masyono on August 10th, 2018

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 2 menjelaskan bahwa tindakan plagiat meliputi tetapi tidak terbatas pada :

  1. mengacu dan/atau mengutip istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa menyatakan sumber secara memadai;
  2. mengacu dan/atau mengutip secara acak istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber secara memadai;
  3. menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai;
  4. merumuskan dengan kata-kata dan/atau kalimat sendiri dari suatu sumber kata-kata dan/atau kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyertakan sumber secara memadai;
  5. menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah dipublikasikan oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumber secara memadai.

Dalam suatu kajian literatur oleh Amiri dan Razmjoo (2016:116) dirangkum dan dijelaskan berbagai faktor yang berperan memicu tindak plagiarisme. Pemicu plagiarisme diklasifikasikan ke dalam dua faktor, faktor utama (major factors) dan faktor tambahan (minor factors). Salah satu faktor utama adalah kurangnya pemahaman terhadap topik penelitian yang dikerjakan (unfamiliarity with the topic). Faktor berikutnya Persepsi tingkat keseriusan (Perceived seriousness), adanya anggapan bahwa plagiarisme bukan persoalan serius, anggapan bahwa menghargai karya orang lain sebagai kurang penting. Selain faktor-faktor tersebut, kemampuan menulis dan mengutip yang rendah juga menjadi pemicu plagiarisme yang tidak disengaja (unintentional plagiarism).  Sedangkan faktor teknologi, disebutkan salah satunya yaitu munculnya paper mills atau “jasa pembuatan paper, artikel, skripsi , tesis, serta disertasi” dan internet yang memiliki sumberdaya informasi (information resources) sangat besar. Kemudahan akses dan melimpahnya sumberdaya informasi menjadi kekhawatiran besar di era internet. Faktor keluarga dan faktor beban kerja juga tidak kalah penting.

Sumber: Amiri & Razmjoo (2016)

Daftar pustaka

Amiri, F. & Razmjoo, S.A. J Acad Ethics (2016) 14: 115. https://doi.org/10.1007/s10805-015-9245-3

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi

Berbagai model pencarian informasi telah dikembangkan oleh para ahli, di antaranya: model Wilson, model Krikelas, model Johnson, model Leckie, dan model Ellis. Model Ellis yang paling sesuai dengan kondisi terkini di perpustakaan, yang sarat dengan penerapan teknologi informasi untuk produktivitas dan kinerja. Model Ellis cocok diaplikasikan di perpustakaan perguruan tinggi yang padat dengan kegiatan penelitian, utamanya tugas akhir penyusunan skripsi, tesis dan disertasi atau riset akademisi dan peneliti. Model Ellis dikembangkan untuk mengkaji perilaku para ilmuwan yang sedang melakukan penelitian.  Meho dan Helen (2003) menyebutkan model Ellis terdiri dari 6 aktivitas pencarian informasi, yaitu:

Starting: aktivitas awal pencarian, mengidentifikasi sumber-sumber acuan, konsultasi dengan pakar, mengakses katalog online, menjelajahi web favorit

Chaining: melacak hubungan sitasi literatur yang ditemukan pada saat “starting”. Pelacakan maju atau mundur, mengikuti link ke sumber informasi terkait

Browsing: mencari informasi relevan, mencermati literatur primer dan sekunder, jurnal, daftar isi, indeks, abstrak. mencermati situs web dari sumber yang dipilih

Differentiating: mengelompokkan literatur, berdasarkan pengarang, kualitas ataupun kebaruannya, menandai (bookmark) website penting

Monitoring: mengikuti perkembangan di bidang yang diminati (awareness), secara teratur mengikuti alert sumber tertentu (to keep up-to-date)

Extracting: identifikasi selektif dan relevan, semua materi dari sumber tertentu, misal: semua informasi topik tertentu pada web site terpilih

 

Meho dan Helen (2003), menambahkan 4 aktivitas sesuai dengan perkembangan teknologi internet, yaitu accessing, verifying, networking, dan information managing. Sehingga model tersebut menjadi 10 aktivitas dengan urutan lengkap sebagai berikut: starting, chaining, browsing, monitoring, accessing, differentiating, extracting, verifying, networking, information managing.

 

Accessing: mendapatkan akses ke sumber informasi yang telah ditentukan

Verifying: memeriksa akurasi, dan keabsahan informasi yang telah ditemukan, terutama informasi dari web

Networking:  membangun jaringan komunikasi kolega, organisasi, pemerintah. untuk mengumpulkan informasi, berbagi informasi.

Information Managing: penataan, pengelompokan, pengarsipan, dan pengorganisasian informasi yang terkumpul.

 

Daftar pustaka

Meho, Lokman I. dan Helen R. Tibbo. 2003. Modeling the Information-Seeking Behavior of Social Scientists: Ellis’s Study Revisited. Journal Of The American Society For Information Science And Technology, 54(6):570-587, 2003

Pada akhir abad 19 dan beberapa tahun di awal abad 20, negara Eropa Italy, Great Britain dan Germany memimpin dalam hal riset dan jumlah publikasi ilmiah. Tetapi pada awal abad 20, USA mengambil alih dan tetap bertahan hingga lebih dari 90 tahun.  Pada tahun 2016. China mulai melampui USA. Publikasi ilmiah China di Scopus sejumlah 426.000 dokumen di 2016, atau 18,6%, sedangkan USA mencapai 409.000 dokumen. Demikian juga India telah melampaui Jepang. Di tahun 2017, publikasi ilmiah China mencapai 15% lebih banyak dibandingkan publikasi USA.  Tetapi jika dicermati dari aspek jumlah perolehan sitasi, maka urutan pertama ditempati Swedia, disusul Switzerland, USA, European Union dan China.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar pustaka

Enago academy. 2018. https://www.enago.com/academy/china-overtakes-us-with-highest-number-of-scientific-publications/, 18 Mei 2018, 13.11 pm

Tollefson, Jeff. 2018 . Nature magazine, January 23, 2018. https://www.scientificamerican.com/article/china-declared-world-rsquo-s-largest-producer-of-scientific-articles/, 18 Mei 2018 13:29 pm

Library, Information Science and Technology Abstracts disingkat LISTA adalah pengindeksan dokumen di bidang ilmu perpustakaan dan informasi. Item yang diindeks terdiri dari jurnal, buku, laporan penelitian, surat kabar, majalah, serta prosiding konferensi. LISTA dikelola oleh EBSCO database. Indeks tersebut mencakup 600 jurnal inti, 120 jurnal terseleksi, tahun terbit retrospektif hingga tahun 1960, dan dilengkapi author profiles dan tesaurus.

Tampilan author profile:

Tampilan thesaurus:

 

Selain mengelola LISTA, Ebsco juga mengelola Library & Information Science Source, Library Literature & Information Science Index, dan Library Literature & Information Science Retrospective 1905 – 1983. Library & Information Science Source, konten mencakup 470 jurnal fullteks, 30 monograf, indeks 2.200 jurnal, tesaurus 11.000 item, fullteks retrospektif hingga 1933. Library Literature & Information Science Index, konten mencakup indeks 410 jurnal, retrospektif hingga 1980. Library Literature & Information Science Retrospective 1905 – 1983, konten mencakup indeks terhadap 1200 publikasi dan 500.000 artikel.

Daftar pustaka
Library, Information Science and Technology Abstracts.
https://www.ebsco.com/products/research-databases/library-information-science-and-technology-abstracts

Islam mengajarkan pemahaman tentang penciptaan secara menarik, jelas dan logis. Dalam berbagai ayat Al-Quran dapat ditemukan, bahwasanya Allah SWT menerangkan tentang penciptaan yang selalu berpasangan. Konsep yang diajarkan Allah SWT dalam Al-Quran tersebut, sangat mudah dipahami oleh anak-anak.

وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْن لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah. [Adh-Dhariyat: 49]

وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَىٰ

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. [Yaa Sin: 36]

وَالَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ

Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. [Az-Zukhruf: 12]

 

Dalam Al-Quran juga disebutkan berbagai ciptaan yang selalu berpasangan:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [An Nahl: 97]

تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَن تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”. [Al-Imran: 27]

هَٰذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ

Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. [Sad: 57]

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Al-Imran: 185]

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُن فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ الْحَقُّ ۚ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ ۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. [Al-An’am: 73]

وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. [Al Baqarah: 201]

يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ

Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. [Ghafir: 39]

مَن جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَن جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). [Al An’am: 160]

Untuk mengkaji kualitas piranti lunak dan website, terdapat berbagai model kualitas yang telah dikembangkan, di antaranya Mc Call Quality model, Boehm model, Dromey model, FURPS model, ISO 9126 model, ISO 25010, Bertoa model, Gequamo model, Alvaro model, Rawashdeh model, CapGemini Open Source Maturity Model,  OpenBRR Model, SQO-OSS Model, dan QualOSS Model.  Kajian persepsi, maupun kualitas piranti lunak dan website dapat menggunakan model-model tersebut.

Model ISO 9126 dan ISO 25010 banyak dimodifikasi dan dikembangkan menjadi berbagai model. Berikut bagan model ISO 9126 dan ISO 25010:

Sumber: Berander et al. (2005); P. Miguel, Mauricio, and Rodríguez (2014)

Sumber: P. Miguel, Mauricio, and Rodríguez (2014).

Daftar pustaka

Berander, P, L -. O Damm, J Eriksson, T Gorschek, K Henningsson, P Jönsson, S Kågström, D Milicic, F Mårtensson, and K Rönkkö. 2005. “Software Quality Attributes and Trade-Offs,” no. January. https://www.researchgate.net/publication/238700270_Software_quality_attributes_and_trade-offs_Authors, 12 April 2018, 8:08 am

Miguel, José, David Mauricio, and Glen Rodríguez. 2014. “A Review of Software Quality Models for the Evaluation of Software Products.” International Journal of Software Engineering & Applications 5 (6): 31–53. https://doi.org/10.5121/ijsea.2014.5603.

Mingers & Leydesdorff (2015) mengkaji perkembangan ilmu scientometrics. Scientometrics pertama kali didefinisikan oleh Nalimov (1971) yaitu pengembangan metode kuantitatif pada riset pengembangan sains sebagai proses informasi. Dapat juga didefinisikan sebagai studi aspek kuantitatif dari sains dan teknologi dilihat dari proses komunikasinya. Beberapa tema utamanya mencakup cara mengukur kualitas riset dan dampaknya, pemahaman proses sitasi, pemetaan bidang ilmu, penggunaan indikator dalam manajemen dan kebijakan riset. Fokus Scientometrics pada komunikasi dalam sains, ilmu sosial, dan humaniora di antara beberapa bidang terkait : bibliometrics, informetrics, webometrics, dan altmetrics.

Scientometrics juga menjadi judul jurnal internasional yang spesifik mengkaji aspek kuantitatif publikasi ilmiah. Jurnal tersebut diterbitkan oleh Springer Netherlands. Jurnal internasional tentang semua aspek kuantitatif sains, komunikasi dalam sains dan kebijakan sains. Scientometrics mengkaji fitur kuantitatif dan karakteristik ilmu pengetahuan dan penelitian ilmiah. Penekanan ditempatkan pada studi pengembangan dan mekanisme ilmu dengan metode statistik matematika.

Daftar pustaka

Mingers, J., & Leydesdorff, L. (2015). A review of theory and practice in scientometrics. European Journal of Operational Research, 246(1), 1–19. https://doi.org/10.1016/j.ejor.2015.04.002

Scientometrics.  https://link.springer.com/journal/11192.

Scansnap SV600 adalah peralatan scanner produksi perusahaan Fujitsu, FUJITSU Image Scanner ScanSnap SV600. Sv600 menjadi alternatif sarana teknologi alihmedia yang cukup luas digunakan, karena memiliki berbagai macam keunggulan yang tidak dimiliki oleh produk teknologi lainnya. 1) Sv600 mampu melakukan scanning tanpa menempelkan dokumen (contactless) ke alat scanner, sehingga angat cocok digunakan untuk mengalihmediakan koleksi langka yang kertasnya sudah rapuh. 2) Sv600 mampu melakukan scanning terhadap dokumen lembaran maupun berupa buku atau majalah. 3) Sv600 memiliki fasilitas editing terhadap image hasil scan berupa jpg, maupun pdf. 4) Sv600 mampu melakukan scanning secara otomatis melalui fasilitas automatic detection, sehingga pada saat dokumen usai dibuka atau berganti halaman, sv600 langsung melakukan scanning. 5) Kualitas serta ukuran file image hasil scanning, dapat ditentukan oleh pengguna. 6) Sv600 mampu melakukan scanning dokumen dengan ukuran maks A3 yaitu 29.7 cm x 42 cm, atau 11,7 inch x 16,5 inch, serta memiliki ketebalan maksimal 3 cm atau sekitar 300 halaman.

Juknis SV600

Daftar Pustaka
Fujitsu Scansnap SV600 Basic Operation Guide (Windows). http://www.fujitsu.com/global/support/products/computing/peripheral/scanners/scansnap/manuals/sv600.html

Selamat Mencoba

Literatur ilmiah sangat penting sebagai acuan atau referensi untuk menyusun naskah kajian, proposal riset, skripsi, tesis, ataupun disertasi. Dengan literatur ilmiah hasil peneiltian terdahulu, sebagai basis pengembangan dan kajian selanjutnya. Literatur ilmiah Indonesia tersebar di berbagai repositori, website jurnal, website perguruan tinggi, ataupun blog pribadi. Permasalahan tersebut melatarbelakangi pendirian beberapa repositori untuk berusaha menyatukan sumber-sumber literatur ilmiah yang terserak. Terdapat sedikitnya 4 repositori yang cukup mumpuni dan mulai dirintis sebagai inovasi yang menjanjikan kemudahan pencarian literatur ilmiah Indonesia, yaitu onesearch.id, portalgaruda.org, neliti.com dan qjournal.id.

Berikut perbandingan beberapa fitur 4 sistem pencarian tersebut:

Website:    Onesearch.id Portalgaruda.org   Neliti.com      Qjournal.id
Kapan didirikan Dirintis 2015, uji coba 2017 2015 April 2015 2015
Siapa Pendiri Perpustakaan Nasional Institute of Advanced Engineering and Science (IAES).

 

Anton Lucanus, ilmuwan Australia PT Telkom
Konten 5.560.583 entri, terdiri dari semua koleksi publik dari perpustakaan, museum, arsip, dan sumber elektronik di Indonesia dan e-resources yang dilanggan 4,819 jurnal
447,817 artikel Indonesia
538 Repositori, 1246 jurnal, dan dokumen ilmiah Indonesia 320 institusi, 56 jurnal
Fasilitas pencarian Dirancang sebagai 1 pintu pencarian literatur ilmiah, hampir semua unsur data disediakan. Meliputi: sektor, jenis institusi, format dokumen, judul, fulteks, pengarang, bahasa, genre, lokasi, tahun, penerbit, call number, ISBN, ISSN, dan kata kunci Judul, pengarang, penerbit, subyek, Judul, pengarang, institusi, repositori, jurnal, kategori jurnal internasional, terakreditasi, bidang studi, negara Judul, pengarang, tahun, ISSN

Daftar pustaka

Indonesia One Search. http://onesearch.id, 15 Februari 2018 pk 14.49 pm

Neliti repositori Ilmiah Indonesia. https://www.neliti.com/id/, 14 feb 2018, pk 7.37 am

Portal garuda, http://id.portalgaruda.org, 14 Februari 2018, pk 7:49 am

Qjournal. https://qjournal.id/, 14 Februari 2018 pk 8:08 am

Silakan mencoba

Untuk mengetahui ilmuwan yang memperoleh sitasi tertinggi, dan berpengaruh paling besar terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dapat dilihat melalui beberapa lembaga pengindeks sitasi dan penyelenggara pemeringkatan. Beberapa lembaga yang telah menyelenggarakan pemeringkatan, merinci peringkat dengan kategori tertentu. Kategori untuk merinci wilayah negara tertentu, subyek bidang ilmu tertentu, ataupun pada tahun tertentu.

