Kitab Primbon dan Aneka Panduan di Dalamnya.

Oleh: Maryono

Kitab primbon biasanya berisi petunjuk dan panduan dalam melakukan sesuatu pekerjaan atau keterangan ringkas tentang suatu masalah. Kata “primbon” dalam kamus KBBI daring diartikan “kitab yang berisikan ramalan (perhitungan hari baik, hari nahas, dan sebagainya); buku yang menghimpun berbagai pengetahuan kejawaan, berisi rumus ilmu gaib (rajah, mantra, doa, tafsir mimpi), sistem bilangan yang pelik untuk menghitung hari mujur untuk mengadakan selamatan, mendirikan rumah, memulai perjalanan dan mengurus segala macam kegiatan yang penting, baik bagi perorangan maupun masyarakat”.  Pada masa sekarang, keterangan dalam primbon kadang terkesan lucu, karena masyarakat umumnya tidak lagi mempercayai, menganggap sebagai gugon tuhon yang tidak logis, takhyul dan syirik. Primbon merupakan salah satu warisan budaya, yang mungkin di dalamnya terdapat pengetahuan dan kearifan lokal (local wisdom) dari warisan nenek moyang kita.

Petangan

Menurut Tjahyadi, S dan Musthafa A.L. (1996), petangan diartikan sebagai perhitungan hari baik, untuk melaksanakan suatu pekerjaan penting, yang diyakini menjamin keselamatan dan keberhasilan. Petangan merupakan tradisi Jawa untuk menentukan keberhasilan berdasarkan perhitungan hari tanggal bulan dan posisi matahari dengan harapan memperoleh kelancaran dan keselamatan.  Beberapa buku langka tentang petangan telah dialihmediakan ke digital dan bisa diakses dari internet.

II De Tengerans’s Soerat Petangannja Orang Djawa Menjataken Segala Roepa itoengan Boewat Mentjari Keslametan.
IV. De Ngelmoe’s. Soerat petangannja orang Djawa menjataken segala roepa itoengan boewat mentjari keslametan.

H A Van Hien. 1896. De Javaansche Geestenwereld En De Betrekking, Die Tusschen De Geesten En De Zinnelijke Wereld Bestaat Verduidelijkt Door Petangan’s of Tellingen Bij De Javanen in Gebruik : I De Primbon’s Soerat Petangannja Orang Djawa Menjataken Segala Roepa itoengan Boewat Mentjari Keslametan. [Semarang]:G. C. T. Van Dorp. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/129

H.A. Van Hien. 1896. De Javaansche Geestenwereld En De Betrekking, Die Tusschen De Geesten En De Zinnelijke Wereld Bestaat Verduidelijkt Door Petangan’s of Tellingen Bij De Javanen in Gebruik : II De Tengerans’s Soerat Petangannja Orang Djawa Menjataken Segala Roepa itoengan Boewat Mentjari Keslametan. [Semarang]:G.C.T. Van Dorp & co. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/130

H.A. Van Hien. 1896. De Javaansche Geestenwereld En De Betrekking, Die Tusschen De Geesten En De Zinnelijke Wereld Bestaat Verduidelijkt Door Petangan’s of Tellingen Bij De Javanen in Gebruik : II De Tengerans’s Soerat Petangannja Orang Djawa Menjataken Segala Roepa itoengan Boewat Mentjari Keslametan. [Semarang]:G.C.T. Van Dorp & co.

H. A. van der Hien. 1896. De Javaansche Geestenwereld en de Betrekking : die Tusschen de Geesten en de Zinnelijke wereld Bestaat, Verduidelijkt door Petangan’s of Tellingen bij de Javanen in Gebruik.IV. De Ngelmoe’s. Soerat petangannja orang Djawa menjataken segala roepa itoengan boewat mentjari keslametan.  [ Semarang]:G.C.T. Van Dorp & co. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/593

Boekoe Pasatohan : Menjataken Hitoenganja Anak Bakal Ditemoeken Laki dengan Perampoewan, Memilih Boelan Jang Baik Bakal Nikahnja. [ Semarang]:G.C.T. Van Dorp and Co, 1888. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1683

Primbon

Koko Widayatmoko. 1994. Serat Primbon. [ Jakarta]:s.n. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1232. 

