  • Format master: TIFF/RAW (lossless).
  • Format akses: JPEG/PNG/PDF.
  • Metadata: Dublin Core, MARC, ISAD(G).
  • Rujukan utama: UNESCO, FADGI, IFLA, Europeana, Perpusnas RI, ANRI.

Perbandingan Standar Digitalisasi Naskah Kuno

Standar UNESCOResolusi min. 300 dpi (teks), 600–1200 dpi (detail)Format master: TIFF lossless, akses: JPEG/PNGMetadata: Dublin Core, interoperabilitas global
Standar FADGI (AS)300–600 dpi teks, 400 ppi fotoMaster: TIFF uncompressed, distribusi: JPEG/PNG/PDFMetadata teknis + standar federal
Standar IFLA300–600 dpi sesuai jenis koleksiMaster: TIFF, akses: JPEG/PNG/PDFMetadata: MARC, Dublin Core
Standar Europeana400–600 dpiMaster: TIFF, akses: JPEG/PNGMetadata: Europeana Data Model (EDM)
Perpusnas RI – KhastaraMin. 300 dpi, dianjurkan 600 dpiMaster: TIFF/RAW, akses: JPEG/PNG/PDFMetadata: Dublin Core, integrasi internasional
ANRI (Arsip Nasional RI)300–600 dpiMaster: TIFF, akses: PDF/A untuk dokumenMetadata: ISAD(G), Dublin Core

Ringkasan

  • Internasional (UNESCO, FADGI, IFLA, Europeana): menekankan TIFF lossless sebagai master file, resolusi ≥300 dpi (umumnya 600 dpi untuk manuskrip), serta metadata interoperabel (Dublin Core, MARC, EDM).
  • Indonesia (Perpusnas, ANRI): mengikuti pola internasional dengan TIFF/RAW sebagai master, resolusi 300–600 dpi, metadata Dublin Core/ISAD(G).
  • Distribusi publik: JPEG/PNG/PDF untuk akses daring, sedangkan master file tetap disimpan dalam format lossless untuk preservasi jangka panjang.

Alur Digitalisasi

Penjelasan Tahapan

  • Pindai/Fotografi → menggunakan scanner resolusi tinggi (300–1200 dpi).
  • File Master → disimpan dalam TIFF/RAW lossless, resolusi tinggi, 24-bit warna.
  • File Akses → dibuat untuk publikasi online (JPEG, PNG, PDF).
  • Metadata → deskripsi lengkap menggunakan standar Dublin Core, ISAD(G), MARC.
  • Repositori Digital → penyimpanan jangka panjang dengan backup dan keamanan.

Repositori Internasional

Europeana Manuscripts Platform koleksi digital Eropa yang mengintegrasikan ribuan manuskrip dari berbagai negara.

  • Format master: TIFF 600 dpi, metadata: Europeana Data Model (EDM).
  • Fokus: interoperabilitas lintas lembaga dan akses publik terbuka.

Digital Public Library of America (DPLA) Menghubungkan koleksi dari perpustakaan, museum, dan arsip di seluruh AS.

  • Format: TIFF/PNG, metadata: Dublin Core.
  • Standar: mengikuti FADGI untuk kualitas digitalisasi.

British Library Digitised Manuscripts Menyediakan akses ke manuskrip abad pertengahan dan naskah langka.

  • Format: TIFF 600–1200 dpi, metadata: MARC + Dublin Core.
  • Fokus: preservasi jangka panjang dan akses akademik.

Repositori Nasional

Khastara – Perpusnas RI Portal resmi koleksi digital naskah kuno Indonesia.

  • Format master: TIFF/RAW, resolusi ≥300 dpi, metadata: Dublin Core.
  • Fokus: preservasi naskah Nusantara dan akses publik.

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Menyediakan arsip digital sejarah dan dokumen pemerintahan.