Pemeringkatan disusun berdasarkan indeks perolehan sitasi. Adanya pemeringkatan harus disyukuri, karena dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan riset pada kategori tertentu. Pemeringkatan juga telah merubah suasana menjadi lebih kompetitif, memacu kreasi dan inovasi di berbagai bidang ilmu, yang tentunya bermanfaat bagi kesejahteraan manusia.

Salah satu lembaga pemeringkatan yang populer yaitu oleh Cybermetrics Lab, lembaga yang melakukan pemeringkatan webometric, pemeringkatan web universitas. Pemeringkatan tersebut berdasarkan data sitasi dari  Google scholar, yang dapat diakses di  http://www.webometrics.info/en/node/96.

Gambar 1 pemeringkatan ilmuwan oleh webometrics

Pemeringkatan ilmuwan juga diselenggarakan oleh Shanghai Jiao Tong University, China yaitu Academic Ranking of World Universities (ARWU). Lembaga tersebut memeringkat ilmuwan untuk tahun 2016. http://www.shanghairanking.com/The-Most-Cited-Researchers-Developed-for-ShanghaiRanking-Global-Ranking-of-Academic-Subjects-2016-by-Elsevier.html#

Gambar 2 peringkat ilmuwan dunia pada 2016

 

Selain lembaga di atas, Web of science juga melakukan pemeringkatan ilmuwan dalam  website https://clarivate.com/hcr/. Peringkat ilmuwan dengan sitasi tertinggi disebut dengan “Highly Cited Researchers” yaitu 1% peneliti yang mendapat sitasi tertinggi dalam database Web of Science.

Gambar 3 Highly Cited Researchers

Silakan mencoba

Daftar pustaka

Webometrics. http://www.webometrics.info/en/node/96. 9 Februari 2018 pk 8:45 am

Academic Ranking of World Universities (ARWU). http://www.shanghairanking.com/The-Most-Cited-Researchers-Developed-for-ShanghaiRanking-Global-Ranking-of-Academic-Subjects-2016-by-Elsevier.html#. 9 Februari 2018 pk 8:50 am

Web of science. https://clarivate.com/hcr/. 9 Februari 2018 pk 8:58 am

Fitur advanced search biasanya disediakan bagi pengguna database yang menyukai keleluasaan dalam memperoleh literatur, tidak terbatas pada data yang bersifat umum, tetapi juga untuk data yang lebih spesifik. Advanced dilengkapi dengan banyak kriteria, untuk membatasi hasil sesuai dengan yang diharapkan.  Terdapat berbagai kriteria yang mungkin sama antara satu database dengan database lainnya, atau mungkin juga memiliki fungsi yang berbeda.

Fitur advanced search Scopus memiliki banyak sekali set kriteria yang disebut dengan kode field (field codes). Sedangkan untuk operatornya hampir sama dengan advanced database lainnya.

Langkah-langkah menggunakan advanced search:

  1. Buka tab advanced search Scopus
  2. Mencoba menggunakan kriteria AFFIL yang mudah berikut:

AFFIL ( gadjah  AND  mada )  OR  AFFIL ( ugm )  OR  AFFIL ( gadjah )  OR  AFFIL ( mada )

Syntax tersebut menelusur institusi yang terdapat kata “gadjah” dan “mada”, digabungkan dengan yang terdapat kata “ugm”, digabungkan dengan yang terdapat kata “gadjah”, digabungkan yang terdapat kata “mada”

Dihasilkan 5.943 dokumen, pada 8 Februari 2018, pk 13.09

Jika menggunakan metode affiliation search, didapatkan hasil yang berbeda yaitu: 5.568 dokumen.

  1. Mencoba menggunakan advanced dengan lebih banyak kriteria dan lebih spesifik.

AFFIL ( gadjah AND mada ) OR AFFIL ( ugm ) OR AFFIL ( gadjah ) OR AFFIL ( mada ) AND ( PUBYEAR > 2010 )  AND ( LIMIT-TO ( DOCTYPE , “ar” ) OR LIMIT-TO ( DOCTYPE , “cp” ) OR LIMIT-TO ( DOCTYPE , “ip” ) )

Syntax tersebut menelusur institusi yang terdapat kata “gadjah” dan “mada”, digabungkan dengan yang terdapat kata “ugm”, digabungkan dengan yang terdapat kata “gadjah”, digabungkan yang terdapat kata “mada”. dilakukan proses pembatasan (limit to), hanya untuk jenis dokumen artikel (article), artikel dalam proses terbit (article in press),   prosiding (conference paper), dan dibatasi untuk tahun di atas 2010, sehingga dihasilkan sejumlah 4.324 dokumen pada 8 Februari 2018, pk 13.32

  1. Mencoba menggunakan kriteria yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang semakin spesifik.

AFFILCITY ( Yogyakarta ) AND AFFIL ( Ahmad Dahlan)

Menghasilkan 302 dokumen pada 8 Februari 2018, pk 13:50

AFFILCITY ( Yogyakarta ) AND AFFIL ( Ahmad Dahlan) AND NOT TITLE (“drug”)

Menghasilkan 293 dokumen pada 8 Februari 2018, pk 13:56

TITLE (“smartphone”) AND PUBYEAR > 2015 AND NOT TITLE (“3G”) AND (LIMIT-TO ( DOCTYPE ,  “cp”))

Menghasilkan 1.068 dokumen pada 8 Februari 2018, pk 14:22

TITLE (“smartphone”) AND PUBYEAR > 2015 AND NOT TITLE (“3G”) AND (LIMIT-TO ( DOCTYPE ,  “ar”)) AND SUBJAREA(ENER) AND AUTHCOLLAB(“Massachusset”) AND KEY(silicon)

Mengekstrak dokumen terdapat kata “smartphone”dalam judul , tahun di atas 2015, tidak terdapat kata “3G” dalam judul, dokumen tipe artikel, Subject area “energy”, dengan kolaborator terdapat kata “Massachusset”, dan kata kunci “silicon”.

Menghasilkan 1.594 dokumen pada 8 Februari 2018, pk 14:43

Fitur advanced search sangat bermanfaat pada saat menelusur data Scopus untuk kepentingan referensi penelitian, maupun pada saat mengekstrak data yang akan digunakan sebagai sampel dan populasi penelitian, terutama penelitian dokumenter menggunakan metode bibliometrik.

Tabel 1 operator advanced Scopus

Operators Description Example
AND Use AND when you want your results to include all terms and the terms may be far apart. Entering “lesion AND pancreatic” will find documents that contain both terms.

 

OR Use OR when your results must include one or more of the terms (such as synonyms, alternate spellings, or abbreviations). Documents that contain any of the words will be found. Entering “kidney OR renal” will find documents that contain either “kidney” or “renal”.

 

AND NOT Use AND NOT to exclude specific terms. Entering “ganglia OR tumor AND NOT malignant” will find documents that contain either “ganglia” or “tumor” but not “malignant”.

