ORCID Open Researcher and Contributor ID

ORCID adalah sistem identitas global untuk peneliti yang menyediakan unique, persistent identifier (ORCID iD) agar karya ilmiah dan kontribusi akademik dapat dihubungkan secara jelas dengan individu yang membuatnya. Dengan ORCID, peneliti tidak akan tertukar dengan orang lain yang memiliki nama serupa, dan profil mereka dapat terhubung otomatis ke publikasi, pendanaan, afiliasi, maupun data penelitian.

Apa itu ORCID?

  • Open Researcher and Contributor ID → singkatan dari ORCID, organisasi nirlaba global yang menyediakan identitas digital unik bagi peneliti.
  • ORCID iD → nomor identitas unik (misalnya: 0000-0002-1825-0097) yang gratis untuk didaftarkan oleh peneliti.
  • Tujuan utama → memastikan atribusi karya ilmiah yang jelas, mengurangi kesalahan administrasi, dan meningkatkan visibilitas penelitian lintas disiplin dan negara.

Fungsi Utama ORCID

  • Identitas peneliti → membedakan peneliti dengan nama serupa.
  • Integrasi publikasi → jurnal, penerbit, dan repositori dapat otomatis menghubungkan karya ke ORCID iD.
  • Manajemen karier → melacak afiliasi, pendanaan, dan kolaborasi sepanjang karier akademik.
  • Interoperabilitas sistem → terhubung dengan lebih dari 5.000 sistem riset global.

Perbandingan ORCID dengan Identitas Lain

Sistem Fokus Utama Kelebihan
ORCID Identitas peneliti global Gratis, unik, interoperabel, kontrol privasi oleh peneliti
Scopus Author ID Publikasi di Scopus Otomatis dibuat, tapi terbatas pada database Scopus
ResearcherID (Web of Science) Publikasi WoS Terintegrasi dengan WoS, tapi tidak universal
Google Scholar Profil sitasi Mudah dibuat, tapi tidak standar global

Catatan Penting

  • Privasi & kontrol → peneliti sendiri yang menentukan informasi apa yang ditampilkan publik.
  • Kewajiban → banyak penerbit internasional kini mewajibkan ORCID iD saat submit artikel.
  • Strategis → ORCID menjadi bagian penting dari infrastruktur riset global untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas akademik.

Untuk memperoleh ORCID iD, prosedurnya cukup sederhana dan gratis. Berikut langkah-langkah resmi yang bisa Anda ikuti:

Prosedur Mendaftar ORCID

  1. Akses situs ORCID
    • Buka laman resmi: https://orcid.org.
    • Klik tombol “Register” di pojok kanan atas.
  2. Isi formulir pendaftaran
    • Masukkan nama lengkap sesuai publikasi akademik.
    • Tambahkan email aktif (disarankan lebih dari satu untuk keamanan).
    • Buat password yang kuat.
  3. Pilih pengaturan privasi
    • ORCID memberi opsi: Public, Limited, atau Private.
    • Anda bisa mengatur visibilitas setiap data (misalnya afiliasi, publikasi).
  4. Verifikasi email
    • ORCID akan mengirim tautan konfirmasi ke email Anda.
    • Klik tautan tersebut untuk mengaktifkan akun.
  5. Dapatkan ORCID iD
    • Setelah verifikasi, Anda akan memperoleh nomor unik 16 digit (contoh: 0000-0002-1825-0097).
    • Nomor ini menjadi identitas permanen Anda sebagai peneliti.
  6. Lengkapi profil
    • Tambahkan afiliasi (misalnya Universitas Gadjah Mada).
    • Unggah publikasi, grant, atau aktivitas riset.
    • Hubungkan dengan sistem lain (Scopus, Web of Science, CrossRef, dll.).

Tips Penting

  • Gunakan email institusi agar lebih kredibel.
  • Pastikan nama konsisten dengan publikasi agar integrasi otomatis berjalan lancar.
  • Atur privasi sesuai kebutuhan: misalnya publikasi Public, data pribadi Limited.
  • Banyak jurnal internasional kini mewajibkan ORCID iD saat submit artikel.

 

APC Article Processing Charge

APC adalah singkatan dari Article Processing Charge, yaitu biaya yang dibebankan oleh penerbit jurnal kepada penulis untuk mempublikasikan artikel dalam model Open Access.

Fungsi APC

  • Menutup biaya publikasi: mencakup peer review, editing, typesetting, hosting online, dan pemeliharaan sistem.
  • Mendukung akses terbuka: artikel dapat diakses gratis oleh pembaca di seluruh dunia tanpa paywall.
  • Membiayai layanan tambahan: seperti DOI, indexing di database (Scopus, Web of Science), dan preservasi digital.

Kisaran Biaya APC

  • Jurnal internasional biasanya mengenakan APC antara $500 – $5,000 USD, tergantung penerbit dan reputasi jurnal.
  • Penerbit besar seperti Springer, Elsevier, atau Nature sering menetapkan APC lebih tinggi dibanding penerbit independen atau universitas.
  • Beberapa jurnal menawarkan waiver atau diskon bagi penulis dari negara berkembang atau dengan keterbatasan dana.

Perbedaan dengan Subscription Model

  • Pada model Subscription, pembaca atau institusi membayar untuk mengakses artikel.
  • Pada model Open Access dengan APC, penulis membayar agar artikelnya bebas diakses oleh semua orang.

Tabel Perbandingan Model Subscription vs Open Access

Aspek Subscription Open Access
Siapa membayar Institusi pembaca (melalui langganan) Penulis atau institusi penulis (APC)
Biaya penulis Umumnya gratis $30 – $12,000+ tergantung penerbit
Akses pembaca Terbatas pada pelanggan Gratis, global, segera tersedia
Hak cipta Biasanya dialihkan ke penerbit Penulis sering mempertahankan hak (CC BY)
Potensi sitasi Lebih rendah (akses terbatas) Lebih tinggi (akses terbuka)
Kepatuhan funder Sering tidak memenuhi mandat OA Memenuhi mandat OA (Plan S, NIH, dll.)
Embargo 6–24 bulan untuk self-archiving Tidak ada embargo

Analisis Singkat

  • Subscription model: lebih murah bagi penulis, tetapi akses terbatas bagi pembaca. Cocok jika institusi sudah berlangganan.
  • Open Access model: lebih mahal bagi penulis (APC tinggi), tetapi meningkatkan visibilitas, sitasi, dan kepatuhan terhadap mandat funder.
  • Penerbit besar (Nature, Elsevier, Springer): APC tinggi karena reputasi, indeksasi luas, dan brand prestige.
  • Penerbit lebih murah (MDPI, PLOS, Frontiers): APC lebih terjangkau, tetap memenuhi standar peer review, tetapi brand prestige lebih rendah dibanding penerbit besar.