  • Format: TIFF/PDF/A, metadata: ISAD(G).
  • Standar: mengikuti pedoman digitalisasi arsip nasional.

GLAM Unpad Digital Repository Inisiatif universitas untuk mengintegrasikan galeri, perpustakaan, arsip, dan museum.

  • Format: TIFF/PNG, metadata: Dublin Core + API interoperabilitas.
  • Fokus: akses terbuka dan kolaborasi riset.

Kesimpulan

  • Internasional: menekankan interoperabilitas metadata dan format lossless (TIFF).
  • Indonesia: mengikuti pola global dengan adaptasi lokal (Khastara, ANRI, GLAM Unpad).
  • Semua repositori menggunakan resolusi tinggi (≥300 dpi) dan metadata standar untuk memastikan keberlanjutan dan akses global.

Tabel Perbandingan Repositori Digital Naskah Kuno

Repositori / NegaraFormat File UtamaStandar MetadataTujuan Preservasi & Akses
Europeana Manuscripts (Eropa)TIFF (master), JPEG/PNG (akses)Europeana Data Model (EDM)Interoperabilitas lintas lembaga dan negara; akses publik terbuka.
British Library Digitised Manuscripts (Inggris)TIFF 600–1200 dpiMARC + Dublin CorePreservasi jangka panjang dan akses akademik global.
Digital Public Library of America (DPLA) (AS)TIFF/PNGDublin CoreIntegrasi koleksi museum, arsip, dan perpustakaan; akses terbuka.
Khastara – Perpusnas RI (Indonesia)TIFF/RAW (master), JPEG/PNG/PDF (akses)Dublin CorePreservasi naskah Nusantara dan akses daring publik.
ANRI Digital Archives (Indonesia)TIFF (master), PDF/A (dokumen)ISAD(G) + Dublin CorePreservasi arsip sejarah dan dokumen pemerintahan.
GLAM Unpad Repository (Indonesia)TIFF/PNGDublin Core + API interoperabilitasIntegrasi galeri, perpustakaan, arsip, dan museum; kolaborasi riset terbuka.

Analisis Singkat

  • Internasional: menekankan interoperabilitas metadata dan format lossless (TIFF) untuk preservasi jangka panjang.
  • Indonesia: mengikuti pola global dengan adaptasi lokal (Khastara, ANRI, GLAM Unpad) dan fokus pada pelestarian warisan budaya Nusantara.
  • Metadata: Dublin Core menjadi standar universal, sementara ISAD(G) dan EDM digunakan untuk arsip dan integrasi lintas sistem.

Penjelasan Hubungan Metadata

  • Dublin Core → standar deskripsi sederhana, dipakai luas di repositori internasional dan nasional (Perpusnas, ANRI, DPLA).
  • MARC → format katalog perpustakaan tradisional, digunakan British Library dan banyak perpustakaan besar.
  • ISAD(G) → standar arsip internasional, dipakai ANRI untuk arsip pemerintahan.
  • EDM (Europeana Data Model) → standar integrasi lintas negara di Eropa, menghubungkan koleksi manuskrip dari berbagai lembaga.

Interoperabilitas

  • Dublin Core ↔ MARC → memungkinkan integrasi katalog perpustakaan tradisional dengan repositori digital.
  • Dublin Core ↔ ISAD(G) → menyatukan deskripsi arsip dengan koleksi digital.
  • Dublin Core ↔ EDM → menjembatani koleksi lokal dengan platform internasional seperti Europeana.
  • MARC ↔ EDM → memungkinkan perpustakaan besar (misalnya British Library) berkontribusi ke Europeana.

Penjelasan Alur Integrasi

  • Dublin Core → berfungsi sebagai standar universal, sederhana, dan fleksibel.
  • MARC ↔ Dublin Core → konversi data katalog perpustakaan ke format digital.
  • ISAD(G) ↔ Dublin Core → mapping metadata arsip ke repositori digital.
  • EDM ↔ Dublin Core → interoperabilitas lintas negara melalui Europeana.
  • Repositori Digital Indonesia (Khastara, ANRI, GLAM Unpad) ↔ Dublin Core → integrasi dan akses publik daring.