Entering “ganglia AND NOT tumor AND malignant” will find documents that contain “ganglia” but not “tumor” nor “malignant”.

Entering “(ganglia AND NOT tumor) AND malignant” will be interpreted as “ganglia” and “malignant” but not “tumor”.

PRE/ PRE/n “precedes by”. Where the first term in the query must precede the second by a specified number of terms (n). “n” can be a number from 0 to 255. behavioural PRE/3 disturbances would find articles in which “behavioural” precedes “disturbances” by three or fewer words.
W/ W/n “within”. Where the terms in the query must be within a specified number of terms (n). “n” can be a number from 0 to 255.

Either word may appear first.

pain W/15 morphine would find articles in which “pain” and “morphine” are no more than 15 terms apart.

 Tabel 2 field code scopus

Code

Description

Example

ALL All Fields Searches the following fields: ABS, AFFIL, ARTNUM, AUTH, AUTHCOLLAB, CHEM, CODEN, CONF, DOI, EDITOR, ISBN, ISSN, ISSUE, KEY, LANGUAGE, MANUFACTURER, PUBLISHER, PUBYEAR, REF, SEQBANK, SEQNUMBER, SRCTITLE, VOLUME, and TITLE. ALL(“Cognitive architecture” AND robots) – returns documents with “Cognitive architecture” and “robots” in any of the fields listed.
ABS Abstract A summary of the document. ABS(dopamine) – returns documents where “dopamine” is in the document abstract.
AF-ID Affiliation ID A unique identification number assigned to organizations affiliated with Scopus Αuthors. Note: Boolean operators can’t be used within the AF-ID field. AF-ID(Harvard Medical School 3000604) or AF-ID(3000604) – returns documents written by Αuthors affiliated with Harvard Medical School and variants of that name stored in Scopus. AF-ID(Harvard Medical School) – would not result in a match, as you cannot search using only the name.
AFFIL Affiliation Specify when searching the AFFIL field, if you want all of your search terms to be found in the same affiliation. AFFIL is a combined field that searches the following Αuthor address fields found below: AFFILCITY, AFFILCOUNTRY, and AFFILORG. AFFIL(london and hospital) – searching terms in same affiliation AFFIL (london) and AFFIL (hospital) – both terms appear in document’s affiliation (not necessarily the same affiliation)
AFFILCITY Affiliation City The city portion of an Αuthor address. AFFILCITY(beijing) – returns documents where “beijing” is the city in the Αuthor affiliation fields, such as: Beijing Engineering Software Technology Co., Ltd., Beijing 100081, China
AFFILCOUNTRY Affiliation Country The country portion of an Αuthor address. AFFILCOUNTRY(japan) – returns documents where “japan” is the country in the Αuthor affiliation fields, such as: Sojo University, Kumamoto 860-0082, Japan
AFFILORG Affiliation Organization The organization portion of an Αuthor address. AFFILORG(toronto) – returns documents where “toronto” is the organization in the Αuthor affiliation fields, such as: Department of Mathematics, University of Toronto
ARTNUM Article Number Used by a few publishers instead of, or in addition to, page numbers. Article numbers can be assigned at the time of electronic publication, so documents can be cited and searched for earlier in the publication process. ARTNUM(1) – returns documents with article numbers, such as: Art. no. 1, or Art. no. EGT-Nr 1.096.
AU-ID Author Identifier Number A unique identification number assigned to Scopus authors. Note: Boolean operators cannot be used in the AU-ID field. AU-ID(Sato, A. 100038831) or AU-ID(100038831) – returns documents authored by Sato, A. and variants of that name stored in Scopus. AU-ID(Sato, A.) – would give no match, as you cannot only enter the author’s name.
AUTHOR-NAME Author Name The name of an author. This field finds variants for a single author name. Note: separate the last and first name with a comma. AUTHOR-NAME(carrera, s) – returns documents with “carrera, s” in the ‘author’ name field.
AUTH Author A combined field that searches the following author fields: AUTHLASTNAME and AUTHFIRST. AUTH(jr) – returns documents with “jr” in the last name and first initial fields, including:

  • Finn Jr., C.E.
  • Jenkins, J.R.
AUTHFIRST Author First Initial AUTHFIRST(j) – returns documents with “j” in the author first initial field, including: Yu, J. or Paradi, J.C.
AUTHLASTNAME Author Last Name (family name) AUTHLASTNAME(barney) – returns documents with “barney” in the author last name field.
AUTHCOLLAB Collaboration Author The name by which a group of authors is known. AUTHCOLLAB(“alpha group”) – returns documents with “alpha group” in the collaboration field.
AUTHKEY Author Keywords Keywords assigned to the document by the author.

See more about How do Author / Indexed keywords work?

AUTHKEY(stroke) – returns documents where “stroke” is an author keyword.
BOOKPUB Book Search by Publisher BOOKPUB(elsevier) – returns books (only) published by Elsevier.
CASREGNUMBER CAS Registry Number A numeric identifier assigned to a substance when it enters the CAS registry database. CASREGNUMBER(1199-18-4) – returns documents with “1199-18-4” in the CAS registry fields.
CHEM Chemical A combined field that searches the CHEMNAME and CASREGNUMBER fields. CHEM(oxidopamine) – returns documents with “oxidopamine” in the chemical name or CAS registry number fields.
CHEMNAME Chemical Name CHEMNAME(oxidopamine) – returns documents with “oxidopamine” in the chemical name field.
CODEN A unique, code that identifies serial and nonserial publications. CODEN(rnene) – returns documents in the specified publication.
CONF Conference Information A combined field that searches information about a conference or a conference proceeding in the CONFNAME, CONFSPONSORS, and CONFLOC fields. Note: a search for an article includes conference papers. CONF(electrical transmission) – returns documents such as Proceedings of the Conference: Electrical Transmission in a New Age.
CONFLOC Conference Location CONFLOC(Tokyo) – returns documents such as Proceedings – Seventh International Conference on High Performance Computing and Grid in Asia Pacific Region, HPCAsia 2004; Tokyo;
CONFNAME Conference Name CONFNAME(electrical transmission) – returns documents such as: Proceedings of the Conference: Electrical Transmission in a New Age.
CONFSPONSORS Conference Sponsors CONFSPONSORS(IEEE) – returns documents such as IEEE Aerospace Conference Proceedings.
DOCTYPE (XX) Document Type