Soemodidjojo, R. 1991. Kitab primbon Betaljemur adammakna : ngewrat ilmu-ilmu Jawi 337 bab, titilaranipun luluhur kita Jawi ing jaman kina…sadinten-dinten. [Ngayogyakarta]:Soemodidjojo Mahadewa. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1681

Hendrik Kraemer. 1921. Een Javaansche Primbon Uit De Zestiende Eeuw Inleiding, Vertaling En Aanteekeningen. [ Leiden]:P.W.M. Trap. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2070

Koko Widayatmoko. 1996. Primbon Keris. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1221

Primbon Pusaka-Wasiat-Djimat Kraton Kraton Tanah Djawa atau Primbon Keris. s.l.: s.n., s.a. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1608

Wongsorejo. 1980. Primbon Maha Pujangga. [ Jakarta]:TB. Naga. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1623

Serat primbon Jawi. [Solo]:Sadoe Boedi,1941. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1958

Jaya Suparman. 1932. Serat primbon ngimpi. [Kediri]:Tan Khoen Swie. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1994

Daftar pustaka

https://kbbi.web.id/primbon

Tjahyadi, S. dan Musthafa Anshori L. 1996. Petangan dalam Kosmologi Jawa di tengah Pluralitas Pandangan Dunia. Jurnal Filsafat, Mei 1996.

Sejarah Kesehatan dan wabah penyakit di masa lalu.

Oleh: Maryono

Wabah penyakit atau pandemi, menurut KBBI adalah peristiwa wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas. Dalam sejarah bangsa kita, pernah terjadi aneka wabah, terbukti dari adanya dokumentasi catatan dan kajian pada masa lalu. Wabah pes, wabah malaria serta wabah kolera  telah tercatat pada masa itu. Dengan kondisi keterbatasan sains, dilakukan berbagai upaya mengatasi penularan penyakit yang pada masa itu masih sering dianggap sebagai takhyul.  Upaya pengobatan tradisional maupun menggunakan obat modern, dapat dilacak di dalam berbagai literatur yang kini telah dialihmediakan ke digital.

Pengobatan tradisional

Terdapat literatur pengobatan tradisional, yang mungkin diantara pengobatan tersebut ada yang telah punah atau tidak digunakan lagi di masa sekarang.

Zwaan, Kleiweg J.P. de. 1910. De Geneeskunde der Menangkabau – Maleiers

Zwaan, Kleiweg J.P. de. 1910. De Geneeskunde der Menangkabau – Maleiers. Amsterdam: Meulenfoff & Co. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2069

Ridley, H.N. 1907. De inlandsche geneesmiddelen der Maleiers. Amsterdam: J.H. De Bussy. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1061

Hardjokoesoemo, R.M. 1941. Boekoe Obat-Obat Djawa : Moeat Bermatjam-matjam obat Djawa asal dari penoetoeran orang-orang toea dan soedah banjak dipractikkan dengan ternjata mandjoer sekali boeat menjemboehkan beberapa penjakit. [Solo]: Boekhandel Sadoe Boedi. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1820

Pengobatan modern

Maijer, L.Th. 1896. Dari penjakit kolera : katerangan pegimana mestinja mendjaga soepaia djangan dampe kena atau katoelaran penjakit itoe. [Batavia]:Albrecht and Co. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1374

Aeckerlin, J A. 1894. Dari hal penjakit kolera. [Betawi]: Kandjeng Goebernemen.  http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1410

Groneman, I. 1901. Kitab Pendjagaan Diri dan Obatnja Waktoe Ada Penjakit Cholera. [Jogjakarta]:H. Buning. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1411

Sanatogen. [s.a.]. Pada Hal Menjatakan Sakit Demam Malaria. [Amsterdam]: Sanatogen. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1251

Kitab Kesehatan Bahaja Maoet Jang Boleh Ditolak (Malaria). [ Weltevreden ]:Drukkerij Volkslectuur. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1513

Dari hal penjakit pest (sampar) dan pendjaganja = De pestziekte en de middelen ter voorkoming daarvan. [Batavia]: Landsdrukkerij,1919. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1370

Raadt, O.L.E. 1915. Penjakit Pest di Tanah Djawa dan Daja Oepaja Akan Menolak Dia