Kesimpulan

  • Dublin Core menjadi jembatan utama antarstandar metadata.
  • MARC menjaga kesinambungan katalog perpustakaan tradisional.
  • ISAD(G) memastikan arsip sejarah terdokumentasi dengan baik.
  • EDM memungkinkan integrasi koleksi ke platform internasional seperti Europeana.
  • Repositori Indonesia dapat terhubung ke jaringan global melalui Dublin Core → EDM.

Kitab Recept Daonan, Ilmoe Obat-obatan Djawa

Oleh: Maryono

Buku dokumentasi pengobatan tradisional Jawa, khususnya secara herbal menggunakan aneka ramuan daun-daunan ini sangat menarik. Bahan-bahan yang digunakan dalam ramuan tersebut sangat sederhana, tanaman yang tersedia di halaman atau di jalan dan  kebun atau persawahan. Ramuan obat-obatan tersebut mungkin sebagian telah punah atau tidak dipraktikan lagi di masyarakat, karena sudah tersedia obat-obatan paten yang lebih mujarab. Selain itu, bahan-bahan herbal berupa akar, daun, getah, kayu dari tanaman herbal tersebut mungkin juga sudah jarang ditemukan di masyarakat. Buku berjudul “ Kitab recept daonan “ diterbitkan oleh penerbit “Probitas” Batavia, tahun 1927, dengan jumlah halaman 330, telah dialihmediakan dan dapat diakses melalui web langka http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2527.

Beberapa jenis penyakit dan obatnya dapat dilihat sebagai berikut:

Beberapa buku pengobatan tradisional yang juga telah dialihmediakan:

Ratjikan djampi anget : brekah dalem sampejan dalem ingkang sinoehoen Kangdjeng Soeltan Agoeng Praboe Anjakrakoesoema ing Mataram. Tanojo, R [Solo]:Boekhandel Sadoe Boedi.,1940. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1290

Boekoe Obat-Obat Djawa : Moeat Bermatjam-matjam obat Djawa asal dari penoetoeran orang-orang toea dan soedah banjak dipractikkan dengan ternjata mandjoer sekali boeat menjemboehkan beberapa penjakit. Hardjokoesoemo, R.M. [Solo]:Boekhandel Sadoe Boedi.,1941. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1820

Obat-obat dari bahan-bahan negeri sendiri. [Djakarta]:Balai Poestaka,1945. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1547
Ilmoe pengatahoean boet pengidoepan kita orang di roema tangga dan laen laen : Pharmacie ( ilmoe bikin obat-obatan dan nasehat-nasehat jang bergoena ). Hemeling [ Batavia]:Tjiong Koen Bie and Co,1913. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2134

Semoga bermanfaat

Menguji Kinerja Scanner Free: Aplikasi Scanner Android

Oleh: Maryono

Teknologi digitalisasi terus bergerak maju dan kini telah merambah ke smartphone, dan berjalan pada sistem android. Kreativitas para vendor memang mencengangkan, karena aplikasi tersebut mampu mengerjakan pekerjaan yang semula cukup berat dilaksanakan dengan mesin Scanner dan sebuah komputer. Lebih ajaib lagi karena aplikasi tersebut sekaligus mampu melakukan scanning, editing, dan konversi ke beragam jenis file dokumen, semuanya bisa dikerjakan dalam genggaman tangan smartphone.  Terdapat cukup banyak aplikasi scanner dokumen yang tersedia di playstore, diantaranya: vFlat Scan, CamScanner, Simple Scan, pemindai Kamera ke pdf scanner, PDF scanner, Tiny Scanner, FAST Scanner pindai PDF, Genius scan, Clear Scan, Mobile Scanner, Pemindai dokumen, PDF Scanner for android, Scan Hero, Notebloc Scanner, Easy Scanner, Smart Doc Scanner, Top Scanner, pemindai PDF, Photoscan, PDF extra, Document scanne, Image Scanner, SwiftScan, Turbo Scan dll.