View abbreviations for different documents

DOCTYPE(ar) – returns documents classified as articles.
DOI Digital Object Identifier (DOI) A unique alphanumeric string created to identify a piece of intellectual property in an online environment. DOI(10.1007/s00202-004-0261-3) – returns the document with the matching DOI.
EDFIRST Editor First Name (given name) EDFIRST(michael) – returns documents with “michael” in the first name field.
EDITOR Editor A combined field that searches EDLASTNAME and EDFIRST. EDITOR(smith) – returns documents with “smith” in the editor last name and first initial fields.
EDLASTNAME Editor Last Name (family name) EDITOR(smith) – returns documents with “smith” in the editor last name field.
EISSN Electronic International Standard Serial Number The EISSN of the electronic version of a serial publication. EISSN(0-7623-106) or (07623106) – returns documents containing “0762310669” as well as any other document containing single or multiple hyphens in any possible combination within “0-7623-106”.
EXACTSRCTITLE Exact Source Title Searches the title of the journal, book, conference proceeding, or report in which the document was published. Only sources that contain the exact words in your search are returned. EXACTSRCTITLE(behavior) – returns documents published in the source “Physiology and Behavior”, but not documents in the source “Addictive Behaviors”.
FUND-ALL All Funding Information A combined field that searches the following Funding fields: FUND-NO, FUND-ACR, FUND-TEXT and FUND-SPONSOR. For example, FUND-ALL(NIH 5RO1AI091972-3)
FIRSTAUTH First Author The first author listed for a document. FIRSTAUTH(Liming, T) – returns documents with only with Liming, T as the first author on the author list, such as ‘Liming, T., Mingan, S…’.
FUND-SPONSOR Funding Sponsor FUND-SPONSOR(National Aeronautics and Space Administration) – returns documents with “National Aeronautics and Space Administration” mentioned as the sponsor name in the acknowledgements section of the article.
FUND-ACR Funding Sponsor Acronym FUND-ACR(NASA) – returns documents with “NASA” mentioned as the sponsor acronym in the acknowledgements section of the article.
FUND-NO Funding Grant Number FUND-NO(CDA-8619893) – returns documents with “CDA-8619893” mentioned as the grant number in the acknowledgements section of the article.
INDEX Index (Medline) Medline is the only database that can be used with the INDEX field. AND NOT INDEX(medline) – excludes Medline records from your search. INDEX(medline) – restricts your search to Medline records.
INDEXTERMS Index Terms Controlled vocabulary terms assigned to the document. INDEXTERMS(Fluorimetric assay) – returns documents where “fluorimetric assay ” is an index term.
ISBN International Standard Book Number A unique identification number assigned to all books. ISBN(9780123456789) – returns documents containing “9780123456789” as well as any other document containing single or multiple hyphens in any possible combination within “978-0-123-45678-9”.
ISSN International Standard Serial Number A unique identification number assigned to all serial publications. ISSN(0959-8278) or (09598278) – returns documents containing “09598278” as well as any other document containing single or multiple hyphens in any possible combination within “0959-8278”. Searching on the ISSN field also searches the ISSNP and EISSN fields.
ISSNP Print International Standard Serial Number The ISSN of the print version of a serial publication. ISSNP(0-7623-106) or (07623106) – returns documents containing “0762310669” as well as any other document containing single or multiple hyphens in any possible combination within “0-7623-106”.
ISSUE Issue Identifier for a serial publication. ISSUE(summer) – returns documents with an issue identifier of “summer”.
KEY Keywords A combined field that searches the AUTHKEY, INDEXTERMS, TRADENAME, and CHEMNAME fields.

See more about How do Author / Indexed keywords work?

KEY(oscillator) – returns documents where “oscillator” is a keyword.
LANGUAGE Language The language in which the original document was written. LANGUAGE(french) – returns documents originally written in French.

Note: Use the English name for the language. Searching for LANGUAGE(deutsch) will not work.

MANUFACTURER Manufacturer MANUFACTURER(sigma) – returns documents with “sigma” in the keywords fields.
ORCID Open Research and Contributor ID (ORCID) ORCID is a 16-digit number and is used by editors, funding agencies, publishers and institutions to reliably identify individuals in the same way that ISBNs and DOIs identify books and articles. ORCID must be entered as a 16 digit number (hyphens are not counted). For example: 0000-0002-1108-3360.
PAGEFIRST First Page PAGEFIRST(9) – returns documents with page numbers, such as: 9, and 9-16.
PAGELAST Last Page PAGELAST(9) – returns documents with page numbers, such as: 9, and 5-9.
PAGES Pages A combination field that searches the PAGEFIRST and PAGELAST fields. PAGES(1-2) – returns documents with a page number range of “1-2”. PAGES(9) – returns documents with page numbers, such as: 1-9, 9, and 9-16.
PMID PubMed Identifier A unique identifier for all Medline documents. PMID(10676951) – returns documents that have a PubMed Identifier of “10676951”.
PUBDATETXT Date of Publication A text date field indicating the date of publication. PUBDATETXT(July 2004) – returns documents with a publication date of “July 2004” and PUBDATETXT(“July 2004” OR “June 2004”) returns documents with publication date of “July 2004” or “June 2004”.
PUBYEAR Year of Publication A numeric field indicating the year of publication. Indicate the year using the following operators:

  • < – Before
  • > – After
  • = – Equal to

You can continue to use the older notation for the above three operators (BEF, AFT, and IS, respectively) in numeric fields; saved searches and alerts will continue to work as before.

PUBYEAR > 1994 – returns documents with a publication year after 1994. PUBYEAR < 1994 – returns documents with a publication year before 1994. PUBYEAR = 1994 – returns documents with a publication year of 1994.
REF References When searching the REF field, you can specify if you want all of your search terms to be found in the same reference. REF is a combined field that searches the REFAUTH, REFTITLE, REFSRCTITLE, REFPUBYEAR, and REFPAGE fields. REF(darwin 1859) – returns documents where your search terms occur in the same reference. REF(darwin) and REF(1859) – returns documents where both terms appear(but not necessarily the same reference)
REFAUTH Reference Authors REFAUTH(Wu) – returns documents with “Wu” in their reference author fields.
REFTITLE Reference Title REFTITLE(dioxin) – returns documents with “dioxin” in their reference title.
REFSRCTITLE Reference Source Title REFSRCTITLE(neuropharmacology) – returns documents where “neuropharmacology” is in the source title of a reference.
REFPUBYEAR Reference Year A numeric field indicating the year of publication of a document reference. Note: You can indicate the year using the IS operator. REFPUBYEAR IS 1994 – returns documents with references published in 1994.
REFARTNUM Article Number A persistent identifier for a document used by a few publishers instead of, or in addition to, page numbers. Article numbers can be assigned at the time of electronic publication, so documents can be cited and searched for earlier in the publication process. REFARTNUM(1) – returns documents where “1” is in the article number of a document reference, such as: Art. no. 1 and Art. no. EGT-Nr 1.096.
REFPAGE Reference Page Numbers REFPAGE(75) – returns documents where “75” is in the page numbering of a document reference, such as: pp. 71-75 and 75 pp.
REFPAGEFIRST First Page REFPAGEFIRST(5) – returns documents where “5” is in the page numbering of a document reference, such as: pp. 854-879 and pp. 5-7.
SEQBANK Sequence Bank The name of the sequence bank that lists a nucleotide or amino acid sequence that is defined or mentioned in a document. SEQBANK(GenBank) – returns documents with “GenBank” in the keywords field.
SEQNUMBER Sequence Bank Accession Number The number assigned to an amino acid or nucleotide sequence defined or mentioned in a document. SEQNUMBER(AB013289) – returns documents with “AB013289” in the keywords field.
SRCTITLE Source Title The title of the journal, book, conference proceeding, or report in which the document was published. SRCTITLE(pacific) – returns documents with “pacific” in the source title, such as Pacific Conservation Biology or 1989 Asia-Pacific Conference
SRCTYPE (XX) Source Type

View abbreviations for different source types

SRCTYPE(j) – returns documents from journal sources.
SUBJAREA(XX) Subject Area

View abbreviations for different subject areas

SUBJAREA(CHEM) – returns documents classified under the subject area Chemistry.
TITLE Article Title The title of an article. TITLE(“neuropsychological evidence”) – returns documents with the phrase “neuropsychological evidence” in their title.
TITLE-ABS A combined field that searches article titles and abstracts only. A similar combined field search could be TITLE-ABS-KEY, or TITLE-ABS-KEY-AUTH. TITLE-ABS(“heart attack”) – returns documents with “heart attack” in their article titles or abstracts.
TRADENAME A name used to identify a commercial product or service. TRADENAME(morbilvax) – returns documents with “morbilvax” in the keywords fields.
VOLUME Volume Identifier for a serial publication. VOLUME(34) – returns documents with a volume number of 34.
WEBSITE The URL of a website cited in the reference. WEBSITE(bbc.co.uk) – finds documents with this URL in the references.