Raadt, O.L.E. De. 1915. Penjakit Pest Ditanah Djawa dan daja oepaja akan menolak dia. [Betawi]:pertjetakan Goebernemen. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1372

Bakker, C. 1916. Penjakit Mata. Batavia: Landsdrukkerij. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1383

Hantoe. 1926. Pengetahoean tentang berbagi-bagi penjakit prempoean berikut obat-obatnja. [Semarang]:Boekhandel P.A.T.K.W.A.H. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1316

Kesehatan

Vogel, W.T. de. 1917. De Taak Van Den Burgerlijken Geneeskundigen Dienst In Nederlandsch-Indie. Amsterdam: Boek-En Steendrukkerij, v/h. Ellerman, Harms& Co. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1117

Samar, Si. s.a. Wet Nasehat dan Rasia Menoesia Prihal Perhoeboengan antara Lelaki dan Prampoean Atawa Pengatahaoean Prihal Kamanoesiaan Tersalin dari Roepa-roepa Boekoe Dokter. Batavia:Electrische Drukkerij Loa Moek En& Co.  http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1689

Moehamad Saleh Mangkoeradja, Radhen. 1901. Kitab Pengadjaran Bagaimana Patoet Orang Menoeloeng Sa-Orang Prampoean Jang Beranak. [Batavia]:Kho Tjeng Bie and Co. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1491

Elcus. 1896. Dari Hal Merawatin Gigi Jaitoe Bebrapa Nasehat akan Piara Gigi Bagoes. [Batavia]:Albrecht and rusche. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1389

Mangkuatmaja, Mas. 1913. Petotor bab kesehatan badan. [ Batawi]: Papyrus. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1992

Tuyter, A;Tjik Nang. 1930. Peladjaran Kesehatan. [Weltevreden]: J.B. Wolters. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1597

Merawat Anak-Anak Baji (Ilmoe Kadoktoran). [Batavia]:Tan thian Soe,1925. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/1537

Daftar pustaka

https://kbbi.web.id/pandemi

Manuskrip Digital Kraton Yogyakarta dan manuskrip Nusantara di British Library

Oleh: Maryono

Manuskrip Kraton Yogyakarta

Pada masa kerajaan, bangsa Indonesia telah memiliki tradisi tulis yang cukup tinggi, terbukti banyaknya manuskrip karya nenek moyang yang dihasilkan dan terserak di berbagai museum dan perpustakaan. Menurut Irawan (2018) setelah mengalahkan Belanda yang diakhiri dengan kapitulasi Tuntang, Inggris menyerbu kraton Yogyakarta (geger sepehi) dan mengalahkan Sultan Hamengku Buwono II pada 20 Juni 1812. Penyerbuan tersebut diikuti dengan penjarahan besar-besaran, meliputi pusaka kraton, gamelan, wayang dan ribuan naskah pustaka kraton. Setelah melalui berbagai upaya negosiasi untuk pengembalian naskah-naskah tersebut, akhirnya pada 20 Maret 2018 diresmikan proyek digitalisasi manuskrip Jawa dari Kraton Yogyakarta di British Library.

Proyek tersebut telah menyelesaikan digitalisasi 75 manuskrip, dan telah disediakan akses sepenuhnya melalui website British library https://www.bl.uk/manuscripts/. Prof. Merle Ricklefs meyakini terdapat sekitar 83 judul manuskrip yang berasal dari kraton Yogyakarta di British Library. Keterangan tersebut disusun dalam naskah “Indonesia Manuscript in Great Britain” (Ricklefs, 1977). Manuskrip tersebut terutama mengkaji sejarah Jawa, sastra dan etika, cerita islami, dan cerita wayang serta catatan pengadilan. Naskah ditulis dengan huruf Jawa dan Arab pegon, dan menggunakan kertas dari Eropa dan kertas lokal (dluwang). Daftar judul manuskrip tersebut dicantumkan dalam blog British library berikut:  https://blogs.bl.uk/asian-and-african/javanese.html.