Untuk lebih memahami kinerja aplikasi tersebut, kami memilih satu aplikasi yaitu Scanner Free, dengan pertimbangan aplikasi tersebut memperoleh skor ulasan (review) cukup bagus sebesar 4.8, dan tidak berbayar alias gratis. Smartphone yang kami gunakan, yaitu dengan spesifikasi standar menengah ke bawah, Oppo A31 RAM 6 gb/ ROM 128 gb yang direlease awal tahun 2020. Berikut hasil uji coba scanning dokumen tersebut:

Proses scanning buku, sebagai sampel 9 halaman

  1. Logo Scanner Free
  2. Siapkan buku yang akan didigitalkan, pilih docs
  3. Merapikan image dengan cropping, secara manual
  4. Mengedit image
  5. Hasil scan cover hlmn 1
  6. Tambah halaman
  7. Mengedit imge seperlunya
  8. Bisa ditambahkan signature, teks, symbol, image, watermark dll
  9. Mengurutkan image – reorder page
  10. Konversi ke pdf, share ke google drive, facebook, whatsapp, email dll. Format  pdf image zip
  11. Dikirim ke Whatsapp
  12. Ukuran file 9 hlmn
  13. Digitalisasi id card depan
  14. Digitalisasi id card belakang
  15. Bisa ditambahkan signature, teks, symbol, image, watermark dll
  16. Digital signature
  17. Hasil digital signature

Keunggulan aplikasi Scanner Free

Sangat praktis, simpel, dan mudah digunakan

Menghasilkan pdf, image, maupun zip

Mendukung digital signature

Mendukung watermark

Mendukung penyimpanan cloud

Mendukung transfer data ke berbagai platform

Mendukung digitalisasi dokumen buku, id card, serta paspor

Kekurangan Aplikasi Scanner Free

Belum mampu meratakan image yang melengkung / bergelombang, misal halaman buku yang melengkung

Belum mampu membersihkan tampilan benda yang ikut tertangkap kamera, misal jari tangan saat memegang dokumen

Perataan image (justify) tepi kiri kanan belum ada

Pemutaran image sebatas kelipatan 900

Editing image terbatas brightness, contrast, dan filter

Meskipun gratis (free), aplikasi tersebut sudah sangat membantu pekerjaan. Bisa diperkirakan, jika kita menggunakan aplikasi yang berbayar, tentu akan lebih hebat lagi fitur-fiturnya. Tetapi dengan banyaknya fitur-fitur tersebut, tingkat kemudahan penggunaan (easibility dan usability) juga akan semakin rendah.  Bagi pengguna awam, tentu akan membingungkan.

Selamat mencoba

Mengenal G. Kolff, Boekhandel Tan Khoen Swie dan Balai Pustaka: Penerbit Buku Langka Masa Politik Etis Awal Abad 20

Oleh: Maryono

Intisari

Artikel ini berfokus pada penerbit buku langka Indonesiana, khususnya yang diterbitkan pada masa  politik etis awal abad 20.  Penerbitan pada masa tersebut, cukup menarik untuk dikaji karena pada masa tersebut muncul kebijakan baru “politik etis” oleh pemerintah kolonial Belanda untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat di Indonesia, terutama di bidang pendidikan. Pada masa tersebut terdapat beberapa Penerbit yang cukup menonjol diantaranya Bale Poestaka, Boekhandel Tan Khoen Swie, dan G. Kolff. Ketiganya memiliki karakteristik dan idealisme masing-masing. Kajian ini akan membatasi studi pustaka pada ketiga penerbit besar tersebut, bukan saja karena penerbit-penerbit tersebut berperan penting dalam memcerahkan kehidupan bangsa, tetapi juga karena banyaknya koleksi langka Indonesiana perpustakaan UGM yang  berasal dari  ketiga penerbit besar tersebut.