 

Selamat mencoba

Naskah digital tentang candi Nusantara banyak tersedia di bagian koleksi langka Perpustakaan UGM. Naskah tersebut berasal dari kegiatan digitalisasi buku langka hibah dari Perpustakaan Yayasan Hatta (Hatta Foundation) yang digabungkan ke Perpustakaan UGM. Digitalisasi segera dilaksanakan semenjak 2013 dan masih akan berlanjut terus, demi menyelamatkan isi ribuan buku langka dari kerapuhan akibat dimakan usia dan mikroba perusak kertas. Dengan digitalisasi, isi naskah langka dapat lestari, dipelajari dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Untuk mengakses naskah digital buku langka Perpustakaan UGM, dapat langsung menuju ke http://langka.lib.ugm.ac.id/. Tersedia fasilitas search judul, pengarang, kata kunci, serta kategori subyek dan bahasa. Akses dari luar perpustakaan UGM terbatas 10 halaman pertama, sedangkan akses di Ruang koleksi langka dan Windows of the World Perpustakaan UGM dapat diakses fullteksnya.

 

 

Naskah tentang candi Borobudur, Boro-boedoer op Het Eiland Java, sangat menarik karena menyajikan gambar relief yang merupakan hasil sketsa tangan, disusun oleh F.C. Wilsen seorang insinyur berkebangsaan Belanda.

Silakan di zoom untuk melihat detail naskah tersebut

Isi buku bukan hasil fotografi, tetapi sketsa relief candi Borobudur

Diantara naskah candi lainnya, terdapat naskah candi Djago, karya Dr. J.L.A Brandes

Silakan mencoba

Aplikasi ipusnas mulai diluncurkan Perpusnas RI pada 16 Agustus 2016. Aplikasi yang mudah dan simple tersebut dapat diunduh di playstore android dan sangat mudah dipasang. Bermacam buku digital ebook tersedia untuk dipinjam dan dibaca, dengan sistem peminjaman yang menarik, simple dan ringkas. Masyarakat dari semua kalangan dapat menggunakan fasilitas tersebut. Untuk mengakses hanya diperlukan sedikit registrasi dan sesudahnya langsung dapat meminjam buku untuk dibaca melalui gadget yang kita miliki.

Ketentuan peminjaman melalui ipusnas: sudah login, terdaftar sebagai member, gratis menjadi member, membership selama 5 tahun, bisa meminjam hingga 1000 buku, maks pinjam 3 judul per hari, satu buku aktif selama 3 hari bisa dibaca fullteks. Berikut ini langkah-langkahnya:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buku yang sukar diperoleh, langka, ataupun yang sangat laris, mungkin bisa didapat dari ipusnas Perpusnas RI.

Silakan mencoba.

Peringkat terbaru uniRank 2018 (formerly 4 International Colleges & Universities or 4icu.org), UGM telah menempati peringkat 51 terbaik di Asia.

45 Indian Institute of Technology Guwahati India in
46 South China University of Technology China cn
47 Xiamen University China cn
48 Hebrew University of Jerusalem Israel il
49 Tamkang University Taiwan tw
50 Hiroshima University Japan jp
51 Universitas Gadjah Mada Indonesia id
52 Beijing Jiaotong University China cn
53 Renmin University of China China cn
54 Beijing Institute of Technology China cn
55 University of the Chinese Academy of Sciences China cn
56 Tianjin University China cn
57 Tel Aviv University Israel il

 

Sedangkan dari kawasan Asia tenggara (southeast asia), terdapat 23 PT yang berhasil masuk top 200 tersebut. Menurut pemeringkatan tersebut, UGM bertengger di posisi 3.  UGM hanya kalah oleh PT asal Singapura.

1 National University of Singapore
sg
2 Nanyang Technological University sg
3 Universitas Gadjah Mada id
4 Universiti Teknologi MARA my
5 Mahidol University th
6 Universitas Indonesia id
7 Universiti Putra Malaysia my
8 Universiti Kebangsaan Malaysia my
9 Universiti Malaya my
10 Universiti Teknologi Malaysia my
11 Kasetsart University th
12 Universitas Negeri Yogyakarta id
13 Universiti Sains Malaysia my
14 Universiti Utara Malaysia my
15 Universitas Brawijaya id
16 Universiti Islam Antarabangsa Malaysia my
17 Prince of Songkla University th
18 Institut Pertanian Bogor id
19 Universitas Diponegoro id
20 Thammasat University th
21 Universitas Sebelas Maret id
22 Chiang Mai University th
23 Universitas Sumatera Utara id

https://www.4icu.org/top-universities-asia/, 24 januari 2018

 

 

 

Data Scimago journal and country rank (http://scimagojr.com) awal januari 2018 menunjukkan, publikasi ilmiah China di bidang Energy, Engineering, dan Material Science telah melampaui USA. Sedangkan di bidang lainnya yaitu chemistry terlihat  juga akan segera dilampaui China.  China terlihat sangat fokus mengejar ketertinggalan di bidang-bidang terkait engineering tersebut.

All subject areas

Country Documents Citable documents Citations Self-Citations Citations per Document H index
1 us United States
10193964
9165271 240363880 110517058 23.58 1965
2 cn China
4595249
4525851 32913858 18210007 7.16 655
3 gb United Kingdom
2898927
2499445 60988844 13948928 21.04 1213
4 de Germany
2570206
2394158 49023207 12158563 19.07 1059
5 jp Japan
2367977
2277777 35480575 9503478 14.98 871

 

Energy

Country Documents Citable documents Citations Self-Citations Citations per Document H index
1 cn China
232980
232167 1714855 1104794 7.36 228
2 us United States
218345
213704 2600944 936377 11.91 344
3 jp Japan
69832
69300 715149 204962 10.24 205
4 de Germany
52451
51711 613923 153292 11.70 202
5 gb United Kingdom
49307
48008 652590 134571 13.24 223

 

Engineering

Country Documents Citable documents Citations Self-Citations Citations per Document H index
1 cn China
1694209
1685951 7397071 4758894 4.37 386
2 us United States
1641808
1606416 19305814 7249777 11.76 798
3 jp Japan
556567
550167 3876598 1257463 6.97 356
4 de Germany
404973
398392 3708075 935644 9.16 402
5 gb United Kingdom
369811
360742 4176344 908650 11.29 423

 

Material science

Country Documents Citable documents Citations Self-Citations Citations per Document H index
1 cn China
800929
795945 7461843 4361131 9.32 399
2 us United States
783108
771046 14466130 5217516 18.47 715
3 jp Japan
381224
377394 4880770 1525791 12.80 389
4 de Germany
307659
303813 4775673 1280909 15.52 429
5 fr France
203973
202070 3261619 813830 15.99 348

 

Chemistry

Country Documents Citable documents Citations Self-Citations Citations per Document H index
1 us United States
624217
610511 19609032 6989553 31.41 836
2 cn China
609533
605360 8608507 4931280 14.12 434
3 jp Japan
286913
283608 5977989 1745720 20.84 433
4 de Germany
260849
256653 6307009 1656008 24.18 501
5 in India
192997
191205 2539329 949625 13.16 284

Scimagojr.com. 2 Januari 2018. 2:23 pm

Menurut pemeringkatan yang dirilis 2017, baik oleh ARWU (Academic Ranking of World Universities) dalam website http://www.shanghairanking.com/, maupun QS World University Ranking dalam website https://www.topuniversities.com/qs-world-university-rankings, peringkat universitas terbaik dunia ditempati oleh universitas swasta (private university). Partisipasi swasta sangat besar dan mampu bersaing di tingkat dunia. Universitas terbaik dunia tersebut didominasi oleh universitas dari Amerika Serikat dan Inggris.