Manuskrip Nusantara yang terancam rusak

British library melaksanakan banyak digitalisasi manuskrip nusantara, selain naskah dari kraton Yogyakarta, terdapat naskah yang terancam bahaya kerusakan  (endangered archives programme). Website penyelamatan arsip yang terancam rusak yaitu https://eap.bl.uk/, sedangkan yang khusus berasal dari Nusantara https://eap.bl.uk/search/site?f%5B0%5D=ss_country%3AIndonesia. Terdapat 18 kegiatan digitalisasi manuskrip Nusantara oleh British Library di Indonesia, di antaranya: manuskrip Minangkabau, manuskrip Cirebon, manuskrip Sunda, manuskrip Aceh, manuskrip Sumatera Barat, manuskrip Pondok Pesantren, manuskrip Riau, manuskrip Buton, manuskrip Ambon, manuskrip Makassar, manuskrip Kerinci, manuskrip Jambi, manuskrip Bali dan Lombok, manuskrip Bima, manuskrip Kampar, serta manuskrip Jawa. Koleksi manuskrip digital tersebut juga telah dapat diakses secara lengkap.

Cara akses

Manuskrip versi digital yang telah diselesaikan dapat diakses sepenuhnya melalui website

https://www.bl.uk/manuscripts/.

Portal pencarian manuskrip digital British Library https://www.bl.uk/manuscripts/

Fasilitas pencarian yang bisa menggunakan Browse atau Search. Pilihan Browse tentu akan sangat sukar digunakan, karena terdapat banyak sekali manuskrip dari berbagai negara. Dengan pilihan tersebut, tentu harus membuka satu per satu halaman daftar judul dan mencermati semua judul manuskrip.

Browse manuscript

Sedangkan dengan menggunakan pilihan Search, kita cukup memasukkan kata kunci yang telah kita ketahui.

Search manuscript

Kata kunci yang mudah digunakan untuk menemukan manuskrip nusantara diantaranya: serat, wayang, primbon, javanese, yogyakarta, bugis, sunda, aceh, malay, sumatra, jawa, lontar, makasar, bima, ambon, jambi, kampar serta babad.

Silakan mencoba

Daftar pustaka

https://blogs.bl.uk/asian-and-african/javanese.html

https://www.bl.uk/manuscripts/

https://eap.bl.uk/search/site?f%5B0%5D=ss_country%3AIndonesia

Irawan, Y. (2018). Catatan Sejarah Dalam Babad Sepehi. Jumantara, 9(2): 95-112. 

Ricklefs, M.C. 1977. Indonesia Manuscript in Great Britain. https://blogs.bl.uk/files/yogya-mss-in-bl-from-rv.pdf

Menelusuri Wilayah Nusantara Melalui Atlas Masa Lalu.

Oleh: Maryono

Menelusuri atlas, melihat peta wilayah yang dibuat pada masa kolonial memunculkan imajinasi kerja keras luar biasa yang dilakukan pada saat itu untuk membuatnya, mengingat belum adanya teknologi penginderaan dan pencitraan satelit pada masa tersebut. Berbagai ekspedisi maritim yang dibukukan, biasanya disertai lampiran berupa lembaran peta berukuran besar di bagian akhir buku, yang tidak lazim di masa sekarang. Berbagai atlas memiliki keunikan masing-masing, seperti atlas berikut yang dikaitkan dengan traktat perjanjian pembagian wilayah antara Belanda, Inggris, Spanyol, dan Portugis.

Zaayer. 1881. Het Grondgebied Van Nederlandsch Oost Indie In Verband Met De Tractaten. [Leiden]:P.Somerwil. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/876

Sedangkan peta berikut menerangkan keadaan Batavia pada saat terjadi pengepungan oleh pasukan Mataram atas perintah Sultan Agung pada tahun 1628.

Beschrijving der kaart, voorstellende de belegering van de stad Batavia
http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2064

Peta berikut tentang perang di Sulawesi pada tahun 1859 hingga 1860

De Bonische expeditien : krijgsgebeurtenissen op Celebes in 1859 en 1860.

Salah satu atlas dengan judul “Atlas van Tropisch Nederland”, diterbitkan 1938 karena pada saat itu Indonesia masih merupakan negara jajahan. Dalam atlas tersebut terdapat peta wilayah berbagai kerajaan Nusantara.