Kata kunci: G. Kolff, Boekhandel Tan Khoen Swie, Balai Pustaka, Buku langka

Semoga bermanfaat

Merancang Infografik Dengan Infographic Maker.

Oleh: Maryono

Infografik sangat dibutuhkan saat ini, untuk menyampaikan informasi ringkas, padat, jelas dan menarik secara visual. Rancangan infografik pada umumnya dilengkapi dengan data yang akurat dan jelas. Penelitian yang telah dilakukan oleh Resnatika dkk (2018) menunjukkan bahwa infografik memiliki keunggulan dari segi daya tarik, kejelasan informasi, dan kemudahan dipahami. Melalui infografik, masyarakat awam dapat memahami suatu fenomena atau suatu pesan dengan mudah, tanpa harus membaca uraian yang panjang lebar. Infografik menyederhanakan penyampaian informasi yang kompleks dan rumit menjadi mudah, ringkas, jelas dan menarik.  Format infografik juga sangat mudah disebarluaskan, sesuai dengan perkembangan teknologi dan sosial media saat ini. Untuk merancang infografik, selain menggunakan software grafis semacam adobe illustrator ataupun coreldraw, dapat juga menggunakanan berbagai aplikasi infographic maker yang telah banyak dikembangkan. Infographic maker tersebut memang khusus dibuat untuk merancang infografik, sehingga dilengkapi dengan aneka fasilitas yang lengkap agar mampu menghasilkan infografik yang menarik. Failitas yang lazim disediakan diantaranya: template, image, font, icon, kurva, frame, border, bagan, background, audio, video, serta element. Aplikasi infographic maker yang berbasis website diantaranya: Canva infographic maker, Visualize, Venngage, Piktochart, Easel.ly, Visme, Infogram, Snappa, Biteable, Google chart, Google developers, Adioma, dan Dipity. Penggunaan infographic maker tersebut sangat mudah, user friendly dengan aneka fasilitas siap pakai.

Merancang infografik dengan Canva https://www.canva.com

Canva adalah aplikasi berbasis web untuk merancang infografik, dan pengerjaannya bisa dilakukan secara kolaborasi dengan beberapa pengguna, mirip dengan google docs yang bisa diakses dan diedit bersama dengan orang lain.

Memilih format produk

Untuk menggunakan Canva, bisa dimulai dengan memilih format produk yang akan dibuat, karena Canva memang dapat digunakan juga untuk membuat poster, presentasi, logo, instagram post, resume, flyer, card, brosur, bagan, sertifikat, newsletter, book cover, postcard, story board, serta calendar.

Memilih template

Versi gratis telah menyediakan banyak template yang disediakan, tetapi tersedia juga versi berbayar dengan fasilitas tambahan yang lebih lengkap. Template dan aneka menu berada di bagian kiri bidang kerja. Sedangkan fasilitas pembesar (magnifier) ada di kanan bawah.

Modifikasi teks dan data

Untuk melakukan modifikasi teks cukup klik 2x pada teks yang akan dirubah

Untuk menyimpan hasil rancangan disediakan folder penyimpanan

Hasil rancangan

Hasil rancangan bisa diunduh dan disimpan ke folder komputer, jg tersedia opsi untuk menganimasikan infografik tersebut yang berguna ketika dishare ke sosial media.

Daftar pustaka

Resnatika, Ajeng dkk. (2018). Peran Infografis Sebagai Media Promosi Dalam Pemanfaatan Perpustakaan. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Vol. 6, No. 2 (Desember 2018) 183-196 ISSN 2303-2677 (Print) ISSN 2540-9239 (Online).

Selamat mencoba