Peringkat menurut ARWU:

World
Rank
Institution Public/Private
1 Harvard University Private
2 Stanford University Private
3 University of Cambridge Public
4 Massachusetts Institute of Technology (MIT) Private
5 University of California, Berkeley Public
6 Princeton University Private
7 University of Oxford Public
8 Columbia University Private
9 California Institute of Technology Private
10 University of Chicago Private

 

Peringkat menurut QS World University Ranking:

World
Rank
Institution Public/Private
1 Massachusetts Institute of Technology (MIT) Private
2 Stanford University Private
3 Harvard University Private
4 University of Cambridge Public
5 California Institute of Technology Private
6 University of Oxford Public
7 University College London Public
8 Swiss Federal Institute of Technology Zurich Public
9 Imperial College London Public
10 University of Chicago Private

ARWU (Academic Ranking of World Universities). http://www.shanghairanking.com/, 28 Dec 2017

QS World University Ranking. https://www.topuniversities.com/qs-world-university-rankings, 28 Dec 2017

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya berbagai regulasi tentang kewajiban publikasi di jurnal internasional bagi dosen, mahasiswa doktoral dan peneliti. Fokus analisis pada aspek kolaborasi publikasi berafiliasi UGM di Scopus tahun 1954 sampai dengan 2016, menggunakan metode bibliometrik dan korelasi. Beberapa temuan penting berhasil didapatkan. Kolaborasi internasional memperoleh sitasi jauh lebih banyak dibandingkan kolaborasi lain dan karya individu. Sitasi kolaborasi internasional sejumlah 22.431, dengan rerata 11,8432. Sitasi kolaborasi internal sejumlah 2.072, dengan rerata 1,9328. Sitasi kolaborasi domestik sejumlah 1.458, dengan rerata 1,4609. Sitasi karya individu sejumlah 1.014, dengan rerata 3,6344. Negara kolaborator penghasil sitasi tertinggi adalah Jepang, sejumlah 5.242 sitasi, dengan rerata 12,31. Disusul USA sejumlah 4.503 sitasi, dengan rerata 26,49. Kemudian Netherlands sejumlah 4.057 sitasi, dengan rerata 18,69. Publikasi individu tidak berkorelasi dengan sitasi yang diperoleh, sedangkan publikasi karya kolaborasi semuanya berkorelasi positif. Kolaborasi internasional diperkirakan akan memiliki korelasi sempurna sebesar +1 pada akhir dasawarsa 2010-2019

Kata kunci: Bibliometrik, kolaborasi internasional, jurnal internasional, sitasi, Scopus

27492-72529-2-PB

Kesimpulan

Kolaborasi internasional menghasilkan sitasi jauh lebih banyak dibandingkan kolaborasi lain dan karya individu. Sitasi kolaborasi internasional sejumlah 22.431, dengan rerata 11,8432. Sitasi kolaborasi internal sejumlah 2.072, dengan rerata 1,9328. Sitasi kolaborasi domestik sejumlah 1.458, dengan rerata 1,4609. Sitasi karya individu sejumlah 1.014, dengan rerata 3,6344.

Semua publikasi karya kolaborasi berkorelasi positif dengan sitasi yang diperoleh. Korelasi publikasi karya kolaborasi internal sebesar 0,9643, domestik sebesar 0,9464, dan internasional sebesar 0,9643. Sedangkan publikasi karya individu sebesar 0,6786 tidak berkorelasi dengan sitasi yang diperoleh. Kolaborasi internasional diperkirakan akan memiliki korelasi sempurna sebesar +1 pada akhir dasawarsa seiring pertambahan jumlah sitasi yang diperoleh pada akhir dasawarsa yaitu tahun 2017-2019.

Sebanyak 85 negara telah berkolaborasi dengan peneliti UGM, dan 15 negara kolaborator utama yang memperoleh sitasi tertinggi yaitu: Jepang sejumlah 5.242 sitasi, USA 4.503 sitasi, Netherlands 4.057 sitasi, Australia 2.966 sitasi, Malaysia 2.296 sitasi, Germany 2056 sitasi, UK 1866 sitasi, France 1548 sitasi, Switzerland 1491 sitasi, China 1172 sitasi, Philippines 1141 sitasi, India 1105 sitasi, Sweden 1074 sitasi, Singapore 1040 sitasi, dan Thailand 1007 sitasi. Kelimabelas negara tersebut semuanya menghasilkan perolehan sitasi di atas 1000 sitasi.

Daftar pustaka

ARWU A c a d e m i c R a n k i n g o f Wo r l d Universities. (2016). About Academic R a n k i n g o f Wo r l d U n i v e r s i t i e s . h t t p : / / www. s h a n g h a i r a n k i n g . c om / aboutarwu.html

Beaver, D. Deb. (2001). Reflections on scientific collaboration (and its study): past, present, and future. Scientometrics, 52 (3), p . 3 6 5 – 3 7 7 . h t t p s : / / d o i . o r g / 10.1023/A:1014254214337

Chadegani, Arezoo Aghaei dkk., (2013). A Comparison between Two Main Academic Literature Collections: Web of Science and Scopus Databases. Asian Social Science; Vo l . 9 , N o . 5 , p . 1 8 – 2 6 . D O I : http://dx.doi.org/10.5539/ass.v9n5p18

Cainelli, Giulio dkk. (2015). The strength of strong ties: How co-authorship affect productivity of academic economists?. Scientometrics 102:673–699. DOI 10.1007/s11192-014-1421-5

Dikti. (2017). Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi Dan P e n d i d i k a n T i n g g i . http://forlap.dikti.go.id/perguruantinggi/ search/4480. Diunduh 13 Maret 2017

Hu, Zhigang dkk. (2014). How are collaboration and productivity correlated at various career stages of scientists? Scientometrics 101:1553–1564. DOI 10.1007/s11192-014-1323-6

Ibanez, Alfonso., dkk. (2013). Relationship among research collaboration, number of documents and number of citations: a case study in Spanish computer science production in 2000–2009. Scientometrics 95:689–716. DOI 10.1007/s11192-012- 0883-6

International encyclopedia of information and library science.2nd ed. 2003. London: Routledge

Katz, J. Sylvan dan Ben R. Martin. (1997). What is research collaboration ? Research Policy 26 (1997) 1-18. https://doi.org/10.1016/S0048-7333(96)00917-1

Kim, Hyungsun. (2015)., How to index journal in Scopus & WoS. The 2nd Asian Science Editors’ Conference & Workshop Hanoi University of Science and Technology
Hanoi, Vietnam August 20-22, , diunduh 29 Maret 2017

Lampiran Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 20 Tahun 2017 Tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan  Kehormatan Profesor

Murti, Bhisma. (1996). Penerapam Metode Statistik Non-Parametrik Dalam Ilmu-ilmu Kesehatan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Nguyen, Tuan V. dkk. (2017). International collaboration in scientific research in Vietnam: an analysis of patterns and impact. Scientometrics 110:1035–1051. DOI
10.1007/s11192-016-2201-1

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 92 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen

Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Profesor Riset

Prihanto, Igif G. (2002). Kolaborasi. Dalam Kumpulan Makalah Kursus Bibliometrika. Jakarta : Masyarakat Informetrika Indonesia

QS World University Rankings. (2017). QS World University Rankings Methodology. https://www.topuniversities.com/qs-worlduniversity-rankings/methodology

Sangam, Shivappa L. (2000). Collaborative Research in Psychology in India: A Scientometric Study. Collaboration in Science and in Technology Proceedings of the
Second Berlin Workshop on Scientometrics and Informetrics September 1 – 3, 2000. pp.177-183, , diunduh 29 Maret 2017

Scimago. (2017). Scimago Journal & Country R a n k h t t p : . / /www. s c ima g o j r. c om/countryrank.php. Diunduh 13 Maret 2017