Atlas van tropisch Nederland. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/94

Daftar pustaka

Atlas van Nederlandsch Oost-Indie. 084 Atl c.1. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2067

Dornseiffen, I. 1884. Atlas van Nederlandsch Oost- en West-Indie. [Amsterdam]: Seyffardt’s Boekhandel. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/116

Gelder, W. Van; Lekkerkerker, C.  1933. Schoolatlas Van Nederlandsch Indie. Batavia: J.B. Wolters.

Leupe, P.A. 1859. Beschrijving der kaart, voorstellende de belegering van de stad Batavia. [Amsterdam]:s.l. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2064

Nederlands Aardrijkskundig Genootschap; Topografische Dienst in Nederlandsch-Indie. 1938. Atlas van tropisch Nederland. [Batavia]:Martinus Nijhoff. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/94
Kaart . 1872 . Topographische Kaart Der Residentie Soerakarta Opgenomen in De Jaren 1861, 1862, 1863, 1864, 1865 en 1866 Zamengesteld en Gephotographeerd in 1872 Op Het Topographisch Bureau Te Batavia. [Weltevreden [Batavia]]:Topographisch Bureau
Perelaer, M. T. H. 1872. De Bonische expeditien : krijgsgebeurtenissen op Celebes in 1859 en 1860. [ Leiden]:Gualth. Kolff

Zaayer. 1881. Het Grondgebied Van Nederlandsch Oost Indie In Verband Met De Tractaten. [Leiden]:P. Somerwil. http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/876

Rumphius, ilmuwan buta perintis botani tropis dan sejarah Ambon.

Oleh: Maryono

Rumphius adalah ilmuwan keturunan Jerman yang banyak meneliti flora fauna, botani, zoologi, tanaman obat dan sejarah Ambon.  Menurut Veldkamp (2011), Georgius Everhardus Rumphius lahir di Wolfersheim, Hessen, Jerman pada akhir tahun 1627. Dia bergabung dengan VOC sebagai tentara dan meninggalkan Belanda pada 1652.  Latief et.al. (2016) menyebutkan bahwa Rumphius berhasil mendarat di Batavia pada bulan Juni 1653, dan berangkat ke Ambon pada November 1653, dan kemudian tidak pernah pergi meninggalkan Ambon.  

Menjadi tentara ternyata tidak memuaskan Rumphius, sehingga pada tahun 1657 kemudian mengajukan alih tugas sipil sebagai staf perdagangan. Saat itulah Rumphius memulai melakukan studi flora dan fauna kawasan Ambon secara sistematis, mulai menulis dan terus menulis serta membuat ilustrasi. Rumphius berdiam di Hitu, bersama keluarganya.

Pada bulan April tahun 1670, pada usia 42, glaukoma menyerang matanya sehingga mengalami kebutaan, musibah sangat besar bagi seorang ilmuwan alam. Dengan bantuan anak laki-laki dan pembantunya, Rumphius tetap melanjutkan pekerjaannya.  Rumphius berhasil menyelesaikan tiga karya besar: Amboinsch Kruidboek, Amboinsch Rariteitkamer, dan Amboinsch Dierboek.  Bagi Rumphius, tragedi terbesar terjadi pada tahun 1674 yaitu gempa dan tsunami yang melanda Ambon dan sekitarnya, menewaskan isteri dan anak perempuannya. Pada tahun 1687 tragedi lain juga terjadi yaitu kebakaran besar di Ambon, buku koleksi, manuskrip dan gambar-gambar yang di buat Rumphius sebelum tahun 1670 turut terbakar. Untungnya sebagian buku utama bisa diselamatkan. Tragedi masih berlanjut, pada 1695 sebagian manuskrip dan ilustrasinya hilang dicuri dari kantornya. Rumphius wafat pada 1702. Karya-karya Rumphius yang hilang ataupun terbakar, pada akhirnya berhasil ditulis ulang dan diselamatkan. Pada tahun 1679 – 1680 Gubernur Ambon, Dirck de Haes menuliskan dalam laporannya, pekerjaan Rumphius telah selesai, menulis 1720 bab termasuk 12 buku.