Scopus., (2017). Scopus advanced search. https://www.scopus.com/results/, diunduh 23 Maret 2017

S e r v e l l e n , A l e x a n d e r v a n . ( 2 0 1 6 ) . ScopusTraining for Universitas Gadjah Mada, August 31st, 2016

Sooryamoorthy, Radhamany. (2017). Do types of collaboration change citation? A scientometric analysis of social science p u b l i c a t i o n s i n S o u t h A f r i c a . S c i e n t o m e t r i c s , p p 1 – 2 2 . doi:10.1007/s11192-017-2265-6

Sugiyono. (1999). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Sulistyo-Basuki. (2002). Bibliometrika, Sainsmetrika, dan Informetrika. Dalam Kumpulan Makalah Kursus Bibliometrika. Jakarta : Masyarakat Informetrika Indonesia

Surat Edaran Dirjen Dikti No.152/E/T/2013 tanggal 27 Januari 2012 Tentang Ketentuan publikasi untuk program S1/S2/S3

Wa g n e r, A . B e n . ( 2 0 1 5 ) . A P r a c t i c a l Comparison Of Scopus And Web Of Science Core Collection. Upstate New York Science Librarians Conference. 10/23/2015. Paper 70. http://surface.syr.edu/nyscilib/70 diunduh 29 Maret 2017

Web of Science. (2017). Web of Science r e a l f a c t s . h t t p : / / w o k i n f o . c o m /citationconnection/realfacts/, diunduh 14 Maret 2017

Wulandari, Srividola. (2013). Analisis Kolaborasi Peneliti Berdasarkan Disiplin Ilmu Dalam Penelitian Institut Pertanian Bogor Dengan Pendekatan Bibliometrik. ( s k r i p s i ) . B o g o r : F M I PA I P B . h t t p : / / r e p o s i t o r y. i p b . a c . i d / h a n d l e /123456789/65323

masyono on November 7th, 2017

Journal metrics adalah pengukuran-pengukuran yang dikembangkan untuk mengkaji baik kuantitas maupun kualitas jurnal. Kuantitas dimaksud adalah untuk mengukur produktivitas, dengan menghitung jumlah artikel yang diterbitkan oleh peneliti atau institusi dalam periode tertentu. Ukuran-ukuran yang lazim di antaranya: jumlah artikel per satuan waktu, serta jumlah artikel per peneliti atau institusi per satuan waktu. Sedangkan kualitas jurnal diukur dari pengaruh suatu jurnal dalam bentuk banyaknya sitasi yang diperoleh. Semakin berpengaruh suatu jurnal, semakin banyak sitasi diperoleh, semakin tinggi kualitas jurnal tersebut. Ukuran-ukuran yang telah dikembangkan adalah impact factor, immediacy index, h-index dan i10-index.

Faktor Dampak (Impact Factor)

Pengukuran ini pertama kali dikenalkan pada tahun 1955 oleh Eugene Garfield (2005), dan kemudian dikembangkan oleh Institute for Scientific Information (ISI) untuk digunakan dalam Journal Citation Reports, suatu penerbitan berseri mencakup berbagai disiplin ilmu untuk menyusun peringkat, mengevaluasi, dan membandingkan berbagai jurnal dalam subjek yang sama. Rumusan impact factor adalah jumlah sitasi dalam setahun, dari artikel dalam sebuah jurnal yang terbit selama dua tahun sebelumnya, dibagi dengan Jumlah artikel dalam jurnal tersebut yang terbit selama dua tahun yang sama.

Immediacy Index

Immediacy index menunjukkan seberapa cepat suatu artikel disitir. Angka yang tinggi menandakan bahwa suatu artikel memiliki pengaruh yang sangat cepat dalam setahun terakhir. Diperoleh dengan menghitung jumlah sitasi dalam setahun, dibagi dengan jumlah artikel dalam tahun yang sama.

H-Index dan i10-index

H-index dikembangkan oleh seorang ahli fisika dari Universitas California, San Diego, Amerika Serikat yang bernama Jorge Eduardo Hirsch, sehingga index ini dikenal dengan Hirsch index atau Hirsch number.  Seseorang atau jurnal atau institusi dikatakan memiliki h-indeks sebesar h jika memiliki karya sebanyak h yang masing – masing mendapatkan kutipan minimal sebanyak h. I10-index sebesar 3, artinya terdapat 3 artikel yang masing-masing disitir oleh minimal 10 artikel lain.

Daftar pustaka

Garfield, Eugene, 2005. The Agony and the Ecstasy—The History and Meaning of the Journal Impact Factor. International Congress on Peer Review And Biomedical Publication Chicago, September 16, 2005. Diunduh 24 Oktober 2016

masyono on October 9th, 2017

Dalam hal jumlah publikasi di Scopus, Indonesia masih tertinggal cukup jauh dari negara maju. Menurut data Scimago Journal & Country Rank ( scimagojr.com) pada 9 Oktober 2017, total publikasi Indonesia di Scopus berjumlah 54.146 dokumen, dan menempati urutan 55 dari seluruh negara di dunia. Posisi tersebut  tepat di antara 54. Serbia dan 56. Algeria.  Dibandingkan dengan sesama negara ASEAN, posisi Indonesia berada di bawah 32. Singapura 241.361 dokumen, 34. Malaysia 214.883 dokumen, dan 43. Thailand 139.682 dokumen.  Posisi Indonesia di atas 62. Viet Nam 35.445 dokumen,  diikuti 69. Philippines dengan 23.843, 123. Cambodia 2.990 dokumen, kemudian 139. Myanmar 1.864.

Posisi teratas di dunia masih tetap diduduki USA dengan 10.193964 dokumen, ke dua China 4.595.249, diikuti Inggeris 2.898.927, Jerman 2.570.206, Japan 2.367.977, France 1.826.708 dokumen, Canada 1.468.796, Italy 1.449.301, India 1.302.605, dan Spain 1.148.258. Dari total 239 negara, 11 negara memiliki publikasi di atas 1 juta dokumen, 35 negara memiliki publikasi antara 100.000 – 1 juta dokumen, 47 negara memiliki publikasi antara 10.000 – 100.000 dokumen, dan selebihnya 146 negara hanya memiliki 2 – 10.000 dokumen.

Meskipun jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta Indonesia cukup besar , tetapi masih terdapat berbagai kendala untuk mengejar ketertinggalan dalam hal kinerja publikasi internasional.

Rekap Nasional Semester 2017/2018 Ganjil

Perguruan Tinggi
Negeri Swasta Total
PT 122 3,129 3,251
PTA 95 1,025 1,120
PTK 180 0 180
Total 397 4,154 4,551

Data terakhir per 8 Oct 2017 18:12.

PANGKALAN DATA PENDIDIKAN TINGGI Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.  https://forlap.ristekdikti.go.id/

SCImago. (2007). SJR — SCImago Journal & Country Rank. Retrieved October 9, 2017, 12:29 pm, from http://www.scimagojr.com

Tags:

masyono on October 9th, 2017

Abstrak

Inovasi teknologi informasi dan komunikasi berupa internet, telah menimbulkan fenomena ledakan informasi. Profesi pustakawan menghadapi tantangan baru, dituntut menyediakan, menyeleksi, mengelola, dan preservasi informasi digital untuk masa mendatang. Kualitas informasi menjadi kriteria, filter yang sangat esensial dalam usaha pustakawan menghadapi ledakan informasi. Tulisan ini membahas fenomena ledakan informasi, digitalisasi dan  usaha-usaha meningkatkan kualitas informasi.

 Kata kunci: informasi, digital, data mining

MENGELOLA LEDAKAN INFORMASI DIGITAL