Salah satu karya Rumphius, mendokumentasikan peristiwa gempa dan tsunami 1674, berjudul: Waerachtigh Verhaeel van de Schricklijke Aardbevinge, Nuonlanghs eenigen tyd herwerts, ende voor naemntlijck op den 17, February des Jaers 1674. Voorgevallen, en ontrent de Eylanden van Amboina (Kisah Nyata Tentang Gempa Bumi yang Dahsyat yang terjadi beberapa waktu yang lalu dan sebelum itu, tetapi terutama pada tanggal 17 Februari tahun 1674 di pulau pulau Amboina). Karya tersebut menjadi catatan gempa tsunami lengkap pertama di Nusantara.

Menurut Pangemanan (2012), terdapat 6 karya besar Rumphius, dan disimpan di Perpustakaan Rumphius Ambon. Keenam karya tersebut yaitu:  (1) Amboinsche Kruidboek (buku tentang rempah-rempah dan botani) yang dikenal juga sebagai Herbarium Amboinense terbitan tahun 1695, (2) D’Amboinsche Rariteitkamer (= barang-barang aneh dan langka dari Ambon) terbitan tahun 1705,  dan (3) Amboinsche Dierbook (buku tentang binatang-binatang Amboina) terbitan awal dasawarsa 1690-an, yang aslinya hilang dan tidak pernah ditemukan lagi selain dalam salinan kembali (diduga plagiat) oleh pengarang François Valentijn dalam Bab IV bukunya Beschryving van Ooost-Indie di bawah judul: Verhandelingen der Dieren, Vogelen en Vischen (perihal binatang-binatang, burung dan ikan), terbit sekitar tahun 1724 hingga 1741. Seluruh buku François Valentijn (8 jilid) yang sebenarnya tidak kalah masyhur tahun-tahun itu tersimpan lengkap di Perpustakaan Rumphius. Sementara tiga buku penting lainnya Rumphius yang lebih menyangkut kesejarahan nasional mencakup (4) D’Ambonsche Land-Beschrijving (perihal pulau-pulau di gubernemen Amboina), yang terbit tahun 1679, (5) De Ambonensche Historie (Sejarah Ambon) terbitan tahun 1679, dan (6) Waerachtigh Verhael van de Schrickelijcke Aerdtbevnge (Kisah nyata tentang gempa bumi dahsyat), terbitan Batavia, tahun 1675.

Sungguh mengharukan, dalam keadaan buta dan tragedi beruntun, Rumphius dengan gigih menghasilkan karya-karya besarnya di bidang flora fauna, botani tropis, juga pengobatan herbal. Baas dan Veldkamp (2013) menyebutkan bahwa Rumphius merupakan salah satu pionir botani Asia di abad 17. Ilmuwan yang lahir tanpa melalui pendidikan universitas, tetapi hanya karena terinspirasi oleh minat dan kecintaan terhadap pengetahuan alam tropis. Semua karya besar Rumphius diterbitkan setelah wafat, dalam bidang zoology, botany, geography dan history. Dari enam karya besar Rumphius, terdapat satu di koleksi langka digital perpustakaan UGM, yaitu De Ambonsche Historie http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2056. Sedangkan buku lainnya berisi laporan peringatan mengenang Rumphius dari museum kolonial Verslag der Rumphius Herdenking http://langka.lib.ugm.ac.id/viewer/index/2057. 

Daftar pustaka

Baas, Pieter and Veldkamp, J.F. 2013. Dutch pre-colonial botany and Rumphius’s Ambonese Herbal. Allertonia 13, 2013, pp. 9–19

Latief, Hamzah et.al. (2016. Air Turun Naik di Tiga Negeri: Mengingat Tsunami Ambon 1950 di Hutumuri, Hative kecil dan Galala. Jakarta: UNESCO

Pangemanan, Fritz. 2012. Enam Mahakarya Rumphius Tersimpan di Perpustakaan Rumphius, Ambon. Harian Pagi Suara Maluku, Jumat, 24 Februari 2012. https://id-id.facebook.com/notes/berita-katolik/enam-mahakarya-rumphius-tersimpan-di-perpustakaan-rumphius-ambon/10151288492000538/

Veldkamp, J.F. 2011. Georgius Everhardus Rumphius (1627–1702), the blind seer of Ambon. Gardens’ Bulletin Singapore 63(1 & 2): 1–15. 2011 https://www.nparks.gov.sg/sbg/research/publications/gardens-bulletin-singapore/